Penyebab Down Syndrome pada Bayi, Ketahui Cara Mencegahnya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Memahami penyebab down syndrome pada bayi adalah kelainan kromosom. Bila bayi normal memiliki 46 kromosom, bayi dengan down syndrome memiliki lebih dari itu. Misalnya saja bayi memiliki salinan ekstra dari salah satu kromosom tersebut, yaitu kromosom 21.

Kromosom ekstra yang dimiliki bayi ini umumnya akan memengaruhi karakteristik fisik dan kemampuan belajar penderita down syndrome. Apalagi masalah down syndrome tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa diatasi. Apalagi faktor risiko penyebab down syndrome pada bayi?

Faktor risiko penyebab down syndrome pada bayi adalah usia tua saat hamil, pernah punya anak down syndrome, dan riwayat keluarga. CDC mengungkap kondisi down syndrome pada bayi sudah cukup umum ditemukan di AS. Setiap tahun, sekitar 6.000 bayi yang lahir di Amerika Serikat mengalami down syndrome.

Ini berarti down syndrome terjadi pada sekitar 1 dari setiap 700 bayi di AS. Berikut Liputan6.com ulas penyebab down syndrome pada bayi lebih dalam dari berbagai sumber, Senin (27/9/2021).

Penyebab Down Syndrome pada Bayi

Ilustrasi bayi. (pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi bayi. (pexels.com/Pixabay)

Pada anak normal lahir dengan 46 kromosom, sedangkan penyebab down syndrome pada bayi paling utama adalah memiliki salinan ekstra dari salah satu kromosom tersebut, yaitu kromosom 21. Istilah medisnya salinan ekstra tersebut yaitu 'trisomi'.

Maka dari itu down syndrome juga disebut sebagai trisomi 21. Trisomi ini mengubah cara tubuh dan otak bayi berkembang, yang dapat menyebabkan masalah mental dan fisik bagi bayi. Penyebab down syndrome pada bayi menurut para ahli, pembelahan sel abnormal pada awal perkembangan embrio dalam kandungan.

Secara normal, sel anak membawa 46 kromosom, 23 kromosom dari ibu dan 23 kromosom dari ayah. Namun, pada anak yang terkena Down Syndrome jumlah kromosomnya menjadi 47. Anak yang memiliki kromosom berlebih dari jumlah normal (46) akan mengalami gangguan pertumbuhan, baik dari segi mental maupun fisik.

Faktor risiko penyebab down syndrome pada bayi:

1. Usia Tua saat Hamil

Faktor penyebab down syndrome pada bayi adalah usia tua saat hamil. Risiko penyebab down syndrome pada bayi ini meningkat pada wanita yang hamil usia 35 tahun ke atas.

Makin tua usia ibu saat hamil, maka kemungkinan anaknya mengalami Down Syndrome makin tinggi. Penyebab down syndrome pada bayi ini dipengaruhi oleh kualitas sel telur yang makin rendah dengan pertambahan usia wanita tersebut.

Bukan hanya menjadi penyebab down syndrome pada bayi. Risiko bayi mengalami kelainan genetik lainnya juga meningkat pada ibu yang hamil di atas usia 35 tahun.

2. Pernah Memiliki Anak dengan Down Syndrome

Faktor penyebab down syndrome pada bayi adalah pernah memiliki anak dengan kondisi tersebut. Pada umumnya, Down Syndrome terjadi pada 1 dari 800 kelahiran. Akan tetapi, pada ibu yang sudah memiliki anak dengan Down Syndrome kemungkinan memiliki anak dengan Down Syndrome lagi meningkat menjadi 1 dari 100 kelahiran.

3. Punya Riwayat Keluarga dengan Down Syndrome

Penyebab down syndrome pada bayi adalah memiliki riwayat keluarga dengan Down Syndrome, salah satunya adalah translokasi. Tipe penyebab down syndrome pada bayi ini dapat diturunkan secara genetik. Inilah mengapa, jika ada anggota keluarga yang memiliki anak dengan Down Syndrome tipe translokasi, risiko penyebab down syndrome pada bayi juga akan meningkat.

Ciri-Ciri Bayi Down Syndrome

Ilustrasi bayi | pexels.com
Ilustrasi bayi | pexels.com

1. Bentuk Telinga Tidak Normal

Ciri-ciri bayi down syndrome memiliki bentuk telinga yang tidak normal. Bentuk tersebut bervariasi, namun ciri-ciri bayi down syndrome tidak seperti anak normal lainnya.

2. Bentuk Wajah Datar

Ciri-ciri bayi down syndrome juga memiliki wajah yang relatif datar. Hal ini dapat Anda perhatikan jika melihat wajah bayi dari samping. Akan tetapi perlu diperhatikan pula apakah ciri-ciri bayi down syndrome dengan wajah datar tersebut secara genetik mirip dengan orang tua atau tidak.

3. Leher Pendek

Ciri-ciri bayi down syndrome biasanya memiliki leher yang lebih pendek dibandingkan dengan anak kebanyakan. Bahkan terkadang, jika diperhatikan ciri-ciri bayi down syndrome sebagian dari mereka memiliki lemak berlebih di bagian leher, sehingga lehernya terlihat dan terasa menggelambir.

4. Lidah Besar

Ciri-ciri bayi down syndrome memiliki lidah yang besar ditambah ukuran mulut yang relatif lebih kecil. Kondisi ciri-ciri bayi down syndrome tersebut membuat lidah dan mulut mereka tampak tidak proporsional.

5. Garis Tajam Telapak Tangan

Telapak tangan pada tangan anak dengan Sindrom Down memiliki sebuah garis tangan tunggal yang dalam. Ciri-ciri bayi down syndrome ini disebut sebagai simian crease.

6. Jempol Kaki Terpisah Jauh dari Telunjuk

Berbeda dengan anak normal, ciri-ciri bayi down syndrome memiliki jarak yang relatif jauh antara ibu jari dengan jari-jari kaki lainnya, terutama telunjuk.

7. Jari-jari yang Pendek dan Lebar

Ciri-ciri bayi down syndrome dengan kelainan kromosom seperti ini memiliki jari-jari kaki dan tangan yang relatif lebih pendek dan lebar dibandingkan dengan anak normal.

8. Pusar Berukuran Besar

Ciri-ciri bayi down syndrome memiliki pusar yang ukurannya lebih besar dan menonjol. Kendati demikian, ada pula anak yang memiliki pusar besar, tetapi tidak mengalami down syndrome.

9. Kepala Kecil

Ciri-ciri bayi down syndrome adalah bagian kepala mereka lebih kecil daripada kepala bayi secara umum. Untuk memastikan secara objektif ciri-ciri bayi down syndrome, dokter dapat mengukur lingkar kepala dan melakukan plot pada kurva lingkar kepala anak.

10. Mata Bagian Pinggir Melancip ke Atas

Ciri-ciri bayi down syndrome dapat dilihat dari matanya. Tepat di ujung mata bagian samping melancip ke atas, tidak lurus seperti anak-anak kebanyakan. Ciri-ciri bayi down syndrome ini merupakan salah satu karakteristik khas bayi dengan sindrom tersebut.

11. Ada Bintik Putih pada Pupil Mata

Jika diperhatikan dengan saksama, ciri-ciri bayi down syndrome memiliki bintik-bintik putih pada bagian pupil mata mereka. Kondisi tersebut dinamakan brushfield spots.

12. Letak Telinga Rendah

Jika dilihat dari depan, ciri-ciri bayi down syndrome letak telinganya berada di bawah garis mata. Pada anak normal, posisi puncak telinga seharusnya berada sejajar dengan garis mata.

13. Hidung Bagian Atas Datar

Ciri-ciri bayi down syndrome adalah hidung bagian atas datar atau yang dikenal dengan istilah flat nasal bridg. Ciri-ciri bayi down syndrome ini merupakan salah satu karakteristik yang sering ditemui pada mereka.

14. Perawakan Pendek

Bila diukur secara objektif, ciri-ciri bayi down syndrome biasanya panjang badan pada anak yang mengalami kelainan kromosom cenderung lebih rendah dibandingkan dengan anak normal.

15. Bergerak Lebih Pasif

Nah, selain soal fisik, ciri-ciri bayi down syndrome perilakunya terbilang lebih pasif. Pasalnya, ciri-ciri bayi down syndrome memiliki masalah hipotiroid, sehingga tonus otot mereka lebih lemah dibandingkan anak-anak secara umum.

Cara Mencegah Bayi Lahir Down Syndrome

Ilustrasi ibu dan bayi/copyright rawpixel
Ilustrasi ibu dan bayi/copyright rawpixel

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan Down Syndrome. Pengobatan ditujukan untuk mendukung hidup penderita sindrom ini, seperti:

1. Kerja sama dengan beberapa spesialis

2. Dukungan terhadap perkembangan anak seperti terapi wicara, bahasa, fisioterapi, dan lain-lain

3. Ikut dalam grup pendukung seperti asosiasi sindrom Down

Selain itu, pahami cara mencegah bayi lahir down syndrome. Apa saja?

1. Mencukupi Kebutuhan Asam Folat di Masa Kehamilan

Asam folat merupakan asupan yang wajib didapatkan oleh seorang wanita yang sedang berencana hamil atau sedang dalam fase kehamilan. Hal ini dikarenakan asam folat terbukti efektif mencegah kelainan yang mungkin terjadi pada janin, termasuk Down Syndrome.

Asam folat yang dibutuhkan saat merencanakan kehamilan atau selama hamil adalah sekitar 400–800 mg per hari. Zat gizi ini bisa ditemukan pada sayuran hijau, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta susu hamil.

2. Melakukan Pemeriksaan Antenatal Secara Rutin dan Teratur

Pemeriksaan antenatal sangat penting untuk dilakukan di minggu-minggu pertama kehamilan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan bakal janin, termasuk untuk mendeteksi dan mencegah segala kelainan yang mungkin terjadi.

3. Menghindari Terpapar Bahan-Bahan Berbahaya

Apabila kamu sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, pastikan kedua belah pihak (pria dan wanita) terhindar dari minuman beralkohol maupun rokok dan paparan asapnya.

Kedua komponen berbahaya tersebut dapat memengaruhi kualitas sperma pria dan sel telur pada wanita. Sedangkan, paparan alkohol atau rokok selama kehamilan dapat memberikan dampak buruk secara langsung pada janin dalam kandungan.

4. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan sangat penting. Pastikan asupan yang dikonsumsi oleh wanita hamil selalu berasal dari sumber yang bersih dan sehat. Hindari makanan cepat saji atau makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya.

Selain itu, lakukan olahraga ringan sebanyak 3 kali seminggu. Pastikan juga istirahat cukup, dan terhindar dari stres maupun Depresi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel