Penumpang Minta Tolong Sakit Malah Divideokan, TransJakarta Merespons

·Bacaan 3 menit

VIVAViral video seorang bapak penumpang Transjakarta mengaku sakit dan protes kepada petugas wanita TransJakarta di dalam halte karena dia dilarang masuk dengan memakai masker jenis scuba. Diketahui masker scuba semacam masker berbahan kain karet yang biasanya satu lapis itu direkam dan viral di media sosial.

Menanggapi hal ini, Dirut PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Sardjono Jhony Tjitrokusumo menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang abai akan aturan tersebut khususnya saat menggunakan layanan Transjakarta.

“Saat itu petugas kami sudah mengingatkan untuk mengganti masker scuba dengan masker medis. Tapi pelanggan justru kurang memperhatikan dan malah menerobos masuk. Hal ini tentunya sangat disayangkan, mengingat sudah ada aturan yang menjelaskan terkait penggunaan masker,” ujar Jhony dari keterangan tertulis yang diterima VIVA, Selasa, 6 Juli 2021.

Diketahui, kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, 30 Juni 2021 lalu sekitar pukul 12.58 WIB penumpang tersebut masuk ke halte Semanggi dengan tujuan ke Halte Kota.

Jhonny dalam keterangannya menjelaskan saat itu pelanggan diketahui tidak melakukan tap in dengan tepat sehingga pintu gate tidak terbuka. Alih-alih melakukan tap in ulang, pelanggan justru menerobos masuk ke dalam halte menggunakan rotary gate yang tanpa membayar.


Dalam hal ini kata dia, TransJakarta sangat ketat dalam menerapkan segala bentuk prokes yang di area TransJakarta tanpa ada pengecualian dalam bentuk apa pun. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus dan pelanggan tetap merasa aman dan nyaman menggunakan TransJakarta sebagai moda transportasi dalam kegiatan mereka.

Lebih jauh Jhony mengimbau kepada seluruh pelanggan mematuhi semua aturan yang berlaku. Selain itu, sebisa mungkin untuk bersikap bijak kepada petugas yang telah menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

“Apa yang dilakukan petugas kami untuk kebaikan bersama. Jadi anggapan miring kepada mereka di media sosial saya rasa tidak pas. Kami imbau masyarakat untuk bisa saling bekerjasama dalam upaya melawan COVID ini,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, video bapak penumpang Transjakarta mengaku sakit minta tolong malah direkam viral di media sosial. Video rekaman itu diunggah oleh akun TikTok @capung_darat dikutip VIVA, Selasa (6/7).

Dalam video tersebut menayangkan seorang penumpang sedang protes kepada petugas wanita TransJakarta di dalam halte. Pasalnya si bapak penumpang ini tidak diperbolehkan naik TransJakarta karena hanya memakai masker jenis scuba, semacam berbahan kain karet.

Petugas wanita meminta si bapak untuk keluar dari halte untuk membeli masker reguler yang direkomendasi pemerintah. Namun, si bapak ini mengeluh dia sedang sakit dan buru-buru ke rumah sakit.

"Saya lagi sakit, ya Allah cuma gara-gara begini aja kok ga ada toleransi," teriak si bapak.

"Kita ikut peraturan," jawab petugas TransJakarta berjilbab itu.

"Ya iya, saya mau ke rumah sakit," jawab penumpang sambil memegang dadanya yang sakit.

"Ada yang jualan di depan," jawab petugas TransJakarta mempersilakan si bapak untuk keluar lewat portal pintu keluar.

"Ya udah tolong beliin," teriak si bapak sambil tangannya merogoh tasnya dan mengeluarkan uang. Uang itu lalu ditaruh di di atas pintu portal masuk.

Namun si petugas meminta bapak yang sakit ini untuk keluar dari halte untuk membeli masker sendiri.

Bahkan si perekam video ini ikut mempengaruhi petugas untuk tidak mau memenuhi permintaan si bapak untuk keluar beli masker. "Enggak, enggak keluar. Jangan mau," saran perekam yang bersuara perempuan ini.

Sontak unggahan video ini membuat sebagian netizen marah ke petugas TransJakarta termasuk kepada yang merekam videonya.

"Kalau gua di situ, gue yang tolong beliin. Ini yang videoin malah kompor bilang jangan mau, jangan mau. Andai itu orang tua luh bapak luh gak ada yang bantuan gimana?" komentar @meiyas_zhuan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel