Penulis Novel Ayat-Ayat Setan Salman Rushdie Ditikam di New York

Merdeka.com - Merdeka.com - Penulis terkenal novel Ayat-Ayat Setan Salman Rushdie hari ini ditikam saat hendak memberikan ceramah di Negara Bagian New York, Amerika Serikat.

Peraih penghargaan The Booker Prize berusia 75 tahun itu sedang berbicara di hadapan hadirin di Institusi Chatauqua ketika diserang seorang pria.

Kepolisian New York mengatakan seorang pria berlari ke atas panggung dan menyerang Rushdie.

Polisi membenarkan Rushdie ditikam setidaknya satu kali di leher dan satu kali di perut. Sementara saksi lain mengatakan dia ditikam hingga 15 kali.

Polisi kini sudah menangkap seorang pria yang diidentifikasi bernama Hadi Matar, 24 tahun dari Fairview, Negara Bagian New Jersey.

Laman BCC melaporkan, Sabtu (13/8), setelah kejadian itu Rushdie kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit di Erie, Pennsylvania dengan helikopter.

"Rushdie diterbangkan ke sebuah rumah sakit dan saat ini masih menjalani operasi," kata polisi New York Mayor Eugene Staniszewski kepada wartawan usai kejadian. Dia menambahkan, petugas saat ini belum memiliki keterangan apa motif pelaku di awal penyelidikan ini.

Seorang pembawa acara yang juga berada di panggung bersama Rushdie, Henry Reese juga mengalami luka ringan di kepala.

Seorang wartawan the Associated Press melihat seorang pria menyerbu ke panggung dan mulai memukuli atau menikam Rushdie saat dia diperkenalkan oleh si pembawa acara.

Saksi bernama Stacey Schlosser yang menyaksikan kejadian mengatakan kepada AP, Rushdie ditikam enam sampai delapan kali sebelum pelaku diringkus oleh petugas dan panitia acara.

"Tidak ada orang yang paham apa yang harus dilakukan. Ada banyak orang yang bergegas ke panggung," kata Schlosser.

Penulis kelahiran India Salman Rushdie memulai kepopulerannya dengan novel Midnight's Children pada 1981 yang terjual jutaan eksemplar di Inggris saja. Namun buku keempatnya, The Satanic Verse atau Ayat-Ayat Setan pada 1988 membuat dia terkenal ke seluruh dunia dan memicu kerusuhan yang menewaskan banyak orang.

Buku yang isinya dianggap menghina Nabi Muhammad itu memicu kemarahan di sejumlah negara muslim dan dilarang.

Setahun setelah terbit, Pemimpin Spiritual tertinggi Iran Ayatullah Khomeini menyerukan agar Rushdie dibunuh. Dalam fatwanya dia menawarkan hadiah uang senilai USD 3 juta atau Rp 43 miliar bagi siapa pun yang bisa membunuhnya. [pan]