Penumpang Membeludak di Terminal Kedatangan Luar Negeri Bandara Soekarno Hatta

Merdeka.com - Merdeka.com - Penumpang membeludak di Terminal Kedatangan Luar Negeri Bandara Soekarno Hatta, Kamis (5/5) Sore. Dikabarkan ada penumpang yang menangis, bahkan pingsan.

Kondisi itu diceritakan mantan Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulfikar Mochtar. Dia juga sempat mengunggah video kondisi itu di Instagram pribadinya.

Penyebab kepadatan karena loket yang aktif untuk pengecekan paspor hanya lima. Padahal disediakan 12 loket.

"Jadi ada jemaah haji, ada TKI, ada macam-macam datang terus itu minim petugas, kemudian pengaturannya tidak rapi, orang tua, anak-anak, tercampur semua, akibatnya ada beberapa yang pingsan," tutur Zulfikar saat dihubungi Liputan6.com dan menceritakan peristiwa kepadatan tersebut.

Proses pengecekan juga cukup lama. Ada penumpang yang terbawa emosi dan adu mulut. "Ada orang nangis-nangis segala macam," sambungnya.

Menurut Zulfikar, kondisi tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Dia berada di deretan terdepan antrean. Itu pun baru selesai proses imigrasi setelah memakan waktu dua jam lebih.

"Itu sekitar jam 16.30 sampai jam 18.00 WIB. Dua jam lebih itu yang datang itu. Kebetulan saya di depan-depan kan jadi sudah duluan, tapi itu saya mungkin sudah dua jam lebih, kemudian itu petugas sudah diteriaki, orang pada bertengkar, kemudian jadi masih panjang. Jadi saya kira maghrib itu baru pada tuntas," jelas dia.

Zulfikar menyayangkan kondisi tersebut kembali terjadi. Dia menyoroti sistem imigrasi dan pihak terkait dalam upaya koordinasi dan antisipasi membludaknya terminal kedatangan imigrasi.

"Harusnya paham bahwa akan ada situasi seperti ini harusnya bisa fleksibel. Bahwa ketika ada kedatangan pesawat, datang bersamaan yang banyak sampai ribuan harusnya loket bisa diaktifkan semua, ada pengaturan, pengawasan, untuk memastikan ada jalur-jalur khusus misalkan untuk orang tua, anak-anak, ibu-ibu, supaya tidak tercampur seperti tadi itu," jelasnya.

Reporter: Nanda Perdanaputra

Sumber: Liputan6.com [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel