Penyebab Kanker Paru-Paru dan 12 Faktor Risikonya, Sumbang Kematian Tinggi

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kanker paru-paru penting untuk diwaspadai. Menurut WHO, kanker paru-paru menduduki peringkat kedua kanker yang paling umum dan peringkat pertama penyebab kematian akibat kanker pada 2020. Menurut Infodatin Kemenkes 2019, di Indonesia, kanker paru-paru berada pada peringkat pertama dalam kasus paling umum dan paling banyak menyebabkan kematian.

Melihat angka ini, sudah semestinya mewaspadai penyebab kanker paru-paru. Kanker paru-paru dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk bernapas. Siapapun bisa terkena kanker paru-paru.

Ada sejumlah faktor penyebab kanker paru-paru. Merokok merupakan faktor risiko utama penyebab kanker paru-paru. Namun, ada juga orang yang bukan merupakan perokok bisa terkena kanker paru-paru. Penyebab kanker paru-paru bisa memicu kerusakan paru-paru dan menyebar ke organ lainnya.

Berikut penyebab kanker paru-paru, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (17/8/2021).

Jenis kanker paru-paru

ilustrasi paru-paru (sumber: freepik)
ilustrasi paru-paru (sumber: freepik)

Kanker paru-paru dibagi menjadi dua jenis, berdasarkan penampilan sel kanker paru-paru di bawah mikroskop. Jenis utama kanker paru-paru adalah kanker paru-paru non-sel kecil dan kanker paru-paru sel kecil.

Kanker paru-paru sel kecil

Kanker paru-paru sel kecil terjadi hampir secara eksklusif pada perokok berat dan kurang umum daripada kanker paru-paru non-sel kecil. Jenis ini cenderung tumbuh lebih cepat daripada kanker paru-paru non-sel kecil.

Kanker paru-paru non-sel kecil

Kanker paru-paru non-sel kecil merupakan jenis yang paling sering ditemui. Kanker paru-paru non-sel kecil adalah istilah umum untuk beberapa jenis kanker paru-paru. Kanker paru-paru non-sel kecil termasuk karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma dan karsinoma sel besar.

Penyebab kanker paru-paru secara umum

Ilustrasi Paru-Paru Credit: pexels.com/Robina
Ilustrasi Paru-Paru Credit: pexels.com/Robina

Penyebab kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel bermutasi di paru-paru tumbuh di luar kendali, membentuk tumor. Dalam banyak kasus, sel-sel yang berubah ini mati atau diserang oleh sistem kekebalan. Tetapi beberapa sel keluar dari sistem kekebalan dan tumbuh di luar kendali, membentuk tumor di paru-paru.

Paling sering, perubahan sel paru-paru ini terjadi ketika orang menghirup zat beracun dan berbahaya. Merokok adalah faktor risiko penyebab kanker paru-paru. Ini bisa terjadi pada perokok aktif maupun pasif.

Faktor risiko penyebab kanker paru-paru yang dapat dicegah

Ilustrasi Merokok Credit: unsplash.com/Andres
Ilustrasi Merokok Credit: unsplash.com/Andres

Merokok

Merokok adalah penyebab nomor satu kanker paru-paru. Ini menyebabkan sekitar 90 persen kasus kanker paru-paru. Sekitar 80 persen kematian akibat kanker paru-paru diperkirakan akibat merokok. Asap tembakau mengandung banyak bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker paru-paru.

Risiko kanker paru-paru bagi orang yang merokok berkali-kali lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Bahkan mantan perokok pun masih memiliki kemungkinan mengembangkan penyebab kanker paru-paru.

Paparan radon

Paparan radon adalah penyebab utama kedua kanker paru-paru. Radon adalah gas radioaktif tidak berwarna dan tidak berbau yang ada secara alami di tanah. Radon diproduksi oleh pemecahan alami uranium di tanah, batu dan air yang akhirnya menjadi bagian dari udara yang kemudian bisa dihirup manusia. Ia muncul melalui tanah dan memasuki bangunan melalui celah kecil dan retakan. Tingkat radon yang tidak aman dapat menumpuk di bangunan mana pun, termasuk rumah.

Faktor risiko penyebab kanker paru-paru yang dapat dicegah

Ilustrasi Hasil Scan Penyakit Penderita Paru-Paru Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Hasil Scan Penyakit Penderita Paru-Paru Credit: pexels.com/pixabay

Paparan asbes

Asbes adalah bahan industri yang digunakan dalam konstruksi untuk isolasi dan sebagai penghambat api. Ketika materi terganggu, serat-serat kecil menjadi mengudara dan dapat terhirup. Seseorang berisiko lebih besar terkena kanker paru-paru jika terpapar asbes secara teratur.

Paparan bahan kimia berbahaya

Paparan bahan kimia berbahaya juga menjadi penyebab kanker paru-paru. Bekerja dengan bahan seperti uranium, arsenik, kadmium, kromium, nikel dan beberapa produk minyak bumi sangat berbahaya bagi paru-paru.

Faktor risiko penyebab kanker paru-paru yang dapat dicegah

Ilustrasi Asap Rokok (iStockphoto)
Ilustrasi Asap Rokok (iStockphoto)

Perokok pasif

Orang yang tidak merokok masih memiliki kemungkinan terkena penyebab kanker paru-paru. Orang yang menghirup asap orang lain atau disebut perokok pasif, dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Asap rokok diperkirakan menyebabkan lebih dari 7.000 kematian akibat kanker paru-paru setiap tahun.

Arsenik dalam air minum

Studi terhadap orang-orang di beberapa bagian Asia Tenggara dan Amerika Selatan dengan kadar arsenik tinggi dalam air minum mereka telah menemukan risiko kanker paru-paru yang lebih tinggi. Dalam sebagian besar studi ini, kadar arsenik dalam air berkali-kali lebih tinggi daripada yang biasanya terlihat di Amerika Serikat, bahkan daerah di mana kadar arsenik berada di atas normal.

Faktor risiko penyebab kanker paru-paru yang dapat dicegah

Ilustrasi polusi udara. (iStockphoto)
Ilustrasi polusi udara. (iStockphoto)

Polusi udara

Di kota-kota, polusi udara (terutama di dekat jalan raya yang padat lalu lintas) tampaknya sedikit meningkatkan risiko kanker paru-paru. Risiko ini jauh lebih kecil daripada risiko yang disebabkan oleh merokok, tetapi beberapa peneliti memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar 5% dari semua kematian akibat kanker paru-paru mungkin disebabkan oleh polusi udara di luar ruangan.

Pola makan

Pola makan seimbang memberi tubuh vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan yang baik. Jika tidak makan campuran beragam makanan sehat, termasuk buah-buahan dan sayuran, seseorang mungkin memiliki peningkatan risiko kanker paru-paru. Ini terutama benar jika merokok tembakau.

Faktor risiko penyebab kanker paru-paru yang tidak dapat dicegah

Ilustrasi rontgent paru-paru Foto oleh Anna Shvets dari Pexels
Ilustrasi rontgent paru-paru Foto oleh Anna Shvets dari Pexels

Riwayat keluarga

Penelitian saat ini menunjukkan bahwa jika anggota keluarga dekat menderita kanker paru-paru, seseorang mungkin memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk terkena penyakit tersebut. Keluarga dekat mencakup hubungan ayah, ibu, saudara kandung, paman, bibi, dan kakek nenek.

Terapi radiasi sebelumnya ke paru-paru

Orang yang pernah menjalani terapi radiasi di dada untuk kanker lain memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru, terutama jika mereka merokok. Contohnya termasuk orang yang telah dirawat karena penyakit Hodgkin atau wanita yang mendapatkan radiasi dada setelah mastektomi untuk kanker payudara.

Faktor risiko penyebab kanker paru-paru yang tidak dapat dicegah

Ilustrasi Radang Paru-paru Credit: pexels.com/Ghio
Ilustrasi Radang Paru-paru Credit: pexels.com/Ghio

Usia

Menurut American Cancer Society, penyebab kanker paru-paru kebanyakan terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Usia rata-rata pada saat diagnosis adalah sekitar 70 tahun. Semakin tua seseorang, semakin lama ia terpapar bahan kimia berbahaya. Paparan yang lebih lama ini meningkatkan risiko terkena kanker.

Penyakit paru-paru sebelumnya

Seseorang mungkin berisiko lebih besar terkena kanker paru-paru jika ia memiliki riwayat penyakit kronis yang memengaruhi paru-paru. Penyakit paru-paru masa lalu dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut di paru-paru. Contoh penyakit tersebut antara lain tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis kronis, dan empisema.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel