Penumpang, Ini Lho Risikonya Tidur Saat Mobil Melaju di Jalan Tol

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVA –Ketika melakukan perjalanan memakai mobil, tak jarang pengemudi memilih lewat jalan tol. Dalam kondisi normal, jalur ini memang bisa menjadi rute tercepat untuk mencapai lokasi yang dituju.

Mengemudikan mobil di jalan tol, memiliki risiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan. Sebab, kendaraan-kendaraan yang melalui jalur ini biasa melaju dalam kecepatan tinggi. Padahal, batasan kecepatan minimum yang sesuai aturan adalah 60 kilometer per jam, dan maksimalnya 80 kilometer per jam.

Untuk memperkecil risiko terjadinya kecelakaan, ternyata bukan hanya pengemudi saja yang diminta fokus selama mobil melintasi di jalan tol. Penumpangnya pun diminta tetap waspada, dan peka dengan kondisi sekitar saat kendaraan yang ditumpanginya melaju cepat.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, ketika mobil melaju di jalan tol, penumpang disarankan agar menahan rasa kantuk. Tips otomotif ini berlaku untuk semua orang di kabin, terutama yang duduk di bangku depan.

Penumpang, kata dia, juga bisa berperan sebagai ‘pengingat’ ketika pengemudi terlihat lengah, atau kurang fokus. Sebab, biasanya penumpang akan tertidur jika kendaraan terus melaju di jalan tol, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

"Selalu ingatkan pengemudi untuk berhati-hati, pokoknya jangan terlena dan merasa aman. Bahaya tetap ada meski kita berada di dalam kabin,” ujarnya dikutip dari 100KPJ, Senin 11 Januari 2021.

Tak cukup sampai di situ, kata dia, penumpang juga tak boleh sepenuhya merasa percaya kepada pengemudi. Sebab, potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas bakal selalu ada. Jika dia merasa tenang dan memilih tertidur selama perjalanan, maka risiko terbesarnya adalah kehilangan nyawa.

"Tidak boleh percaya sepenuhnya kepada pengemudi mobil. Jangan menyerahkan nyawamu kepada pengemudi, apalagi yang belum dikenal. Selama kecelakaan masih tinggi, tugas penumpang selalu ingatkan (pengemudi)," tuturnya.