Penyebab Mencret pada Orang Dewasa dan Cara Mengatasinya yang Benar

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab mencret atau diare pada orang dewasa perlu diperhatikan oleh setiap orang. Mencret atau diare merupakan kondisi di mana feses yang dikeluarkan encer atau berair dengan frekuensi lebih sering daripada biasanya.

Pada umumnya, penyebab mencret atau diare adalah makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi mikroorganisme. Biasanya diare berlangsung 2-3 hari dan bisa ditangani dengan obat-obatan yang dijual bebas. Tetapi pada kasus khusus, diare atau mencret bisa berlangsung berminggu-minggu.

Penyebab mencret berkaitan dengan kebersihan, terutama kebersihan makanan. Oleh karena itu, kamu harus memastikan makanan atau minuman yang kamu konsumsi sudah benar-benar-bersih. Pasalnya, banyak orang menderita penyakit diare satu atau dua kali setahun.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (19/2/2021) penyebab mencret.

Penyebab Mencret

Diare (sumber foto: pixabay)
Diare (sumber foto: pixabay)

Penyebab mencret atau diare pada umumnya terjadi karena cairan dari makanan tidak dapat diserap usus dengan baik, atau ada terlalu banyak cairan yang disekresikan ke usus. Normalnya, usus besar akan menyerap cairan dari makanan yang kamu konsumsi dan meninggalkan kotoran (feses) setengah padat.

Jika cairan dari makanan tersebut tidak diserap baik, maka hasilnya feses akan menjadi encer atau bahkan cair. Kondisi ini dipengaruhi banyak faktor sehingga penyakit diare dapat berlangsung singkat atau lama.

Pada umumnya, penyebab mencret atau diare adalah virus, bakteri dan parasit hingga alergi. Benda asing tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Salah satu hewan pembawa bakteri adalah lalat. Makanan yang telah dilalati sebaiknya dibuang untuk mencegah diare.

Penyebab mencret atau diare juga dapat terjadi karena kuman yang menempel pada tangan yang kotor dan masuk ke dalam tubuh ketika sedang makan. Penyebab mencret juga bisa diakibatkan oleh intoleransi terhadap beberapa makanan, seperti fruktosa dan laktosa

Pada penyakit diare kronis, penyebab umumnya adalah radang pada saluran pencernaan, yaitu penyakit crohn, olitis ulseratif, olitis mikroskopik. Penyebab mencret lainnya adalah Sindrom usus besar, penyakit coeliac (penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten), radang pankreas kronis, kanker usus, hingga efek samping pengangkatan bagian perut (gastrektomi).

Gejala Mencret

Gejala Mencret atau Diare (Sumber: pexels.com)
Gejala Mencret atau Diare (Sumber: pexels.com)

Selain mengetahui penyebab mencret atau diare, kamu juga perlu mengenali gejalanya. Pada tiap penderita, gejala diare berbeda-beda. Beberapa orang mengeluarkan feses yang sangat encer, sementara beberapa lainnya mengeluarkan feses yang tak terlalu encer. Meski demikian, ada beberapa gejala yang sering dikaitkan dengan mencret atau diare, yaitu:

- Feses lembek dan cair.

- Nyeri dan kram perut.

- Mual dan muntah.

- Nyeri kepala.

- Kehilangan nafsu makan.

- Haus terus menerus.

- Demam.

- Dehidrasi.

- Darah pada feses.

Dehidrasi merupakan gejala paling umum yang menyertai penyakit diare. Tanda dehidrasi pada orang dewasa antara lain, kelelahan dan tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, pusing, mulut kering, serta nyeri kepala.

Cara Mengatasi Mencret

Minum banyak cairan. Sumber: Freepik
Minum banyak cairan. Sumber: Freepik

Setiap orang mungkin membutuhkan perawatan yang berbeda-beda. Beberapa orang yang mengalami mencret atau diare mungkin harus mendapatkan perawatan di rumah sakit selama beberapa hari. Sementara beberapa orang lainnya cukup di rawat di rumah dengan istirahat total.

Berikut cara mengatasi mencret atau diare:

1. Minum banyak cairan

Dalam kasus yang tidak terlalu parah, gejala penyakit diare dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Akan tetapi, bagi beberapa orang lainnya, diare yang dialaminya mungkin lebih berat.

Dehidrasi disebabkan karena terlalu banyak cairan yang keluar dari tubuh melalui buang air besar yang terlalu cair dan sering pada saat diare.

Untuk mengatasi hal tersebut, orang yang sedang sakit diare dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairannya. Sebaiknya kamu minum banyak cairan dari air putih, air kelapa, teh manis, air kaldu, atau oralit.

Jika kamu memiliki penyakit ginjal, jantung, atau hati dan harus membatasi cairan, sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

2. Hindari makanan tertentu

Selama kamu sakit diare, sebaiknya memerhatikan asupan makanan dengan baik. Konsumsilah makanan yang lunak, tinggi protein dan rendah serat. Hindari berbagai makanan yang sulit dicerna agar gejala diare tidak semakin memburuk.

Secara umum, berikut beberapa makanan yang harus kamu hindari selama sakit diare:

- Makanan padat/ keras, pedas, berlemak, berminyak, mentah, berserat tinggi, dan banyak bumbu.

- Buah dan sayur yang mengandung gas.

- Alkohol dan kafein, setidaknya sampai 48 jam setelah semua gejala diare kamu menghilang.

- Hindari mengonsumsi susu atau produk olahan selama 3 hari setelah gejala diare kamu hilang. Namun, kamu bisa memakan keju atau yogurt yang mengandung probiotik.

3. Pilih makanan yang mengandung probiotik

Probiotik mengandung sekumpulan bakteri hidup yang mirip dengan bakteri sehat yang umumnya ditemukan di dalam sistem pencernaan tubuh.

Probiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri sehat yang ada untuk melawan kuman dalam saluran pencernaan kamu. Bakteri ini bisa kamu temukan dalam yoghurt dan keju. Jika diperlukan, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen probiotik.

4. Rajin cuci tangan

Saat kamu mengalami diare, penting untuk cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Terutama setelah kamu pergi ke kamar mandi dan sebelum makan.

Pasalnya, tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang sering digunakan untuk bersentuhan dengan berbagai benda. Bersalaman dengan orang lain, membuka gagang pintung, atau memencet tombol lampu adalah beberapa contoh aktivitas yang melibatkan sentuhan tangan.

Cucilah tangan kamu menggunakan sabun dan air yang mengalir sampai benar-benar bersih. Jangan lupa, jaga pula kebersihan kuku.