Penumpang KA Jarak Jauh Melonjak 23 Persen Dampak Penurunan Harga Rapid Test Antigen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah penumpang kereta api Jarak Jauh (KA Jarak Jauh) naik 23 persen pada 24 September 2021 hingga 2 Oktober 2021. Salah satu penyebab kenaikan jumlah penumpang kereta api ini dampak dari penurunan harga layanan Rapid Test Antigen.

VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) Joni menjelaskan, jumlah penumpang KA Jarak Jauh di periode 24 September 2021 hingga 2 Oktober 2021 mencapai 199.464 pelanggan. Rata-rata pelanggan PT KAI harian sebanyak 22.163 pelanggan.

Kenaikan penumpang KA Jarak Jauh ini dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah imbas dari kebijakan penurunan harga layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya Rp 85 ribu menjadi Rp 45 ribu.

"Kenaikan jumlah pelanggan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penurunan tarif Rapid Test Antigen," ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (3/10/2021).

Lonjakan penumpang KA Jarak Jauh juga dipengaruhi penambahan jumlah KA yang beroperasi. Seperti hadirnya KA Airlangga relasi Pasar Senen - Surabaya Pasar Turi PP.

"Serta adanya peningkatan layanan dari KAI seperti percepatan waktu tempuh KA, wifi gratis, live cooking, dan First Mile & Last Mile," beber Joni.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perkuat Protokol Kesehatan

Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan kereta api jarak jauh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (4/7/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan perjalanan 44 kereta api (KA) selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan kereta api jarak jauh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (4/7/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan perjalanan 44 kereta api (KA) selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Lebih lanjut Joni memastikan, KAI berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan protokol secara ketat untuk seluruh perjalanan KA Jarak Jauh maupun lokal. Di antaranya menerapkan sejumlah persyaratan bagi pengguna KA Jarak Jauh maupun KA Lokal untuk mencegah penularan virus Covid-19.

"KAI selalu mematuhi kebijakan yang ditetapkan pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 pada moda transportasi kereta api," tekannya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya Rp 85.000 menjadi Rp45.000 untuk setiap pemeriksaan. Tarif baru ini berlaku mulai 24 September 2021 di 64 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen.

"Penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dalam keterangan resmi, Kamis (23/9).

KAI menyediakan fasilitas Rapid Test Antigen di stasiun dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik kereta api Jarak Jauh. Syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di stasiun, calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

"Sejak dibuka pada 21 Desember 2020 sampai dengan 21 September 2021, KAI telah melayani 1.043.582 peserta Rapid Test Antigen di Stasiun," ujar Joni.

Reporter: Sulaeman

Sumber: merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel