Penyaluran Bansos dari Kemensos untuk Masyarakat Baduy Diapresiasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Baduy Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, senang menerima bantuan sosial tunai (BST) dan sembako yang digulirkan Kementerian Sosial saat pandemi Covid-19.

"Kami tentu cukup gembira menerima BST dan pembagian sembako untuk memenuhi konsumsi pangan keluarga," kata Tarwinah (50) seorang warga Baduy saat ditemui di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Penyaluran BST dan pembagian sembako sangat membantu masyarakat Baduy yang terdampak Covid-19, sebab penjualan hasil komoditas pertanian juga tampak lesu.

Saat ini, kata dia, dirinya pergi ke Rangkasbitung untuk menjual hasil ladang pertanian huma, namun harganya relatif murah, seperti pisang dibeli penampung Rp 20 ribu per tandan.

Kendati demikian, dia merasa senang dengan adanya penyaluran dana BST yang ke-tujuh kali dari sebelumnya Rp 600 ribu selama tiga bulan, tetapi kini menerima Rp 300 ribu per bulan.

Selain itu, dirinya juga menerima bantuan program sembako dengan menerima beras sebanyak 12 kg dan lauk pauk untuk pemenuhan gizi.

"Kami berharap bantuan sosial itu terus dilanjutkan Kementerian Sosial karena cukup membantu warga Baduy," kata Tarwina yang tinggal di Kampung Cipiit kawasan masyarakat adat Baduy.

Tetua adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Jaro Saija mengatakan saat ini jumlah penduduk Baduy tercatat 11.620 jiwa dan terdiri dari 5.870 laki-laki dan 5.570 perempuan.

Sebagian besar warga Baduy menerima BST dan pembagian sembako akibat dampak wabah corona itu. Selama ini, warganya tidak ditemukan kerawanan pangan maupun kelaparan sebab mereka bekerja di ladang-ladang bercocok tanam padi huma, palawija, hortikultura dan tanaman keras.

"Kami berharap bantuan itu terus berlanjut untuk meringankan beban ekonomi warga Baduy," katanya.

Sementara itu, Ketua Lentera Huma Berhati (LHB) Khairul Anam menilai tersalurkannya bansos ini tidak terlepas dari adanya komunikasi publik yang lebih baik antara pemerintah dalam hal ini Kemensos dengan masyarakat Baduy.

Karena saat awal pandemi mereka menolak akan adanya penyaluran dana sosial dari pemerintah, baik bantuan sosial tunai (BST) maupun bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19 di wilayah tersebut.

"Bantuan sosial dari pemerintah berupa sembako atau uang tunai sangat diterima dengan baik oleh masyarakat. Mereka senang karena beban sedikit terangkat, karena sejak pandemi Covid-19 ini makin banyak orang yang dikategorikan sebagai pihak yang kurang mampu," ujar Anam.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Memutus Rantai Kemiskinan

Menurut Anam yang juga pegiat sosial itu, bansos sangat bermanfaat untuk masyarakat terutama dalam situasi pandemi seperti saat ini agar bisa bertahan hidup.

"Sudah tak diragukan lagi efek positifnya terhadap masyarakat, para penerimanya adalah yang memang layak mendapatkan," ungkap Anam.

Dia berharap bansos yang diberikan betul-betul untuk kesejahteraan masyarakat bawah yang masuk kategori miskin dan rentan terdampak Covid-19 dan telah menyasar puluhan juta KPM sangat efektif menggerakkan roda perekonomian dari hulu ke hilir.

"Semoga manfaat bansos ini akan memutus mata rantai kemiskinan di level bawah," pungkasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: