Penumpang KRL Jabodetabek Akan Dites COVID-19 secara Acak

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta PT Kereta Api Indonesia melakukan tes secara acak untuk deteksi dini COVID-19 kepada para penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line Jabodetabek.

Pemeriksaan secara cepat dan acak diberlakukan di sejumlah stasiun utama, menyusul lonjakan kasus penularan COVID-19 di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Budi mengatakan bahwa KRL merupakan salah satu moda transportasi massal yang menjadi favorit para penglaju alias 'roker' (rombongan pengguna kereta) dalam berkegiatan atau bekerja sehari-hari.

Belakangan, menurut data, katanya, jumlah penumpang KRL Jabodetabek meningkat sekira 400-500 ribu penumpang per hari. Jumlah itu sebenarnya masih di bawah batas normal dibanding sebelum masa pandemi COVID-19 yang bisa mencapai 1 juta orang per hari.

Namun, mengingat sekarang terjadi lonjakan kasus penularan COVID-19 di Jabodetabek, peningkatan jumlah penumpang KRL itu harus diwaspadai.

“Oleh karenanya, kami tugaskan kepada PT KAI untuk melakukan random check di stasiun utama seperti di Gambir, Senen, Manggarai, dan stasiun utama lainnya di lintas Bekasi, Bogor, dan Tangerang,” kata Budi saat meninjau Stasiun Jatinegara Jakarta Timur, belum lama ini, seperti dikutip dari laman Setkab.go.id, Senin, 21 Juni 2021.

Pemeriksaan secara acak itu perlu dianggap penting untuk memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa kini sedang terjadi peningkatan kasus COVID-19. Masyarakat diharapkan tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu,” ujarnya.

Dia telah meminta aparaturnya melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan berjaga-jaga supaya penumpang kereta tidak berdesakan.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyatakan siap untuk melaksanakan random test di beberapa stasiun utama. Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat terhadap penumpang KRL seperit misalnya mewajibkan untuk penumpang memakai masker, mencuci tangan, memberi tanda tempat duduk dan tempat berdiri agar penumpang dapat menjaga jarak, dan membatasi kapasitas penumpang hanya 74 penumpang di setiap gerbong kereta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel