Penusukan Plt Kadis Parekraf, Wagub DKI: Motif karena Kontrak Kerja

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Penusukan (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan motif penusukan yang dialami Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya pada Rabu (10/2/2021) kemarin.

Kata dia, motif penusukan tersebut yakni pelaku merasa kecewa karena kontraknya sebagai Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) tidak diperpanjang.

"Kemarin memang Plt Kadis Pak Gumilar Ekalaya ditusuk oleh orang yang kecewa karena belum diperpanjang lagi bekerja sebagai sekuriti," kata Riza di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (11/2/2021).

Riza menyatakan, kontrak tersebut tidak diperpanjang dikarenakan terdapat sejumlah kendala. Salah satunya yakni terkait biaya.

"Petugas PJLP yang sudah habis masa kontraknya, belum mendapatkan kesempatan untuk diperpanjang, karena keterbatasan pembiayaan dan sebagainya," ucapnya.

Lanjut dia, saat ini kondisi Gumilar sudah membaik pasca-penusukan. Untuk peristiwa tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

"Kondisinya kemarin sudah dijahit 3 jahitan dan langsung pulang, kondisinya baik, saya sudah telepon juga kemarin. Kemudian juga yang melakukan penusukan sudah ditangani di kepolisian," jelas Riza.

Ditusuk di Ruangan Kerja

Sebelumnya, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya ditusuk orang tidak dikenal. Kejadian terjadi di kantor Dinas Parekraf pada Rabu siang.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparekraf, Bambang Ismadi menuturkan kronologi kejadian penusukan tersebut.

Kata dia, kejadian itu bermula saat Gumilar menerima pelaku yang bertamu ke kantornya di lantai 2. Ternyata pelaku membawa senjata tajam. Seketika, pelaku nekat menusuk Gumilar di bagian paha.

"Di dinas ini, lantai 2. Pak Gumi terima dia (pelaku). Bawa sajam dia. Ditusuklah Pak Gumi, kalau enggak salah kena di bagian paha," kata Bambang.

Pelaku juga sempat melukai petugas keamanan gedung saat hendak menangkapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: