Penunggak PDAM di Solok Selatan Paling Banyak dari Kalangan PNS

Merdeka.com - Merdeka.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Saribu Sungai Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mencatat bahwa pelanggan yang menunggak membayar rekening air terbanyak dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS, instansi, termasuk sekolah yang ditutup.

"Pelanggan PDAM yang banyak menunggak itu berasal dari kalangan ASN Solok Selatan dan sejumlah instansi, termasuk sekolah yang ditutup, disusul oleh warga biasa," kata Direktur PDAM, Tirta Saribu Sungai Solok Selatan Syamsuar dikutip dari Antara Padang Aro, Selasa (7/6).

Dia berharap ada kerja sama dari pemerintah daerah, karena pelanggan yang menunggak itu lebih banyak dari pegawai, termasuk instansi dan sekolah sekolah. "Kerja sama ini bisa berupa teguran dan jika ada warga yang mengurus surat menyurat agar dilampirkan juga bukti lunas PDAM," ujarnya.

Sementara pelanggan dari kalangan masyarakat yang menunggak, pihaknya biasanya melakukan pendekatan dan memberikan masukan agar mereka bisa membayar tunggakan sehingga tidak terjadi pemutusan sambungan air.

"Hasil pendekatan petugas selama ini, sudah ada perubahan," ujarnya.

Kebijakan Terkait Tunggakan

PDAM Tirta Saribu Sungai memiliki beberapa kebijakan terkait tunggakan, pertama data tunggakan valid, lalu turun ke lapangan untuk mengetahui penyebabnya pelanggan itu menunggak.

"Setelah didapat hasil, kami evaluasi dan apa yang akan dilakukan oleh perusahaan, sehingga nanti kebijakan itu tidak merugikan konsumen dan perusahaan," katanya.

Dia mengatakan persentase tunggakan selama tahun 2021 sebesar 41 persen setiap bulan, efektivitas pembayaran paling tinggi selama PDAM berdiri sebesar 66,7 persen.

"Biasanya pendapatan PDAM selama ini hanya 51,3 persen, namun dengan adanya perubahan kinerja di dalam tubuh PDAM dalam menghadapi pelanggan, makanya ada peningkatan persentase pembayaran dari pelanggan," katanya.

Pemutusan Sambungan

Pada 2022, katanya, PDAM telah melakukan pemutusan sambungan pelanggan nakal hingga April 2022 sebanyak 63 sambungan rumah, sementara diperkirakan tahun 2021 lebih dari 100 sambungan sudah diputuskan.

Dia mengatakan PDAM tidak semena-mena untuk melakukan pemutusan sambungan. Pihaknya melakukan sesuai dengan mekanisme mulai dari sosialisasi, teguran satu hingga tiga kali, setelah tiga kali tidak diindahkan, petugas melakukan pemutusan.

"Pemutusan sambungan kita lakukan bagi yang menunggak berkisar 2 hingga 3 tahun," katanya.

Jika pelanggan yang menunggak mampu membayar sebesar 30 persen dari nilai tunggakan, pihaknya memberikan kemudahan namun tergantung niat pelanggan untuk membayarnya.

Sementara Sekda Kabupaten Solok Selatan Syamsu Rizaldi mengatakan pihaknya telah mengimbau kepada seluruh ASN untuk taat membayar rekening PDAM, karena itu kewajiban sebagai konsumen.

"Apalagi PDAM adalah perusahaan yang harus kita dukung dan majukan. Melalui Badan Pengawas kami sudah meminta daftar nama by name by adress, termasuk instansi yang menunggak rekening PDAM nya, untuk kami tindak lanjuti," ujarnya. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel