Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Terus Digelontorkan di DKI Jakarta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 500 penerima manfaat di Tambora, Jakarta Barat menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) masing-masing sebesar Rp 300 ribu. Penyaluran diberikan melalui Bank DKI.

Berlangsung di SDN Jembatan Besi 01 Pagi, hadir Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto memantau penyaluran BST tersebut. Dia pun mengapresiasi kepada warga yang tertib dan patuhi protokol kesehatan.

Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengungkapkan bahwa proses penyaluran BST berjalan dengan lancar dan telah mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya wajib menggunakan masker, menjaga jarak selama menunggu antrean.

“Hari ini, sebanyak 500 penerima manfaat di Kecamatan Tambora menerima BST masing-masing sebesar Rp 300 ribu,” jelas dia, Jumat (5/2/2021).

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, pelaksanaan penyaluran BST kepada 1.055.216 penerima manfaat dilakukan mulai Januari tahun 2021 secara bertahap.

Penyaluran dilakukan bergiliran dari satu wilayah administrasi DKI Jakarta ke wilayah administrasi lainnya. Lokasi penyaluran terdapat di 160 titik lokasi dari masing-masing wilayah kota administrasi DKI Jakarta.

Sampai dengan 30 Januari 2021, setidaknya Bank DKI bersama Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan 756 ribu BST kepada penerima manfaat dengan persentase penyaluran sebesar 86 persen.

Herry menambahkan, terkait dengan pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial Tunai, Bank DKI memberikan apresiasi kepada penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang telah mematuhi protokol Kesehatan di lokasi penyaluran distribusi BST.

Penerima BST juga kooperatif dalam mengikuti jadwal yang telah disampaikan untuk menghindari kerumunan.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, distribusi BST yang dilakukan Bank DKI bersama Dinsos Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per titik lokasinya maksimal hanya melayani maksimal 500 orang penerima BST per hari.

Proses BST

Warga menunjukkan kartu ATM dan buku rekening Bank DKI yang berisi dana BST di SMPN 3, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Pencairan BST di Provinsi DKI Jakarta dilakukan secara bertahap mulai Januari-April 2021. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Warga menunjukkan kartu ATM dan buku rekening Bank DKI yang berisi dana BST di SMPN 3, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Pencairan BST di Provinsi DKI Jakarta dilakukan secara bertahap mulai Januari-April 2021. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Setiap penerima bantuan sosial akan menerima undangan paling lambat H-1 sebelum pelaksanaan distribusi dan undangan disampaikan oleh kasatpel sosial hingga RT RW untuk selanjutnya diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Setelah sampai di lokasi distribusi BST, penerima manfaat diwajibkan untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan serta mengecek suhu tubuh dan menjaga jarak di dalam maupun di luar ruangan distribusi BST.

“Penerima BST wajib membawa Undangan, KTP dan Kartu Keluarga (Asli & Fotocopy)," kata Herry.

Jika Penerima BST berhalangan hadir sesuai dengan jadwal pendistribusian, maka Penerima akan diundang kembali pada undangan kedua hingga undangan ketiga yang dilakukan setelah distribusi pertama selesai pada 5 wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu”.

Dalam proses penyaluran BST ataupun program Pemprov DKI Jakarta seperti KJP Plus, KJMU, KLJ, KPDJ, KAJ, KPJ, Kartu Dasa Wisma ataupun Bantuan Sosial lain seluruh Manajemen Bank DKI dan karyawan tidak menerima ataupun meminta hadiah atau bingkisan dalam bentuk apapun serta Bank DKI tidak pernah memungut biaya apapun (biaya administrasi, biaya transportasi dan biaya lainnya) dalam proses pendistribusian berbagai program Pemprov DKI Jakarta.