Penyebab Kebakaran Mal Tunjungan Plaza: Korsleting Lampu Teras Bioskop

Merdeka.com - Merdeka.com - Teka-teki penyebab kebakaran Mal Tunjungan Plaza 5 Surabaya, yang terjadi pada Rabu (14/4) lalu akhirnya terkuak. Korsleting pada lampu penerangan di plafon teras bioskop dipastikan sebagai penyebab utama kebakaran tersebut.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim menyebut sumber api pemicu kebakaran berasal dari akumulasi panas (heat accumulation), selama terjadinya hubung longgar listrik (loose contact) pada salah satu terminal kabel lampu penerangan.

Terminal kabel lampu penerangan yang mengalami loose contact itu, terdapat di plafon teras bioskop yang berada di lantai 10 gedung tersebut.

Akibat hal itu komponen terminal lampu pada plafon meleleh dan membakar isolasi kabel. Sehingga menyebabkan adanya percikan api, kemudian makin membesar setelah mengenai media mudah terbakar seperti plastik, kayu, kertas di sekitar area plafon bangunan tersebut.

Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Pol Sodiq Pratomo mengungkapkan, loose contact itu terjadi pada sebuah sekrup terminal lampu penerangan.

"Di sekrup terminal lampu. Biasanya kan dipasang di terminal lalu dikencengi (dikunci) pakai sekrup," kata Sodiq, Selasa (26/4).

Sodiq menerangkan, penyebutan istilah korsleting memang sudah lumrah bagi masyarakat umum. Namun ia menyebut, ada tiga macam penyebab korsleting yang berpotensi menjadi pemicu awal kebakaran.

Di antaranya karena overload yang disebabkan oleh kapasitas kabelnya tidak mampu menahan laju arus listrik sehingga terjadi panas pada kabel. Kemudian lapisan pembungkus kabel tersebut meleleh dan mengenai benda-benda berbahan mudah terbakar di dekatnya.

Lalu korsleting yang disebabkan oleh kebocoran arus listrik itu, seperti terkena air, atau kondisi lapisan pembungkusnya terbuka. "Itu enggak nempel, tapi bisa jadi keluar percikan," ungkapnya.

Dan terakhir korsleting yang disebabkan oleh loose contact, seperti seseorang sedang mencabut sebuah colokan yang kondisi lubangnya longgar. Kondisi colokan seperti itu, dapat memicu percikan listrik yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kalau ini seringnya, jika anda saat mencopot colokan longgar. Akan muncul percikan. Nah yang terjadi sekarang (kasus kebakaran TP), hubung longgar (loose contact), di terminal arah lampu," terangnya.

Dikonfirmasi soal kemungkinan kesengajaan? Sodiq enggan mengungkapkannya. Ia pun menyebut, jika hal itu merupakan kewenangan penyidik yang menangani kasus tersebut.

"Itu ranahnya penyidik. Perlu pendalaman penyidik," jelasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel