Penumpang Kereta Api Wajib Pakai Masker Meski Aturan PPKM Dicabut

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tetap mewajibkan seluruh penumpang moda kereta api untuk tetap menggunakan masker. Meskipun pemerintah telah mencabut aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Masker masih tetap diwajibkan di seluruh layanan KAI," kata Vice President Public Relations KAI Joni Martinus kepada Merdeka.com di Jakarta, Jumat (30/12).

Joni menyampaikan, ketentuan penumpang moda angkutan kereta api wajib penggunaan masker mengacu pada dua aturan yang masih berlaku selama periode Nataru. Pertama, Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/II/3984/2022 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Libur Hari Raya Natal Tahun 2022 Dan Tahun Baru 2023.

Kedua, Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 84 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemik corona virus disease 2019 (covid 19). Ketentuan ini berlaku sejak 26 Agustus 2022.

"Jika ada perubahan dari pemerintah akan segera kami sosialisasikan," ucap Joni.

PPKM Dicabut, Jokowi Minta Tetap Pakai Masker di Keramaian dan Ruang Tertutup

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat untuk tetap memakai masker pada saat di keramaian dan ruang tertutup meksi PPKM dicabut. Kesadaran masyarakat untuk vaksinasi juga perlu ditingkatkan.

"Pemakaian masker keramaian dan ruang tertutup harus tetap dilanjutkan, kesadaran vaksinasi harus terus digalakkan karena ini akan membantu meningkatkan imunitas," kata Jokowi saat jumpa pers di Istana Negara, Jumat (30/12).

Kepala negara mengimbau warga untuk tetap hati-hati dan waspada meningkatkan kesadaran dalam menghadapi risiko virus corona.

"Jadi tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat, namun demikian saya minta kepada seluruh masyarakat dan komponen bangsa untuk tetap hati-hati dan waspada pertama masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam menghadapi dari risiko covid," tuturnya. [idr]