Penumpang kapal fery Ternate-Tidore membludak

·Bacaan 2 menit

PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ternate, Maluku Utara (Malut) mengatakan, aktivitas pelayaran kapal fery antarpulau tujuan Ternate-Tidore PP membludak, menyusul meningkatnya penumpang menggunakan jasa pelayaran itu untuk bersilaturahmi ke keluarganya.

"Lonjakan penumpang antarpulau tujuan Ternate Tidore membludak dan puncaknya hari ini, karena 17 Mei besok aktivitas perkantoran mulai dibuka," kata Manajer Usaha PT ASDP Feri Indonesia, Cabang Ternate, Zainal Abidin di Ternate, Minggu.

Dia menjelaskan, kepadatan penumpang ini bukan karena mudik, tetapi karena warga yang ingin bersilaturahmi Ternate-Tidore, sehingga manajemen PT ASDP menyiapkan empat kapalnya dengan 14 trip perhari.

Sebelumnya, pelabuhan Penyeberangan Fery di Kota Ternate, dipadati warga setempat, di mana pada hari kedua momentum lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, terjadi antrean panjang di areal pelabuhan ini, oleh warga yang hendak bepergian tujuan antarpulau di Malut untuk bersilaturahim dengan keluarga dan kerabat.

Menurut dia, meskipun penumpang melonjak untuk rute pelayaran Ternate-Tidore PP ini, tetapi petugasnya melakukan pengawasan secara intensif bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes), terutama calon penumpang dan pengendara yang tidak menggunakan masker langsung ditindak dan diwajibkan gunakan masker.

Selain itu, akses transportasi menggunakan jasa pelayaran Fery dibuka, karena Pemprov Malut memberi izin aktivitas transportasi antarpulau dibuka karena Malut masuk zona kuning COVID 19.

Dia menyebut, PT ASDP Ferry (Persero) Ternate, mengakui hanya menerima angkutan bagi penumpang untuk rute antar-pulau di Malut seperti Ternate-Tidore, Ternate-Sidangoli dan Ternate-Sofifi PP, sedangkan untuk rute Ternate-Bitung hanya untuk mengangkut sembako maupun kendaraan saja dan penumpang tidak diperkenankan untuk berlayar.

Sebab, akses pelayaran antar provinsi seperti dari Ternate ke Bitung dan sebaliknya ditutup hingga 17 Mei 2021.

"Perlu kami sampaikan ke masyarakat, mulai tanggal 6 sampai 17 Mei aktivitas pelayaran menggunakan kapal fery ditutup pelayarannya, hanya mengangkut barang," katanya.

Sebelumnya, dalam mengantisipasi lonjakan penumpang saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XXIV Provinsi Malut telah menambah jumlah trip penyeberangan kapal Ferry pada sejumlah pelabuhan penyeberangan di Provinsi Malut terutama pada jalur pelayaran Ternate-Rum Kota Tidore Kepulauan PP.

Baca juga: Pawai tradisi tapur Desa Tengah-Tengah batasi warga karena COVID-19

Baca juga: Larangan mudik, hanya Garuda yang terbang di Bandara Ternate

Baca juga: Tradisi malam Ela-ela dipusatkan di Keraton Kesultanan Ternate