Penyebab Campak pada Orang Dewasa, Ketahui Proses Infeksi, Gejala, dan Pengobatannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab campak pada orang dewasa adalah tidak jauh berbeda dengan penyebab campak pada anak-anak. Virus penyebab campak yang umum terjadi berasal dari keluarga Paramyxovirus.

Awal mula sebelum muncul wabah campak, virus penyebab campak pada orang dewasa dan anak-anak Paramyxovirus dibawa oleh kelelawar. Ini kemudian menginfeksi manusia dan menyerang saluran pernapasannya.

Manusia yang terinfeksi virus penyebab campak pada orang dewasa dan anak-anak biasanya akan mengalami gejala yang cukup beragam. Mata merah, pilek, lemas, demam tinggi, meriang, diare, dan muncul bercak putih keabu-abuan di mulut atau tenggorokan.

Bahayanya lagi, virus penyebab campak pada orang dewasa dapat menyebar dengan mudah dari percikan air liur penderitanya. Terutama ketika penderita batuk atau bersin. Persis seperti infeksi berbagai macam virus penyebab masalah pernapasan lainnya.

Berikut Liputan6.com ulas tentang penyebab campak pada orang dewasa lebih dalam dari berbagai sumber, Jumat (8/10/2021).

Penjelasan Lengkap Penyebab Campak pada Orang Dewasa

Ilustrasi Sakit Demam. Credit: pexels.com/Luna
Ilustrasi Sakit Demam. Credit: pexels.com/Luna

Orang dewasa berisiko pula menderita penyakit campak. Persis seperti penjelasan sebelumnya yang menerangkan bahwa penyebab penyakit campak pada orang dewasa sama dengan penyebab penyakit campak pada anak-anak, yakni keluarga Paramyxovirus.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa campak merupakan penyebab utama meninggalnya anak di dunia. Pernyataan ini masih berlaku meski vaksin untuk virus penyebab campak pada orang dewasa dan anak-anak sudah tersedia dan diberikan.

Penurunan angka kematiannya sebesar 79 persen dari tahun 2000 sampai 2014 di seluruh dunia. Virus penyebab campak pada orang dewasa atau Paramyxovirus memiliki bentuk yang tidak beraturan. Beberapa ada yang hampir berbentuk bulat seperti Coronavirus.

Permukaan Paramyxovirus yang menjadi penyebab campak pada orang dewasa atau anak-anak dipenuhi dengan molekul gula dan protein. Meski begitu, protein Paramyxovirus tak berbetuk mahkota. Paramyxovirus penyebab campak memiliki susunan kode genetik berbentuk rantai tunggal.

Proses Infeksi Virus Penyebab Campak pada Orang Dewasa

Penyebab campak yang umum terjadi pada orang dewasa adalah infeksinya terjadi melalui droplet dan berbahaya. Rantai tunggal yang dimiliki virus penyebab campak disebut dengan istilah RNA. Umumnya RNA keduanya akan tersimpan dalam pusat virus.

RNA kedua akan keluar begitu Paramyxovirus berhasil menempel pada sel inang. Seperti virus pada umumnya, Paramyxovirus yang sudah menempel pada inang akan dengan mudah menggandakan diri. Selain virus penyebab campak, Paramyxovirus juga timbulkan beragam penyakit berbahaya.

Infeksi Paramyxovirus yang menjadi penyebab campak bisa sebabkan penyakit pernapasan akut. Mulai dari pneumonia, bronkiolitis, dan gondok. Parahnya lagi, Paramyxovirus bisa menyerang jaringan otak manusia. Jika infeksi virus penyebab campak terjadi pada anak-anak, tentu akan bahayakan perkembangan otaknya.

Gejala Penyakit Campak pada Orang Dewasa

Ilustrasi Flu dan Pilek. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Flu dan Pilek. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

1. Demam tinggi, yang umumnya timbul sekitar 10-12 hari setelah seseorang terekspos oleh virus campak.

2. Keluhan saluran pernapasan, seperti batuk dan hidung berair.

3. Mata kemerahan dan berair.

4. Bercak putih di dalam rongga mulut.

5. Ruam kemerahan yang cukup khas pada campak dapat timbul sekitar 3- 5 hari setelah gejala lainnya. Biasanya dimulai dari wajah dan leher bagian atas.

6. Dalam periode waktu beberapa hari setelahnya, ruam kemerahan juga timbul pada bagian tubuh lainnya. Mulai dari badan, punggung, tangan, dan kaki.

7. Ruam ini akan bertahan selama beberapa hari, lalu mulai menghilang sesuai dengan urutan timbul.

8. Terkadang, ruam kemerahan dapat disertai dengan keluhan gatal.

9. Secara umum, gejala yang dialami oleh penderita campak dapat berlangsung selama 4- 7 hari, sebelum akhirnya mereda.

Pengobatan Infeksi Virus Penyebab Campak atau Paramyxovirus

Penderita campak tanpa komplikasi dapat melakukan rawat jalan. Sementara, rawap inap diperlukan jika penderita mengalami komplikasi, seperti dehidrasi, infeksi saluran pernapasan, kesulitan untuk mendapatkan asupan, dan sebagainya.

Penanganan campak yang diberikan oleh dokter umumnya bersifat suportif, seperti:

1. Pemberian infus dapat dipertimbangkan bila dinilai terjadi dehidrasi yang berat, terdapat kesulitan untuk mendapatkan asupan, atau demam tinggi terus-menerus yang dapat mengakibatkan dehidrasi.

2. Pemberian obat sesuai gejala. Misalnya: obat antipiretik untuk keluhan demam, obat pereda batuk untuk keluhan batuk, obat pereda pilek untuk keluhan pilek dan hidung tersumbat, dan obat antimual untuk keluhan mual.

3. Pemberian suplementasi vitamin A, terutama pada pasien dengan defisiensi vitamin A.

Pencegahan Infeksi Virus Penyebab Campak atau Paramyxovirus

Vaksin atau imunisasi yang dilakukan sejak dini atau saat masih anak-anak adalah cara terbaik untuk mencegah campak. MMR merupakan salah satu jenis vaksin yang dapat melindungi seseorang dari serangan penyakit campak, gondongan, dan rubella atau campak Jerman. Vaksin ini juga termasuk jenis imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah.

Imunisasi campak dilakukan pada saat anak berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan vaksin MMR yang merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak, gondongan, dan rubella. Imunisasi MMR dilakukan pada usia 15 bulan dan diulang pada usia 5 tahun.

Penyakit ini mudah menular. Oleh karena itu, hindari kontak langsung dengan orang-orang yang rentan terhadap infeksi virus ini. Seperti anak kecil dan wanita hamil.

Selain itu, jaga selalu kebersihan lingkungan dan diri. Cucilah tangan dengan benar, yaitu di bawah air mengalir dan menggunakan sabun agar kuman, bakteri, dan virus tak sempat berkembang biak di tubuh.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel