Penumpang Bandara Adi Soemarmo Keluhkan Antrean Panjang Validasi NIK Manual

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Antrean penumpang terjadi di Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Sabtu 25 September 2021, pagi. Hal ini terungkap berdasarkan video yang berasal dari salah satu penumpang di bandara tersebut.

Dalam cuplikasi video yang beredar, tampak antrean panjang penumpang di loket petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan bandara.

Penumpang pesawat pun mengeluhkan lantaran masih adanya pemeriksaan manual di Bandara Adi Soemarmo meski sudah memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Keluhan tersebut salah satunya diungkapkan Andi (40 tahun), seorang pekerja swasta yang merupakan penumpang yang berangkat dari Bandara Adi Soemarmo menuju Jakarta.

"Harus antre validasi manual oleh petugas KKP agar layak terbang. Aplikasi PL (PeduliLindungi) jadi tidak maksimal fungsinya," kata dia dalam pesan yang diterima Liputan6.com, Sabtu (25/9/2021).

Menurut Andi, walaupun para penumpang pesawat telah memiliki hasil negatif Covid-19 dan bukti vaksinasi, namun tetap harus mengantre untuk menyetorkan NIK ke petugas di bandara tersebut.

"Walaupun sudah ada hasilnya di PL, Petugas KKP tetap minta NIK penumpang untuk dimasukan ke PL yang di ada di komputer petugas KKP," jelas dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Belum Terima Laporan

Bandara Adi Soemarmo.(Liputan6.com/Fajar Abrori)
Bandara Adi Soemarmo.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Menanggapi hal ini, Corporate Communication Senior Manager Angkasa Pura I Gede Eka Sandi Asmadi menyatakan pihaknya belum menerima laporan terkait hal tersebut. Namun demikian, pihak Angkasa Pura I akan melakukan pengecekan terkait hal ini.

"Sementara belum ada saya monitor ya mengenai keluhan diatas," kata dia kepada Liputan6.com.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel