Penumpang KRL: Tahu Begini Mendingan Saya Naik Motor

TRIBUNNEWS.COM – Tarif progresif baru dan sistem E-Ticketing yang diterapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan (PT KCJ) hari ini, Senin (1/7/2013) menuai banyak keluhan dan masalah baru bagi calon penumpang.

Mulai dari membludaknya jumlah penumpang hingga antrean panjang karena kurang sosialisasinya penerapan sistem e-ticketing kepada masyarakat.

Pemandangan membludaknya penumpang dan panjangnya antrean terlihat di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

Pada hari pertama diberlakukannya tarif progresif dan sistem e-ticketing yang diresmikan langsung oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan di Stasiun Manggarai hari ini, Senin (1/7/2013), terlihat antrean penumpang mulai dari masuk stasiun hingga hingga di atas peron terlihat membludak.

Banyaknya penumpang tersebut terlihat saling berdesakan dan tidak sedikit yang memaksakan diri untuk masuk ke kereta meskipun gerbong sudah padat penumpang.

Seperti halnya Hendrik (28), salah seorang penumpang KRL tujuan Bogor. Dikatakannya, mengetahui kondisi KRL yang padat seperti ini, dirinya lebih memilih naik sepeda motor ketimbang harus berdesakan di atas KRL untuk berangkat kerja.

"Saya baru hari ini mencoba naik kereta. Karena kan katanya harga tiket jadi murah. Lagian mana tahu lebih cepat sampe ke kantor. Tahunya sama saja begini. Padet. Lama nunggunya. Mendingan Saya naik motor aja deh." jelas Hendrik.

Berbeda halnya dengan Susanti (43), pedagang di Stasiun Tanah Abang ini mengatakan bahwa dia senang dengan tarif baru yang ada sekarang. Susanti juga tidak mempermasalahkan padatnya penumpang di kereta.

"Saya mah senang-senang aja. Namanya juga Saya pedagang. Dulu Saya harus keluar duit sampai 20 ribu. Kalau sekarang kan hanya tiga ribu. Kalau masalah padat ya udah biasa juga. Jadi gapapa." jelasnya.

Tarif progresif yang ditetapkan sekarang, memang jauh lebih murah daripada tarif sebelumnya. Sebelum pergantian tarif, penumpang kereta ekonomi harus membayar tiket sebesar Rp 2.000 per orang dan untuk Commuter Line berkisar antara Rp 8000 sampai dengan Rp 9000 per orang.

Sementara untuk tarif yang diberlakukan saat ini, penumpang hanya perlu membayar sesuai jarak tempuh yang diinginkan, yakni hanya dengan tarif Rp 5000 per orang untuk 5 stasiun pertama dan penambahan tarif sebesar Rp 500 untuk setiap 3 stasiun berikutnya.

Selain untuk memberikan kemudahan para pelanggan setia KRL, pemberlakuan tarif progresif ini sejalan dengan program E-Ticketing yang direncanakan oleh PT. KAI.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.