Penyaluran KUR BRI Kanwil Malang capai Rp8,8 triliun

·Bacaan 1 menit

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Malang, hingga saat ini telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp8,8 triliun dalam upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pemimpin Wilayah BRI Kanwil Malang Prasetya Sayekti mengatakan bahwa, penyaluran KUR dengan total kurang lebih mencapai Rp8,8 triliun tersebut, telah disalurkan pada periode Januari hingga Mei 2021.

"Untuk penyaluran KUR, hingga akhir Mei 2021, telah disalurkan sebesar Rp 8,8 triliun," kata Prasetya, kepada ANTARA, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Menurut Prasetya, dari total KUR yang telah disalurkan tersebut, terbagi dalam segmen KUR Mikro sebesar Rp7,6 triliun, KUR Supermikro sebesar Rp499 miliar, dan KUR Kecil sebesar Rp693 miliar.

Prasetya menjelaskan, dengan total KUR sebanyak Rp8,8 triliun tersebut, disalurkan kepada 326.285 debitur. Penyaluran KUR tersebut didominasi pembiayaan sektor produksi, yang diharapkan mampu memperluas dampak atau multiplier effect terhadap sektor ekonomi.

"Penyaluran didominasi pembiayaan sektor produksi, yang diharapkan bisa memperluas multiplier effect dari pembiayaan KUR tersebut," kata Prasetya.

Tercatat, hingga Mei 2021, penyaluran untuk sektor non-perdagangan atau produksi mencapai sebesar 60,48 persen dari total penyaluran KUR.

Para debitur penerima KUR tersebut terdiri dari KUR Mikro 260.275 debitur, KUR Supermikro 62.944 debitur dan KUR Kecil 3.066 debitur.

Para penerima KUR tersebut, tersebar di wilayah kerja BRI Kanwil Malang yang mencakup 24 cabang dan tersebar di wilayah Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi, hingga Pacitan.

Tercacat, sepanjang 2020, BRI Kanwil Malang telah menyalurkan KUR mencapai Rp16,7 triliun untuk 695.515 debitur.

Baca juga: Kemenko Perkonomian sebut realisasi KUR capai Rp103,19 triliun

Baca juga: Pengamat sebut KUR dan Prakerja adalah kombinasi yang melengkapi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel