Penyebab Demam Tinggi dan Cara Meredakannya, Perhatikan Gejala

·Bacaan 8 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab demam tinggi yang dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa adalah sama. Bisa infeksi virus, masalah DBD, dehidrasi, alergi, dan cedera tulang. Demam yang tinggi bukanlah suatu penyakit, tetapi gejala suatu penyakit.

Menurut para ahli, penyebab demam tinggi pun menjadi satu mekanisme bentuk pertahanan tubuh melawan infeksi. Orang dewasa dianggap demam apabila pengukuran suhu oral (diukur lewat mulut) di atas 38 derajat Celcius, atau suhu rektal (diukur melalui anus) maupun telinga di atas 38.3 derajat Celcius.

Anak dan balita dianggap demam tinggi apabila suhu rektalnya > 38 derajat Celcius. Penyebab demam tinggi tidak boleh disepelekan. Apalagi demam tinggi bisa menimbulkan sejumlah komplikasi yang dapat membahayakan tubuh. Mulai dari dehidrasi berat, halusinasi, dan kejang.

Agar bisa lebih memahami apa saja penyebab demam tinggi yang dialami anak-anak hingga orang dewasa, berikut Liputan6.com ulas tentang penyebab demam tinggi dari berbagai sumber, Minggu (4/7/2021).

Penyebab Demam Tinggi

Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Penyebab demam tinggi secara mendadak termasuk jenis demam yang harus diwaspadai. Salah satu penyakit yang bisa menjadi penyebab demam tinggi mendadak ini adalah penyakit demam berdarah (DBD). Tinggi demam ini bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Sedangkan pemicunya penyebab demam tinggi karena DBD adalah gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Beberapa penderita mungkin ada yang mengalami batuk dan pilek. Meskipun bagi penderita DBD mayoritas akan mengalami demam tinggi selama dua sampai tujuh hari berturut-turut.

Pentingnya penangan demam ini, agar komplikasi tidak terjadi. Misalnya saja seperti komplikasi getah bening dan pembuluh darah. Hingga terjadi perdarahan dari hidung dan gusi. Kemudian terjadi pembesaran hati, kegagalan sistem peredaran darah, dan bisa menghilangkan nyawa penderitanya.

Gejala yang dialami penderita:

- Sakit kepala parah diikuti sakit pada bagian belakang mata

- Nyeri otot dan sendi yang parah dan kelelahan

- Mual dan muntah

- Muncul ruam kulit, yang muncul dua hingga lima hari setelah timbulnya demam

- Perdarahan ringan (seperti hidung berdarah, gusi berdarah, atau mudah memar)

Penyebab Demam Tinggi Lainnya

Tak hanya DBD yang bisa menjadi penyebab demam tinggi. Pahami, demam tinggi bukanlah suatu penyakit tetapi gejala dari penyakit tertentu. Para ahli mengungkap penyebab demam tinggi adalah bagian dari mekanisme pertahanan tubuh manusia melawan infeksi. Berikut penyebab demam tinggi lainnya:

1. Infeksi Virus

Infeksi virus sering kali menjadi salah satu penyebab demam tinggi dan meriang. Biasanya, seseorang yang mengalami kondisi ini juga akan mengeluhkan gejala lain seperti nyeri otot, pilek dan diare. Infeksi virus yang biasanya menjadi penyebab demam tinggi adalah flu, sakit tenggorokan, cacar air atau pneumonia, hingga covid-19.

Pada kasus ini, cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyebab demam tinggi adalah dengan bed rest dan minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari. Sedangkan, sebagai langkah pencegahan infeksi lanjutan, penerapan gaya hidup sehat harus segera dilakukan. Bila demam tinggi yang dialami belum juga pulih, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.

2. Dehidrasi

Penyebab demam tinggi lainnya adalah dehidrasi alias kekurangan cairan. Kondisi ini sering ditemui pada bayi dan anak, meski tak menutup kemungkinan untuk terjadi pada orang dewasa juga. Untuk mengatasi penyebab demam tinggi satu ini, bisa memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Selain itu, pada bayi dan balita, mengonsumsi ASI dalam jumlah cukup merupakan suatu kewajiban untuk menghindari demam.

3. Alergi

Alergi merupakan salah satu penyebab demam tinggi yang sering diremehkan. Saat alergi kambuh, penderita dapat mengalami berbagai keluhan seperti demam tinggi, gatal, hidung berair dan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh.

Untuk mengatasi penyebab demam tinggi akibat alergi, penderita wajib menghindari faktor pencetus (alergen). Pada kasus yang berat, penderita perlu mengonsumsi antihistamin atau steroid yang diberikan oleh dokter.

4. Cedera Tulang

Penyebab demam tinggi berikutnya adalah cedera tulang dan penyakit sendi. Seorang yang mengalami patah tulang dapat mengalami berbagai keluhan, seperti bagian tubuh yang cedera menjadi panas, membengkak dan sulit digerakkan.

Selain itu, penyakit rheumatoid atau penyakit kronis yang menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada sendi, jaringan di sekitar sendi dan organ lain dalam tubuh manusia juga bisa menjadi penyebab demam tinggi.

Pada keadaan ini, tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebab demam tinggi adalah kompres dingin. Hal ini bertujuan untuk mengurangi nyeri di daerah yang cedera. Setelah itu, pemasangan bidai pada daerah yang terlibat juga dapat dilakukan untuk mengurangi pergerakan bagian tubuh yang cedera.

Penyebab Demam Tinggi dan Sesak Napas

Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/Felix
Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/Felix

Infeksi coronavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona dan menimbulkan gejala utama berupa gangguan pernapasan. Namun, gejala utama yang bisa terlihat dan mudah dikenali adalah demam yang dialami penderitanya. Demam akan terasa sangat tinggi, yakni lebih dari 38 derajat celcius disertai sesak napas dan batuk kering.

Tidak heran jika penyebab demam tinggi ini termasuk jenis demam yang harus diwaspadai. Demam yang dialami tidak biasa karena bisa menyebabkan penderitanya menggigil. Terkadang ada yang mengalami diare, sakit kepala, konjungtivitis, hilangnya kemampuan indra penciuman/perasa, dan muncul ruam di kulit.

Komplikasi seperti gagal napas, gagal jantung akut, dan infeksi sekunder akibat kuman lainnya dapat terjadi bila kondisi ini tidak segera diatasi atau bila penyakit mengalami perburukan dengan sangat cepat.

Hingga saat ini, belum ada terapi anti-virus yang terbukti efektif untuk mengatasi infeksi virus corona covid-19. Beberapa anti-virus yang telah berhasil menangani infeksi MERS-CoV dan SARS-CoV sebelumnya, belum menunjukkan hasil memuaskan untuk mengatasi infeksi virus corona yang baru ini.

Penderita yang terinfeksi virus corona akan menerima terapi yang bersifat suportif untuk mengurangi gejala. Misalnya anti-piretik untuk menurunkan suhu tubuh dan cairan untuk mencegah dehidrasi, serta terapi oksigen pada pasien yang mengalami sesak napas. Pada kondisi yang berat, bantuan napas melalui mesin ventilator dapat diberikan pada pasien untuk menyokong fungsi organ vital lainnya.

Penyebab Demam Naik Turun

Sedikit berbeda dengan demam yang tinggi mendadak. Demam yang naik turun ini hampir mirip seperti gejala flu atau pilek. Padahal sebenarnya kondisi ini termasuk jenis demam yang harus diwaspadai. Sebab jenis demam ini bisa mengindikasikan penyakit malaria.

Demam yang naik turun karena malaria akan disertai dengan penderita yang mengakami kedinginan (menggigil). Suhu tubuh penderitanya bisa mencapai 40 derajat celcius dan terus berkeringat.

Demam naik turun ini terkadang akan membuat penderita sehat sesaat dan sesaatnya lagi demam tinggi. Rentan waktu kekambuhannya sekitar 8 hingga 10 jam, 48 jam, atau 72 jam. Komplikasi juga bisa dialami penderitanya. Misalnya saja seperti pecahnya sejumlah sel darah merah, gagal ginjal, anemia, dan edema paru.

