Penyandang disabilitas di Bone antusias ikut Vaksinasi COVID-19

Puluhan penyandang disabilitas dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan antusias mengikuti giat Gebyar vaksinasi COVID-19 Inklusif di Lapangan Basket Merdeka Bone, Sabtu.

Melalui keterangan pers yang diterima di Makassar, Sabtu, beragam penyandang disabilitas berkumpul di lokasi vaksinasi, menghabiskan waktu dan berbagi keceriaan bersama, mengajak sesama anggota kelompoknya untuk membangun solidaritas bangkit dari pandemi COVID-19.

Di antara antrean peserta vaksinasi, yakni seorang tunarungu setengah baya bernama Nuni.

Baca juga: Stafsus Presiden apresiasi hibah vaksin penguat bagi disabilitas

Reskyana Syam selaku Juru Bahasa Isyarat pada giat ini mengungkapkan bahwa kepribadian Nuni terbilang pendiam. Hampir tidak ada petugas, panitia, dan relawan yang mampu berkomunikasi dengannya.

“Jujur, saya agak kesulitan untuk membuka percakapan dengan Ibu Nuni,” kata Reskyana Syam, Juru Bahasa Isyarat yang secara profesional bekerja sepanjang rangkaian Gebyar Pekan Vaksinasi Inklusif COVID-19.

Baca juga: K3S Denpasar-Bali berbagi kasih pada lansia dan penyandang disabilitas

Rupanya, terungkap bahwa Nuni jarang keluar dari rumah dan meninggalkan desanya. Semasa kecil, dia lebih banyak ‘disembunyikan’ oleh keluarga, sehingga kurang memperoleh pengalaman kehidupan luar.

Bahasa isyarat yang dia gunakan adalah bahasa ibu, dengan gerakan jari atau tangan sebagai kode khas. Isyarat yang Nuni tunjukkan tidak lazim ditemukan dalam pakem Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) maupun Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI), sebagaimana yang diajarkan ke anak-anak tunarungu yang bersekolah atau sempat mengecap pendidikan.

Baca juga: 19 penyandang disabilitas dan 15 hafiz Quran bersaing masuk ULM

Hanya setelah mendapat bantuan dari Arfan, salah satu pegiat komunitas tuli dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN), Nuni bisa sedikit menjalin interaksi.

"Bagaimana pun sulitnya untuk berkomunikasi, Ibu Nuni berhasil dilayani dengan baik untuk menerima vaksinasi, hingga mendapatkan kartu vaksinasi," kata Reskyana.

Baca juga: Isu penyandang disabilitas jadi perhatian dalam Sherpa G20 Labuan Bajo

Lain halnya dengan kisah Nuni, seorang pemudi bernama Desi yang juga penyandang tunarungu turut berkumpul dalam kemeriahan Gebyar Pekan Vaksinasi Inklusif COVID-19.

Ia bersemangat menceritakan kisah hidupnya dengan menggunakan bahasa isyarat, terutama setelah dirinya mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Saat ini, Desi sedang membangun karir sebagai tenaga pe-make-up artist profesional yang melayani pengantin, dan mengembangkan usaha jahit pakaian tradisional serta kebaya pernikahan.

Selain itu, ada pula Wafi salah satu orang tua dari anak perempuan Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Bone. Ia dengan sabar menanti di barisan antrean penyandang disabilitas intelektual.

"Putri saya bersekolah di SLB Negeri 1 Bone, dan keluarga kami tinggal di Awangpone. Di desa kami jarang ada program vaksinasi COVID-19 seperti ini, jadi kami memutuskan untuk datang berpartisipasi di sini,” ujar Wafi.

Baca juga: Raperda Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas siap disahkan DPRD DKI

Berkat pendidikan yang baik, ia mengatakan putrinya sekarang sudah semakin pandai, “Anakku sekarang sudah bisa menghafal. Baik menghafal Pancasila, maupun menghafal surat-surat pendek Al Quran. Ia juga pandai menari,” katanya.

Mengingat kondisi putrinya, Wafi menyediakan waktu khusus untuk menjelaskan kepada buah hatinya itu agar siap menghadapi vaksinasi COVID-19. Ini akan menjadi suntikan vaksin pertama bagi anak perempuan berusia 12 tahun itu.

“Sebetulnya ia sudah bersedia mengikuti vaksinasi COVID-19, namun panik juga ketika melihat jarum suntik dipegang oleh dokter,” ujarnya tersenyum.

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 inklusif di Pinrang beri dokumen Kependudukan

Pada kesempatan ini, sebanyak 47 orang penyandang disabilitas berhasil melindungi dirinya dari COVID-19, baik dengan vaksin dosis pertama, kedua, maupun ketiga.

Kegiatan ini sekaligus menyediakan imunisasi campak Rubella bagi anak-anak hingga 12 tahun demi memenuhi target mitigasi Covid-19 dan pencapaian cakupan Bulan Imunisasi Anak Nasional.

Gebyar vaksinasi COVID-19 inklusif ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai Pemerintah Kabupaten Bone, lembaga/organisasi terkait dan didukung penuh oleh Pemerintah Australia melalui Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel