Penyakit Tak Sembuh, Jusep Tewas Minum Racun Serangga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Jusep Putera Kesuma (33) ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Jalan Nusantara, wilayah Tanah Galian, Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Jusep tewas setelah meminum cairan pembasmi serangga.

Jusep diduga nekat bunuh diri akibat sakit parah selama bertahun-tahun yang dideritanya dan memiliki persoalan pelik keluarga.

Korban pertama kali ditemukan oleh tetangga korban yang curiga karena sejak Jumat (19/10/2012) malam, Jusep tak kunjung keluar dari dalam rumah kontrakannya. Karena kecurigaan tersebut, tetangga korban mencoba mengetuk pintu kontrakannya beberapa kali, namun tak mendapat jawaban.

Karena curiga terjadi sesuatu dengan diri korban, akhirnya sejumlah tetangga mendobrak rumah kontrakan tersebut dan menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

"Kami terakhir ketemu korban itu Jumat sore. Nah besoknya dia nggak keliatan seharian, karena itu saya curiga," kata Vivi (28) tetangga korban kepada Tribunnews.com, di rumah kontrakannya, Minggu (21/10/2012).

Vivi bercerita, dirinya kaget saat pertama kali menemukan ada cairan pembasmi serangga ditemukan persis di samping jenazah korban.

"Belum jelas juga meninggalnya karena minum cairan itu atau bukan. Tapi memang ada ditemukan cairan serangga di samping jasadnya," tegasnya.

Vivi menduga Jusep tewas pada Sabtu pagi atau Jumat malam. Pasalnya, saat ditemukan jasadnya sudah dalam keadaan kaku dan mengering.

"Terakhir kali ketemu dia itu Jumat sore. Setelah itu nggak ketemu lagi, sampai besoknya kita nggak ada kabar apapun dari dia," ujarnya.

Saat ditanya terkait alasan yang menyebabkan Jusep nekat mengakhiri nyawanya, Vivi tak mengetahui pasti alasannya. Namun menurutnya, beberapa pekan terakhir Jusep sempat mengeluhkan persoalan penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

"Dia itu sudah lama menderita penyakit infeksi lambung. Bahkan waktu terakhir ketemu dia, dia baru pulang dari rumah sakit," lanjut Vivi.

Hal senada dikatakan Rasiti (40) seorang ibu yang berjualan nasi, yang sejak dua bulan terakhir sempat merawat Jusep di rumah kontrakannya. Menurut wanita yang biasa dipanggil Bude itu, selama dua bulan terakhir korban hanya bisa berada di dalam rumah dan tak melakukan aktifitas apapun.

"Dia nggak kerja, cuman bisa istirahat. Makan dan minum sama nyuci pakaiannya juga saya yang urusin. Dia keluar cuman untuk berobat saja. Kasihan dia, dia tinggal sendirian selama ini," ungkapnya.

Ditambahkan Bude, sebelum ditemukan tidak bernyawa, Jusep tidak sempat meninggalkan pesan apapun. Ia juga diketahui melakukan aktifitasnya, sama seperti biasa. Kecurigaan timbul setelah korban diketahui tidak muncul seharian dan tidak menjawab saat diketuk pintu rumahnya.

"Biasanya kan kalau saya mau antar makanan pintunya nggak dikunci. Nah ini pintunya dikunci dan nggak ada jawaban. Karena itu pintunya didobrak," tuturnya.

Atas permintaan keluarga korban, jenazah Jusep dibawa ke rumah keluarganya di Solo, Jawa Tengah dengan menggunakan ambulans dari RS Polri Kramat Jati.

  • Burma diundang memantau latihan militer AS
  • Huawei disebutkan tidak melakukan mata-mata
  • Jepang memprotes AS terkait pemerkosaan
  • Peretas komputer militer AS tidak diekstradisi
  • Dokter Ahli Syaraf Ini Mengaku Sudah Melihat Surga
  • Kebiadaban Bikin Elizabeth Dijatuhi Hukuman 99 Tahun Penjara
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.