Penusuk Polisi yang Ribut dengan PSK di Bali Ditangkap, Pelaku Berusia 16 Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menangkap dua pelaku penganiayaan yang menewaskan Bripda (FNS) di Denpasar, Bali. Personel Baharkam Mabes Polri itu dikabarkan tewas dengan luka tikam di bagian leher setelah terlibat keributan dengan PSK yang dipesannya lewat aplikasi MiChat.

Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit memaparkan, pelaku yang ditangkap yakni F (16) dan A (15). Berdasarkan penyelidikan, penusukan dilakukan F, sedangkan A satu kali menendang korban. Peristiwa itu terjadi di hotel yang ada di Jalan Pidada Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, Rabu (16/11) sekitar pukul 01.00 Wita

"Pelakunya sudah ditangkap dua orang, inisial F dan A. Kami (ke TKP) bahwa memang sudah terjadi peristiwa penusukan itu. Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan setelah di rumah sakit dia (korban) meninggal dunia," kata Carlos saat ditemui di Mapolsek Denpasar Utara, Kamis (17/11).

Tolak Beberkan Kronologi

Namun, Carlos menolak menerangkan kronologi peristiwa tersebut. Dia tidak menjelaskan kenapa Bripda FNS berada di lokasi itu dan dikabarkan terlibat keributan dengan seorang PSK.

Carlos menyebut korban tewas karena lehernya ditusuk F menggunakan pisau. "Korban dan (dua) pelaku tidak saling kenal. Pelaku F menusuk dan pelaku A nendang sekali," ujarnya.

Dia mengakui Bripda FNS adalah anggota Polri yang bertugas di Baharkam Mabes Polri. "Beliau memang anggota Polri tugas di Baharkam Mabes Polri," ungkapnya.

Saat ditanya apakah benar korban membooking pekerja seks komersial (PSK) melalui aplikasi MiChat dan terlibat keributan dengan PSK, Carlos beralasan pihaknya masih dilakukan pendalaman dan penyidikan.

PSK Turut Diamankan

Dia juga enggan menjawab lugas saat ditanya apakah benar bahwa korban adalah anggota polri yang yang di tempatkan di Bali untuk Bantuan Kendali Operasi (BKO) pengamanan KTT G20. "Beliau polisi. Motifnya masih dalam proses penyidikan. Itu masih didalami seperti apa, motifnya nanti akan diproses sesuai dengan pasal yang disangkakan. (korban) polisi memang tugas yang jelas dia anggota Polri," jawabnya.

Selain dua tersangka, seorang perempuan berinisial LKDS (22) juga diamankan di Mapolresta Denpasar. Dia diperiksa sebagai saksi.

"(Kalau LKDS) diminta keterangan dalam rangka penyidikan untuk memperjelas perkaranya. (Dua pelaku) setelah kejadian langsung diamankan dan sudah tahan," ujarnya.

Sementara, dari informasi yang didapat bahwa korban tewas ditusuk diduga setelah terlibat keributan LKDS. Perempuan itu dikabarkan sebagai PSK yang dipesan korban melalui aplikasi MiChat.

[yan]