Penumpang kereta Daop 6 stabil pada pekan pertama puasa

Adi Lazuardi
·Bacaan 2 menit

Jumlah penumpang kereta api jarak jauh di wilayah kerja PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta pada pekan pertama bulan puasa tetap stabil.

"Jumlah penumpang kereta jarak jauh masih stabil, tidak ada peningkatan penumpang yang signifikan menjelang pemberlakuan pembatasan transportasi kereta api selama larangan mudik diberlakukan," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Supriyanto di Yogyakarta, Rabu.

Berdasarkan data per Rabu (21/4), jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari sejumlah stasiun di Daop 6 Yogyakarta berkisar 1.700-2.00 orang per hari pada 19-21 April, dan penumpang yang turun sekitar 1.500 hingga 1.800 orang per hari, kecuali pada akhir April diperkirakan akan ada lebih dari 3.000 orang yang turun di Daop 6 Yogyakarta.

Sedangkan secara nasional, jumlah penumpang kereta api pada 13-20 April rata-rata mencapai 28.000 pelanggan kereta jarak jauh per hari. Jumlah tersebut berada di bawah rata-rata penumpang pada April yang biasanya mencapai 30.000 penumpang per hari.

Sejauh ini, lanjut Supriyanto, KAI tetap mengoperasionalkan kereta api secara normal sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan.

Selama Ramadhan, PT KAI juga menghadirkan ornamen Ramadhan pada lokomotif, kereta, dan stasiun agar pelanggan merasakan nuansa Ramadhan saat berada di stasiun atau saat di kereta api.

Livery khusus Ramadhan di lokomotif disematkan untuk dua rangkaian KA Argo Bromo Anggrek, dua rangkaian KA Bima, dua rangkaian KA Argo Parahyangan, dua rangkaian Argo Wilis, dua rangkaian KA Argo Dwipangga dan satu rangkaian KA Argo Lawu.

Sebelumnya, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta mengatakan hingga saat ini tidak ada kenaikan jumlah penumpang yang datang maupun diberangkatkan dari terminal.

Meskipun demikian, ia memperkirakan akan terjadi sedikit kenaikan jumlah kedatangan maupun keberangkatan penumpang menjelang pemberlakukan larangan mudik.

"Kenaikannya tidak akan terlalu signifikan. Sekitar 1 sampai 1,5 persen saja. Saya kira, hal itu karena libur Lebaran juga tidak panjang sedangkan masa larangan mudik cukup panjang," katanya.

Rata-rata penumpang di Terminal Giwangan Yogyakarta saat ini mencapai 3.000 hingga 4.000 orang per hari.