Gejala yang dialami penderita:

- Sakit kepala

- Nyeri otot

- Tubuh menggigil dan kedinginan

- Tubuh berkeringat

- Mual dan muntah

Diagnosis Demam Tinggi

Ilustrasi Demam dan Sakit Kepala. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Demam dan Sakit Kepala. Credit: pexels.com/pixabay

Untuk mengetahui seseorang demam atau tidak, perlu dilakukan pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan termometer. Suhu tubuh umumnya diukur pada mulut (oral), anus (rektal), telinga, ketiak, dan dahi. Hasil yang didapat bervariasi, tergantung dari lokasi pengukuran suhu.

Berikut adalah perbandingannya secara umum:

- Rata-rata suhu oral normal adalah 37oC

- Suhu rektal dan telinga lebih tinggi 0,3–0,6oC daripada suhu oral

- Suhu ketiak dan dahi biasanya lebih rendah 0,3–0,6oC daripada suhu oral

Pengukuran melalui ketiak, telinga, dan dahi lebih mudah dilakukan daripada melalui anus dan mulut, tetapi hasilnya kurang akurat. Pada bayi dan balita dianjurkan untuk mengukur suhu rektal atau oral.

Di kala sehat, ukurlah suhu tubuh pada pagi dan malam hari. Ini akan membantu seseorang mengetahui berapa rata-rata suhu basalnya (suhu terendah yang normal), sehingga bila ada sedikit peningkatan dapat menjadi tanda adanya sesuatu dalam tubuh. Suhu tubuh normal dapat bervariasi, kurang lebih 0,6oC dalam sehari.

Untuk mendapatkan hasil pengukuran suhu tubuh yang akurat, sebelum melakukan pengukuran sebaiknya menunggu paling sedikit 20–30 menit setelah merokok, makan, atau konsumsi minuman panas ataupun dingin, dan paling tidak 1 jam setelah berolahraga atau mandi air panas.

Cara Meredakan Demam

1. Obat

Kandungan paracetamol dan ibuprofen yang ada pada obat penurun demam akan menurunkan panas dan juga meredakan nyeri demam termasuk saat kamu merasa sakit kepala. Kandungan keduanya sangat efektif dalam meringankan demam dan sakit kepala, konsumsi pada malam hari dan keesokan harinya tubuh akan terasa jauh lebih baik.

2. Air Hangat

Mengonsumsi air hangat bisa memperlancar sirkulasi pada pembuluh darah, membuat otot-otot tubuh menjadi rileks. Dengan cara ini akan membantu mengatasi rasa nyeri dari sendi-sendi yang sakit. Akan lebih baik lagi jika saat mengonsumsi obat penurun demam dilarutkan bersama dengan air hangat. Kondisi tubuh pun akhirnya akan semakin membaik pada esok hari.

3. Sayur dan Buah

Makan sayur selagi hangat agar tubuh menjadi rileks dan demam pun turun. Untuk makanan penutup, kamu juga bisa mengonsumsi buah. Kamu bisa memilih buah jeruk, apel, dan juga anggur yang baik dikonsumsi pada saat demam dan sakit kepala. Jika kamu bosan memakan buah secara langsung, kamu bisa menyajikannya dalam bentuk jus tanpa tambahan es batu.

4. Koyo

Menempelkan koyo di dahi sangat efektif untuk menurunkan demam, nyeri, dan juga sakit kepala. Mungkin efek yang dirasakan adalah dingin dan kurang nyaman, namun jika kamu memakainya saat tidur maka tidak akan terasa. Selain koyo, kamu juga bisa meng-kompres kepala dengan air hangat lalu ditempelkan pada dahi.

5. Istirahat dan Tidur

Bisa jadi tubuhmu demam dan sakit kepala karena kelelahan akibat terlalu banyak bekerja. Maka dari itu, demam dan sakit kepala menjadi reminder agar kamu meng-istirahatkan tubuh lebih lama. Saat sedang demam dan sakit kepala sebaiknya hindari aktivitas begadang yang tidak perlu. Selain itu, hindari juga overthinking karena hal tersebut hanya akan memperburuk rasa sakit kepala yang sedang kamu alami.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel