Penyaluran KUR di Maluku sepanjang 2021 Capai Rp 768,51 Miliar untuk 26.660 Debitur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Maluku pada kuartal II 2021 mengalami perbaikan.

"Pertumbuhan ekonomi sudah baik di Maluku, PDRB Kuartal 2-2021 yaitu 4,53 persen, dan ini sudah berada dalam jalur positif," kata Airlangga saat melakukan kunjungan kerja ke Ambon, Maluku, Senin (4/10/2021).

Pemerintah akan terus mendorong ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan program Kartu Prakerja yang tahun ini pesertanya meningkat hingga 2 kali lipat.

"Pemerintah juga terus mendorong Program Kartu Prakerja, jumlah penerimanya di 2021 di Maluku meningkat dua kali lipat dibandingkan 2020. Kami sudah diprioritaskan di timur, jadi semakin banyak anak muda kita yang mendapatkan Kartu Prakerja," kata Airlangga.

Dari sisi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), sejak Januari tahun ini hingga 27 September 2021 lalu, penyalurannya telah mencapai Rp 768,51 miliar untuk 26.660 debitur. Porsi penyaluran KUR di Provinsi Maluku selama 2021 per sektor terbesar sektor perdagangan (55,66 persen), jasa-jasa (19,25 persen), serta pertanian, perburuan dan kehutanan (12,72 persen).

Sektor pertanian dan perikanan merupakan salah satu sektor pendukung ekonomi Provinsi Maluku. Tercermin dari realisasi KUR yang tercatat sebesar Rp97,78 miliar (12,72 persen) dan 56,48 miliar (7,35 persen).

Sementara itu, penyaluran KUR di Kota Ambon pada Januari 2021 sampai 1 Oktober 2021 telah mencapai Rp 131,6 miliar kepada 4.081 debitur. Porsi penyaluran KUR di Kota Ambon selama 2021 per sektor terbesar yaitu sektor perdagangan (54,26 persen), jasa-jasa (36,72 persen), serta pertanian, perburuan, dan kehutanan (3,43 persen).

Komposisi penyaluran KUR pada sektor pertanian dan perikanan di Ambon tercatat masing-masing sebesar Rp 4,51 miliar (3,43 persen) dan Rp 2,88 miliar (2,18 persen).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perluasan

Pekerja menyaring air rebusan kedelai untuk pembuatan tahu di industri rumahan kawasan Jakarta, Selasa (17/12/2019). Pemerintah resmi memangkas bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi 6 persen, kebijakan ini mulai berlaku pada Januari 2020 mendatang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja menyaring air rebusan kedelai untuk pembuatan tahu di industri rumahan kawasan Jakarta, Selasa (17/12/2019). Pemerintah resmi memangkas bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi 6 persen, kebijakan ini mulai berlaku pada Januari 2020 mendatang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari berbagai capaian tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, menilai peluang terbsar penyaluran KUR pada sektor pertanian dan perikanan.

"Hal ini menandakan masih terbukanya peluang penyaluran KUR pada kedua sektor tersebut," kata Iskandar.

Iskandar juga melaporkan kinerja penyaluran KUR secara nasional terus meningkat. Realisasi KUR tahun ini sampai 27 September 2021 telah mencapai Rp 200,26 triliun (70,27 persen) yang diberikan kepada 5,39 juta debitur. Sehingga total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp321 triliun dengan NPL tetap terjaga di kisaran 1,14 persen.

Sebagai informasi,Pemerintah telah meningkatkan plafon KUR dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun.

Selain itu, Pemerintah juga menaikkan plafon KUR tanpa agunan tambahan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. Termasuk mewajibkan peningkatan ketentuan porsi kredit UMKM menjadi paling sedikit sebesar 30 persen pada Juni 2024.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel