Penyebab Bentrokan Berdarah Dua Ormas di Bekasi Terkuak

·Bacaan 1 menit

VIVA – Keributan dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) di kawasan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu dini hari, ditenggarai karena tagihan seorang rentenir terhadap peminjam uang. Pemberi pinjaman merupakan anggota dari ormas yang bertikai.

Polisi mengatakan, awalnya seorang perempuan berinisial I meminjam uang kepada koperasi perorangan alias rentenir. Si pemberi peminjaman itu adalah anggota Pemuda Batak Bersatu (PBB).

Nilai pinjamannya Rp3,5 juta. Namun saat pencairan pinjaman, uangnya terlebih dahulu dipotong Rp300 ribu. Lalu penerima pinjaman harus mencicil sebesar Rp700 ribu per bulan selama tujuh kali.

"Karena merasa kesulitan melunasi, si peminjam ini meminta bantuan kepada ormas Gempa (Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah)," kata Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian.

Dua kelompok ormas, masing-masing bernama Pemuda Batak Bersatu (PBB) dan Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa), bentrok di wilayah Narogong, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu dini hari, 9 Juni 2021, sehingga melukai dua orang. Pemicunya karena seorang warga Narogong tak terima ditagih utang oleh anggota PBB.

Karena kesal, warga itu mengadukan masalahnya kepada ormas Gempa, yang kemudian memantik pertikaian fisik. Ormas PBB merasa sebagai pihak yang diserang oleh Gempa sehingga mereka melaporkannya kepada polisi, sebagaimana pernyataan Sekretaris Jenderal Riswandi Sianipar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel