Penyaluran Pupuk Subsidi Dibatasi, Ini 3 Kriteria Penerimanya

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah secara resmi akan membatasi penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun 2022. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penebusan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil menyampaikan, pembatasan ini dilakukan untuk mengoptimalkan penyaluran pupuk subsidi kepada petani. Dengan begitu, hasil pertanian dapat lebih maksimal dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Adapun, alokasi anggaran program pupuk bersubsidi tahun 2022 mencapai Rp25,28 triliun untuk 16 juta petani.

"Pemerintah harus ambil langkah tepat dan strategis untuk jaga ketahanan pangan. Salah satunya ini dengan cara subsidi pupuk dilakukan (penyesuaian)," katanya dalam konferensi pers secara hybrid di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (15/7).

Ali melanjutkan, terdapat tiga kriteria utama yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Pertama, petani dengan luas lahan maksimal 2 hektare (ha).

Kedua, harus tergabung dalam gabungan kelompok tani. Selain itu, pupuk bersubsidi ini juga hanya dikhususkan bagi 9 komoditas bahan pangan pokok strategis yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, kakao, tebu rakyat, dan bawang putih.

"Untuk jenis pupuknya adalah urea dan NPK. Hal ini pun sudah disepakati sesuai Panja Pupuk Subsidi Komisi IV DPR," tutupnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel