Penumpang Membeludak, KAI Siapkan Kereta Tambahan dari Jakarta

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) I menyampaikan, data jumlah penumpang selama tiga hari libur cuti bersama dan libur nasional cukup pesat. Pihak Daop I menyebutkan bahwa perseroan telah memberangkatkan sebanyak 30.470 penumpang dari Stasiun Gambir, Pasar Senen dan Jakarta Kota.

Terhitung sejak 27 Oktober 2020 sampai dengan hari ini 30 Oktober 2020, angka data itu disampaikan PT KAI. Tujuan favorit para penumpang kali ini antara lain kota Yogyakarta, Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Dengan adanya peningkatan penumpang kereta api tersebut, PT KAI Daop 1 Jakarta juga mengoperasikan KA tambahan secara bertahap hingga 27 KA per hari mulai tanggal 27 Okt sampai dari 1 November 2020 dengan pemberangkatan 12 KA dari Stasiun Gambir, 13 KA dari Stasiun Pasarsenen dan 2 KA dari Stasiun Jakarta Kota," kata Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangannya.

Eva mengatakan, penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan meski jumlah penumpang meningkat. Protokol kesehatan juga antara lain dengan melakukan pembatasan okupansi penumpang maksimal sebanyak 70 persen dari kondisi normal.

Peningkatan volume pengguna jasa KA juga diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Stasiun dan di dalam kabin kereta.

"Penumpang yang akan berangkat diwajibkan melampirkan hasil tes rapid atau pcr serta pengukuran suhu tubuh. Jika terdapat calon penumpang dengan suhu tubuh diatas 37,3 derajat maka tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan dan biaya tiket akan dikembalikan sepenuhnya," kata dia.

PT KAI juga memberikan face shield yang wajib digunakan pengguna jasa sepanjang perjalanan KA sampai dengan stasiun tujuan.

Sepanjang perjalanan kata dia, petugas KAI juga akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang kereta api secara berkala. Sarana dan prasarana disebut pula telah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang untuk penerapan protokol kesehatan seperti penambahan perangkat cuci tangan dan hand sanitizer serta pemasangan tanda batas jarak fisik baik di stasiun dan dalam gerbong kereta. (ren)