Penusukan Polisi di Bali, Dua Orang jadi Tersangka dan Tiga DPO

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua orang penusuk Aipda IPJS (37) ditetapkan sebagai tersangka. Sementara tiga orang lainnya masih dikejar.

Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, dua tersangka berinisial TAJ (25) dan LP (34) yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.

"Untuk update penanganan kasus kemarin. Jadi kita sudah menetapkan tersangka atas nama TAJ dan LP. Kemudian, kita masih mengejar pelaku lainnya dan kami sudah keluarkan DPO-nya dan kita akan kejar kemanapun untuk bisa menangkap tersangka lainnya," kata Kombes Bambang, di Mapolrestabes Denpasar, Jumat (20/1).

Sementara untuk tersangka yang belum berhasil ditangkap ada sebanyak tiga orang dan kini sudah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Kemudian, untuk motif penusukan serta korban mendatangi tempat hiburan malam pada waktu itu, pihaknya mengatakan masih melakukan pemeriksaan.

"Untuk DPO masih tiga orang dan kita masih melakukan pengejaran lagi. Dan sudah diamankan dan dua tersangka ini yang juga melakukan penusukan. (Motifnya), kita masih melakukan pemeriksaan dan tolong dikasih kesempatan dulu," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, peristiwa pengeroyokan dan penusukan terjadi kepada seorang anggota kepolisian yang bertugas Polda Bali. Korban diketahui berinisial Aipda IPJS (37).

Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan adanya peristiwa tersebut,"Iya Polsek Kuta dan Polresta Denpasar yang tangani," kata Kombes Satake, Senin (9/1).

Sementara, dari informasi yang dihimpun bahwa korban diduga dikeroyok dan ditusuk oleh dua pria yang tak dikenal di Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali, pada Senin (9/1) sekitar pukul 03.30 WITA.

Saat itu, korban diduga terlibat perselisihan dengan pengunjung lain di bar dan berujung dengan perkelahian dan lalu dikeroyok dan ditusuk.

Sementara, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi juga membenarkan peristiwa tersebut dan saat ini korban sudah dirawat di rumah sakit,"Sudah dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Sementara, terkait pelaku dan motif pengeroyokan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman,

"Masih pengembangan dan pendalaman," ujarnya. [lia]