Penusuk Polantas di Palembang Mengaku Teroris, Ini Kata Polri

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan kasus penusukan terhadap anggota Satlantas Polrestabes Palembang, Bripka Ridho Oktonardo masih dalam proses penyelidikan. Namun, diduga pelaku penusukan memiliki riwayat sakit jiwa.

"Masih lidik. Hasil sementara, tersangka ada riwayat sakit jiwa," kata Ramadhan saat dihubungi wartawan pada Sabtu, 5 Juni 2021.

Selain itu, Ramadhan membantah bahwa pelaku penusukan Bripka Ridho juga terlibat dugaan jaringan terorisme. Karena menurut dia, nama pelaku tidak ada dalam basis data Densus 88 Antiteror Polri.

“Belum pernah (terlibat terorisme). Dalam database Densus 88 tidak ada," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan, Bripka R ditikam oleh seorang tidak dikenal saat bertugas di pos lalu lintas simpang empat Jalan Angkatan 66, Sekip Ujung Palembang, Jumat sore.

Akibat penikaman dengan sebilah pisau itu anggota Polantas yang mengalami luka tusuk di bagian leher itu bisa diselamatkan nyawanya setelah menjalani pengobatan tim medis RS Hermina dan RS Bhayangkara Palembang.

Sementara Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi keterangan terkait kejadian dan latar belakang pelaku berinisial MI yang menusuk Bripka Ridho Oktanaro.

"Pelaku sedang diamankan guna mengetahui kepastian motifnya, semua informasi akan didalami," ujarnya usai menjenguk korban.

Warga yang berada di lokasi saat peristiwa penusukan terjadi menuturkan jika pelaku MI sempat mengaku sebagai teroris, namun menurutnya pengakuan itu tidak bisa langsung dipercaya.

Pihaknya hanya bisa memastikan jika korban selamat meski mengalami luka pada bagian leher dan tangan akibat tusukan, juga karena sempat berduel dengan pelaku sebelum warga datang.

"Korban kondisinya stabil dan kita berharap agar bisa cepat sembuh," kata dia.

Baca juga: Penusuk Polantas di Palembang Sempat Mengaku Teroris

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel