Penyaluran Kredit Bank Masih Kecil, Sri Mulyani Nilai Pertumbuhan Ekonomi Belum Aman

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II 2021. Menurutnya, pencapaian itu belum menunjukan ekonomi nasional telah sepenuhnya pulih, salah satu indikatornya karena penyaluran kredit perbankan yang masih tersendat.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah mengerahkan berbagai upaya luar biasa agar pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 capai hasil positif. Namun, ia tetap mewaspadai adanya kejutan dari penyebaran pandemi Covid-19.

"Tentu ini masih merupakan suatu proses yang harus terus dikawal secara sangat teliti dan hati-hati. Karena pandemi Covid-19 masih belum berakhir," ujar Sri Mulyani dalam seremoni MoU virtual yang digelar Bank Syariah Indonesia, Rabu (22/9/2021).

Dalam hal ini, ia mencermati pemulihan ekonomi dapat terjadi apabila sektor perbankan mulai menjalankan fungsi intermediasi. Itu bisa terwujud jika perbankan sudah bisa menerima banyak simpanan dari masyarakat, dan kemudian disalurkan untuk kegiatan produktif yang jadi penggerak roda perekonomian.

"Untuk bidang ini kita memang belum melihat pemulihan yang sangat kuat. Kredit perbankan pada Juli 2021 ini baru tumbuh 0,5 persen. Ini tentu masih sangat kecil dibandingkan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua yang sudah mencapai 7,07 persen," ungkapnya.

"Dan juga dibandingkan kondisi pre-covid dimana kredit bisa tumbuh di atas 7 persen. Bahkan di masa lalu bisa mencapai double digit growth," sebut Sri Mulyani.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tren Dana Pihak Ketiga

Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Di sisi lain, dia juga melihat tren dana pihak ketiga (DPK) yang disimpan di perbankan setiap tahunnya sering tumbuh double digit. Pada Juli 2021, itu sudah mulai tumbuh sebesar 10,43 persen.

Sri Mulyani lantas menyimpulkan, perbankan sudah dalam kondisi likuiditas yang baik dengan adanya penempatan dana dari masyarakat. Namun perbankan disinggungnya belum melakukan penyaluran dalam kegiatan-kegiatan produktif.

"Ini yang akan menjadi satu PR bagi kita untuk bersama-sama dengan sektor keuangan, tentu dengan Bank Indonesia, OJK, LPS akan mengawal, di satu sisi menjaga stabilitas sistem keuangan, namun di sisi lain mendorong agar sektor keuangan ini terus bergerak dalam menopang dan memulihkan ekonomi," tandasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel