Penyebab Gunung Meletus dan Cara Mengatasinya saat Sebelum hingga Setelah Letusan

·Bacaan 10 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab gunung meletus yang umum terjadi berkaitan dengan aktivitas internal gunung itu sendiri. Penyebab gunung meletus adalah dipengaruhi lempeng yang berdesakan, tekanan tinggi, gempa vulkanik, tektonik, suhu kawah meningkat, peningkatan gelombang magnet, dan listrik.

Tentu, penyebab gunung meletus bukan sesuatu yang bisa dihindari. Maka cara mengatasi saat gunung akan meletus harus dipersiapkan betul. Tepat sebelum, saat, dan setelah terjadinya letusan. Pengetahuan mitigasi bencana ini penting untuk meminimalisir risiko buruk saat dan setelah terjadinya letusan.

Letusan abu gunung berapi mengandung bermacam-macam gas mulai dari Sulfur Dioksida atau SO2, gas Hidrogen sulfide atau H2S, No2 atau Nitrogen Dioksida serta beberapa partikel debu yang berpotensi meracuni makhluk hidup di sekitarnya.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab gunung meletus dan cara mengatasinya sebelum, saat, dan setelah terjadinya letusan dari berbagai sumber, Kamis (24/6/2021).

Penyebab Gunung Meletus yang Umum Terjadi

Pemandangan aliran lahar dari letusan gunung berapi di Semenanjung Reykjanes, barat daya Islandia, Senin (29/3/2021). Letusan gunung berapi tersebut masih menarik ribuan orang yang berharap untuk mendekati aliran lahar. (AP Photo/Marco Di Marco)
Pemandangan aliran lahar dari letusan gunung berapi di Semenanjung Reykjanes, barat daya Islandia, Senin (29/3/2021). Letusan gunung berapi tersebut masih menarik ribuan orang yang berharap untuk mendekati aliran lahar. (AP Photo/Marco Di Marco)

1. Gempa Vulkanik

Penyebab gunung meletus adalah peningkatan kegempaan vulkanik yang terjadi. Gempa vulkanik adalah gempa bumi akibat aktivitas vulkanisme atau kegunungapian.

Gempa bumi vulkanik juga terjadi karena aktivitas magma di dalam gunung berapi. Peningkatan kegempaan vulkanik bisa menjadi penyebab gunung meletus jika terjadi berkali-kali yang tercatat dalam alat pengukur getaran gempa bumi atau seismograf.

Jika aktivitas kegempaan vulkanik semakin hari semakin banyak dan membesar, maka gunung berapi bisa meletus dan masyarakat di sekitar akan dihimbau untuk waspada, hingga mengungsi.

2. Pergerakan Tektonik

Pergerakan lempeng tektonik yang terjadi pada lapisan bumi termasuk penyebab gunung meletus. Pergerakan tektonik yang terjadi pada struktur lapisan bumi di bawah gunung, misalnya gerakan lempeng.

Gerakan ini dapat menyebabkan meningkatnya tekanan pada dapur magma dan pada akhirnya akan membuat magma tersebut terdorong ke atas hingga berada tepat di bawah kawah.

Pergerakan tektonik ini juga akan menyebabkan suhu kawah meningkat secara signifikan. Naiknya suhu ini disebabkan karena naiknya magma hingga menuju tepat di bawah kawah.

Selain itu, hal ini juga akan menyebabkan air tanah di sekitar kawah menjadi kering, hewan-hewan yang ada di gunung akan panik bahkan mereka akan turun gunung untuk menyelamatkan diri.

3. Deformasi Badan Gunung

Deformasi badan gunung adalah peningkatan gelombang magnet dan listrik. Dapat menyebabkan struktur lapisan batuan gunung yang dapat mempengaruhi bagian dalam seperti dapur magma menjadi tersumbat, akibat deformasi batuan penyusun gunung.

Deformasi badan gunung dapat diketahui dengan analisa geometrik yang dilakukan menggunakan data hasil pengamatan yang terdiri dari pergeseran dan regangan.

Pergeseran menunjukan perubahan arah dan besar deformasi dengan menggunakan data posisi dari dua waktu pengamatan yang berbeda. Sedangkan regangan menunjukan gerakan tubuh gunung api dan tekanan magma yang diperoleh dari hasil regangan.

4. Suhu Kawah Meningkat Tajam

Ketika suhu kawah meningkat lebih panas secara signifikan bisa menjadi penyebab gunung meletus. Selain itu, pada kondisi ini para hewan akan mulai khawatir mencari tempat pindah, lalu tanda lain dengan berkurangnya air tanah di sekitar gunung, hingga kering.

Suhu panas ini sebagai tanda dari magma yang telah naik mencapai lapisan kawah paling bawah, kemudian mempengaruhi suhu kawah keseluruhan. Ketika aktivitas ini sudah terjadi, maka risiko terjadinya letusan gunung akan lebih tinggi.

5. Lempeng Bumi Berdesakan

Penyebab gunung meletus terjadi karena lempeng-lempeng bumi yang saling bedesakan atau saling menghimpit satu dengan yang lainnya. Hal ini akan menyebabkan tekanan yang besar.

Lalu mendorong kepermukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai macam gejala tektonik. Selain itu, kondisinya bisa menyebabkan gempa vulkanik serta meningkatkan aktivitas geologi dari gunung berapi.

Perlu diketahui, lempeng merupakan salah satu bagian dari kerak bumi yang akan terus bergerak setiap saat. Wilayah pegunungan atau gunung merupakan zona kedua lempeng atau lempeng-lempeng tersebut saling bertemu.

Serta desakan yang mengakibatkan pertemuan itu menjadi penyebab dalam perubahan struktur dalam gunung berapi. Risiko gunung meletus menjadi lebih tinggi.

6. Tekanan Sangat Tinggi

Ketika tekanan sangat tinggi, akan ada dorongan cairan magma untuk bergerak ke atas dan masuk ke saluran kawah dan keluar. Apabila di sepanjang perjalanan magma dalam menyusuri saluran kawah mengalami sumbatan, maka bisa menimbulkan ledakan yang besar yaitu gunung meletus.

Penyebab gunung meletus ini dipengaruhi pula besar tekanan dan volume magmanya. Semakin besar keduanya, maka semakin kuat ledakan yang mungkin akan terjadi. Kemudian dampak yang akan dihasilkan oleh ledakan gunung merapi ini juga akan semakin besar dan berbahaya.

Tanda-Tanda Gunung Akan Meletus

1. Mata Air Mengering

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketika suhu kawah memanas maka kondisi sumber air gunung ikut berkurang. Dampak terbesar jika terjadi kekeringan di wilayah hutan dan sungai sekitar gunung.

2. Suhu Sekitar Lereng Memanas

Tanda terjadinya gunung meletus selanjutnya hampir sama namun hawa panas tidak hanya di gunung saja. Namun semakin meluas hingga wilayah kaki gunung.

3. Suara Gemuruh

Tanda-tanda terjadinya gunung meletus yang acapkali terjadi ialah sering mendengar suara gemuruh dari dalam perut bumi. Adanya aktivitas magma sebagai tanda ada tekanan yang semakin besar. Suara disertai keluarnya gas dan debu vulkanik.

Suara gemuruh tergantung pada kondisi gunung. Jika masih dalam tahap waspada, akan jarang terdengar. Namun ketika status menjadi siaga, tentu akan lebih sering terdengar setiap harinya.

4. Hewan Liar Mulai Turun

Hewan liar mulai merasakan ketidaknyamanan dan perubahan yang timbul, sebagai tanda terjadinya gunung meletus. Hewan liar bisa lari ke wilayah penduduk atau mencari perkebunan untuk mencari tempat makan sementara.

5. Tumbuhan Lebih Mudah Layu

Tanda terjadinya gunung meletus berikutnya dengan tumbuhan di sekitar gunung yang mudah layu karena suhu panas dari dalam yang meningkat. Magma yang bergerak ke atas dekat dengan lapisan tanah, menjadi tanda lava lebih dekat dengan puncak gunung.

Cara Mengatasi Gunung Meletus

Lava yang mengalir dari gunung berapi Fagradalsfjall yang meletus sekitar 40 km sebelah barat ibu kota Islandia, Reykjavik, pada Sabtu (20/3/2021). Sebuah gunung berapi di dekat ibu kota Islandia meletus pada hari Jumat, 19 Maret. (Icelandic Coast Guard via AP)
Lava yang mengalir dari gunung berapi Fagradalsfjall yang meletus sekitar 40 km sebelah barat ibu kota Islandia, Reykjavik, pada Sabtu (20/3/2021). Sebuah gunung berapi di dekat ibu kota Islandia meletus pada hari Jumat, 19 Maret. (Icelandic Coast Guard via AP)

1. Sebelum Gunung Meletus

-Senter dan baterai cadangan

-Kotak P3K beserta isinya

-Makanan dan air darurat

-Pembuka kaleng dan botol

-Obat-obatan penting

-Sepatu yang kuat

-Masker dalam jumlah yang cukup

-Kacamata

-Radio bertenaga baterai

-Respirator N-95, pemurni udara ini bisa dibeli di toko-toko perkakas rumah.

Jika petugas mengarahkan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, lakukan hal-hal berikut:

- Ikuti instruksi pihak berwenang dalam proses evakuasi

- Bawa peralatan yang sudah diberitahu di atas

- Matikan aliran listrik dan air sebelum meninggalkan rumah

- Dengarkan radio atau televisi untuk info terkini

- Isi penuh bensin kendaraan

- Dengarkan sirine atau sinyal bencana

- Letakkan kendaraan dan hewan peliharaan di tempat aman sesuai arahan petugas

Sebaliknya, bila petugas mengarahkan untuk berlindung di dalam rumah, lakukanlah hal berikut ini:

- Pantau radio, media sosial, dan televisi untuk info bencana terkini

- Tutup serta kunci semua jendela dan pintu

- Atur persediaan darurat dengan baik

- Pastikan ada tempat tanpa jendela yang bisa dijadikan tempat berlindung utama

- Pastikan memiliki nomor darurat yang bisa dihubungi

3. Saat Letusan

- Jika terjadi letusan gunung api, pastikan diri dan keluarga berada di tempat tertutup seperti rumah atau tempat pengungsian sesuai arahan petugas.

- Jika berada di tempat terbuka, tetap lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Segeralah pergi menuju tempat evakuasi menggunakan kendaraan khususnya mobil. Namun, hal ini hanya bisa dilakukan apabila hujan abu belum terlalu parah.

- Sangat tidak disarankan untuk berjalan kaki atau berlari karena sama sekali tidak terlindungi oleh apapun. Jika hujan abu sudah terlanjur "deras", jangan nyalakan mesin mobil.

- Hindari adanya celah pintu atau jendela yang masih terbuka demi mencegah masuknya abu vulkanik panas. Jangan nyalakan sistem AC mobil karena hal tersebut hanya akan membawa abu ke dalam mobil.

- Bila sudah berada di tempat evakuasi, dengarkan arahan dari petugas yang berwajib dan tetap gunakan alat pelindung napas.

- Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung. Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

- Hal-hal yang perlu dihindari saat letusan gunung api adalah awan panas, aliran lava, lontaran batu (pijar), gas beracun, hujan abu, dan lahar hujan.

3. Setelah Letusan

- Jika masa-masa letusan telah selesai dan alat komunikasi masih menyala, tetap pantau informasi bencana terkini dari radio, televisi, maupun media sosial.

- Di samping itu, cobalah untuk memeriksa cadangan air minum. Apabila terdapat abu di dalamnya, jangan paksakan untuk tetap dikonsumsi.

- Hindari bepergian terlalu jauh dari tempat evakuasi sampai bencana benar-benar mereda. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin.

- Jauhi wilayah yang terkena hujan abu, bersihkan atap dari timbunan abu karena beratnya bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan. Tetap gunakan alat pelindung.

Dampak Gunung Meletus

Sejumlah orang menyapu abu vulkanik dari atap rumah mereka saat terjadi letusan gunung Pacaya di San Francisco De Sales, Guatemala, Selasa (23/3/2021). Pergantian arah angin membuat abu yang berasal dari erupsi Gunung Pacaya menyelimuti Guatemala City. (AP Photo/Moises Castillo)
Sejumlah orang menyapu abu vulkanik dari atap rumah mereka saat terjadi letusan gunung Pacaya di San Francisco De Sales, Guatemala, Selasa (23/3/2021). Pergantian arah angin membuat abu yang berasal dari erupsi Gunung Pacaya menyelimuti Guatemala City. (AP Photo/Moises Castillo)

- Dampak Positif

1. Destinasi Wisata Baru

Dampak gunung Meletus dari sisi positif yang pertama ialah menciptakan destinasi wisata baru. Adanya perubahan wilayah dan kondisi alam dari fenomena pasca-vulkanik, biasanya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh warga lokal sebagai lapangan pekerjaan baru setelah merasa rugi sebagai korban bencana gunung meletus.

2. Pembangkit Listrik Vulkanik

Wilayah sekitar gunung berapi yang sering meletus sangat tepat dijadikan sebagai area pembangkit listrik vulkanik. Mengandalkan energi panas yang dihasilkan dari sekitar gunung, tentunya akan menghemat tenaga di wilayah tersebut.

3. Pasir dan Batu Jadi Bahan Bangunan

Dampak gunung meletus dari sisi positif berikutnya tentu diperoleh dari hasil semburan di dalam perut bumi. Ketika lava mengalir, tentu membawa material-material tertentu dengan kualitas baik, seperti pasir dan batu. Masyarakat lokal dapat memanfaatkannya sebagai bahan bangunan yang kokoh, dan tentunya lebih hemat.

4. Hutan dengan Ekosistem Baru

Lava yang mengalir dan semburan awan panas dengan abu vulkaniknya tentu memberi perubahan pada ekosistem di sekitarnya, baik binatang dan tumbuhan.

Dampak gunung meletus diamati dari sisi positif, hal ini akan menciptakan ekosistem baru. Hutan yang rusak akibat letusan akan segera digantikan dengan pepohonan baru dengan membawa ekosistem baru juga.

5. Tanah Jadi Lebih Subur

Pasir hasil semburan gunung meletus akan membawa banyak pasir, serta tanah yang dilalui oleh abu vulkanis akan membuat tanah menjadi lebih subur dan sangat baik untuk bercocok tanam.

Tentunya bisa membawa keuntungan bagi masyarakat dalam membuat perkebunan baru, bangkit pasca bencana alam gunung meletus.

6. Mata Air Penuh Mineral

Dampak gunung Meletus dari sisi positif berikutnya ialah munculnya mata air yang penuh dengan mineral berkhasiat, atau biasa disebut makdani. Makdani merupakan sumber air panas yang bisa menjadi pengobatan alami penyakit kulit, manfaat dari belerang.

7. Tambang Pasir Baru

Dampak gunung meletus yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat selain dari segi wisata, bisa melahirkan pula lokasi tambang pasir baru. Berbagai materi vulkanik terutama pasir kualitas bagus bisa dijual dengan harga tinggi.

8. Memicu Hujan Orografi

Hujan orografi atau orografis merupakan hujan yang terjadi di daerah pegunungan. Udara yang mengandung uap air bergerak naik ke atas pegunungan, hingga terjadi penurunan suhu dan terkondensasi. Akhirnya turun hujan di lereng gunung yang sangat menyejukkan, menenangkan, baik untuk kesehatan, dan wilayah lereng, yang berhadapan dengan datangnya angin.

- Dampak Negatif

1. Hewan dan Manusia Meninggal

Tentunya dampak negatif dari gunung meletus ialah memakan banyak korban makhluk hidup, termasuk tumbuhan, hewan dan manusia.

Beberapa warga ada yang tidak sempat melarikan diri akibat kecepatan awan panas yang dating tiba-tiba, sakit dari gas beracun, dan sebagainya.

2. Pencemaran Udara

Ketika gunung meletus, dampak yang bisa dirasakan hingga ke kota atau negara lain ialah pencemaran udara. Gas yang ikut disemburkan dari dalam perut bumi mengandung zat berbahaya, seperti sulfur dioksida (SO2), hidrogen sulfida (H2S), nitrogen dioksida (NO2) dan material debu lain yang biasanya mengandung racun.

3. Kebakaran Hutan

Magma yang keluar dari gunung menjadi lava dengan suhu yang begitu panas hingga mudah membakar hutan yang dilewatinya.

4. Awan Panas

Dampak negatif dari gunung meletus selanjutnya yakni keluarnya awan panas. Kecepatan awan panas yang berwarna seperti awan mendung gelap ini mampu menewaskan semua makhluk hidup yang dilaluinya.

5. Hujan Batuan Pijar

Gunung meletus juga melontarkan batu pijar yang mengarah kemana saja sejauh mungkin. Batu pijar panas yang bisa membakar bangunan, hutan, hingga bisa menewaskan.

6. Lahar yang Merusak

Dampak gunung meletus tentunya memunculkan lahar dengan berbagai jenis, seperti lahar dingin, lahar letusan eksplosif, lahar sekunder, dan lahar primer.

Segala yang dilewati apalagi dengan wilayah yang landau, lahar akan mudah menghancurkan bangunan dalam sekejap. Keberadaannya yang mengancam ekosistem daerah pegunungan.

7. Melumpuhkan Aktivitas Masyarakat

Dampak negatif gunung meletus selanjutnya dengan melumpuhkan aktivitas masyarakat, baik dalam bercocok tanam dan mencari nafkah jadi terhenti karena terpaksa mengungsi cukup lama. Ekonomi yang harus dibangkitkan kembali dari awal setelah bencana alam.

8. Guguran Lava Pijar

Dampak negatif dari gunung meletus dengan adanya gugura lava pijar, yang berasal dari aliran lava atau kubah lava. Ketika longsor bisa mengikis tanah dengan luas berjuta meter kubik dan tentunya berbahaya bagi lingkungan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel