Penumpang keluhkan kenaikan harga tiket bus di Kampung Rambutan

·Bacaan 1 menit

Sejumlah calon penumpang arus mudik mengeluhkan kenaikan harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) hingga 100 persen di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Salah satu pemudik tujuan Lampung, Selvia di Jakarta, Selasa, mengatakan, dirinya harus merogoh kocek hingga Rp350 ribu untuk dapat pulang ke kampung halamannya tersebut.

"Tiket bus ada kenaikan. Biasanya tidak sampai Rp300 ribu, sekarang sudah Rp350 ribu," kata Selvia.

Selvia menambahkan bahwa dirinya sengaja memilih mudik lebih awal agar dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

"Saya mudik sekarang biar lebih lama di kampung. Saya berangkat mudik sendiri," ujar Selvia.

Baca juga: Dishub DKI lakukan uji kelaikan bus mudik Terminal Kampung Rambutan

Calon pemudik lain di Terminal Kampung Rambutan, Suharti, juga mengeluhkan kenaikan harga tiket bus AKAP jelang Lebaran tahun ini.

Suharti yang berencana mudik ke Purworejo itu mengatakan dirinya membeli tiket dengan harga Rp350 ribu.

"Ada kenaikan harga yang tadinya Rp150 ribu jadi Rp350 ribu. Agak keberatan, naiknya kok langsung Rp200 ribu," kata Suharti.

Meski ada kenaikan harga, Suharti tetap membeli tiket untuk dapat pulang kampung dan merayakan Lebaran tahun ini bersama keluarga.

"Soalnya baru bisa pulang kampung lagi tahun ini," ujar Suharti.

Baca juga: Pastikan mudik aman, Terminal Kampung Rambutan uji kesehatan sopir bus

Sementara itu, Kepala Terminal Kampung Rambutan, Yulza Ramadhoni mengatakan, harga tiket bus AKAP tujuan berbagai kota di Jawa dan Sumatera telah mengalami kenaikan secara bertahap saat awal Ramadhan bahkan sebelum arus mudik terjadi.

"Untuk kenaikan tiket bertahap dari masing-masing PO. Semakin mendekati harinya semakin naik," kata Yulza Ramadhoni.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel