Penyebab Muntah Darah, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab muntah darah perlu diketahui oleh setiap orang. Pasalnya, kondisi ini dipegaruhi oleh berbagai macam kondisi medis yang mungkin sedang kamu alami. Muntah darah merupakan suatu kondisi yang tergolong darurat dan butuh penanganan medis segera.

Muntah darah atau hematemesis adalah kondisi ditemukannya darah dalam jumlah yang signifikan dalam muntahan. Darah yang keluar dan tercampur dalam muntahan tidak selalu berwarna merah segar. Warna hitam pekat menandakan darah tersebut telah berada di dalam perut selama beberapa jam lamanya sebelum keluar bersama muntahan.

Saat seseorang muntah darah, muntahnya dapat terdiri dari isi perut dan darah, atau bisa juga hanya terdiri dari darah. Hal ini berbeda dengan batuk darah. Muntah darah adalah keluarnya darah dari lambung, sedangkan batuk darah adalah keluarnya darah dari paru-paru atau saluran napas bawah.

Berikut Liputan6.com rangkum dari KlikDokter dan berbagai sumber lainnya, Jumat (8/10/2021) tentang penyebab muntah darah.

Gejala Muntah Darah

Gejala Muntah Darah
Gejala Muntah Darah

Sebelum mengenali penyebab muntah darah, kamu tentunya perlu mengetahui gejalanya. Gejala yang terlihat pada seseorang dengan muntah darah meliputi adanya darah, baik berwarna merah segar, kecokelatan, maupun hitam yang keluar bersama muntahan.

Darah yang dimuntahkan ini biasanya berasal dari saluran pencernaan bagian atas. Warna darah yang dimuntahkan tergantung pada sumber perdarahan dan tingkat keparahannya. Darah yang berwarna kehitaman biasanya sudah lama bercampur dengan asam lambung sebelum dimuntahkan. Sementara itu, darah yang berwarna merah terang biasanya akibat perdarahan yang baru saja terjadi dan bisa berasal dari esofagus atau lambung.

Biasanya muntah darah juga diikuti dengan gejala mual, rasa tidak nyaman di perut, dan nyeri perut. Muntah darah atau hematemesis ini tergolong kondisi darurat dan membutuhkan penanganan medis segera. Bahkan. jika darah yang dimuntahkan lebih dari 500 cc, muntah darah dapat menyebabkan anemia atau bahkan syok.

Penyebab Muntah Darah

Penyebab muntah darah bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi medis. Hal ini berkaitan dengan masalah yang dialami oleh tubuhmu. Berikut penyebab muntah darah yang perlu kamu ketahui,seperti Liputan6.com kutip dari KlikDokter:

- Gagal hati

- Penggunaan aspirin

- Tumor pada perut atau esophagus

- Sirosis hati

- Kelainan pembuluh darah di saluran cerna

- Peradangan pada usus kecil

- Kanker, varises, dan peradangan di esophagus

- Perlukaan atau peradangan di lambung

- Hipertensi portal

- Pankreatitis

- Penggunaan obat anti nyeri golongan NSAID

- Robekan Mallory-Weiss (robekan di dinding esophagus karena tekanan dari muntah atau batuk)

Penyebab muntah darah pada orang dewasa memiliki beberapa perbedaan dengan anak-anak. Pada anak, penyebab muntah darah juga dapat disebabkan oleh:

- Kelainan bawaan

- Gangguan pembekuan darah

- Alergi susu sapi

- Tertelan benda asing

- Defisiensi vitamin K

Pengobatan Muntah Darah

Muntah Darah (Sumber Foto: self.com)
Muntah Darah (Sumber Foto: self.com)

Pengobatan muntah darah tergantung pada seberapa banyak darah yang hilang, penyebab muntah darah, hingga adanya komplikasi. Bila muntah darah yang dialami tidak terlalu banyak, maka umumnya pasien hanya memerlukan obat-obatan yang berperan menunjang proses pembekuan darah. Akan tetapi bila darah keluar dalam jumlah banyak, pemberian infus cairan dan transfusi mungkin juga diperlukan.

Muntah darah atau hematemesis merupakan suatu kondisi yang tergolong darurat dan butuh penanganan medis segera. Bila tidak dapat ditangani dengan optimal, muntah darah dapat membuat penderitanya kekurangan darah dan mengalami syok hipovolemik yang mengancam nyawa.

Muntah darah dalam jumlah banyak yang tidak tertangani dengan optimal berpotensi menyebabkan syok hipovolemik akibat kehilangan banyak cairan. Bila tidak segera mendapatkan pertolongan medis, syok hipovolemik dapat membuat penderitanya kehilangan kesadaran, berisiko gagal jantung, dan berpotensi mengancam nyawa penderitanya.

Selain itu, muntah darah juga dapat menimbulkan komlikasi seperti sulit bernapas karena darah masuk ke dalam saluran pernapasan (aspirasi) dan terkumpul di paru, tercekik akibat gumpalan darah yang menyumbat saluran pernasapan, dan anemia karena perdarahan berlebih.

Pencegahan Muntah Darah

Pencegahan kondisi ini dapat dilakukan dengan mengetahui penyebab muntah darah atau kondisi pencetusnya, kemudian sebaik mungkin menghindarinya. Pada muntah darah yang disebabkan oleh perlukaan lambung misalnya.

- Seseorang yang memiliki riwayat sakit mag, gastritis, GERD, tukak lambung, atau ulkus duodenum, diharapkan mampu menjaga pola makan dan hidup lebih sehat.

- Selain itu, juga dianjurkan makan dalam porsi kecil namun sering, menghindari makanan pedas, asam, dan menghindari stres.

- Kontrol rutin ke dokter jika menggunakan obat-obatan, seperti pengencer darah atau NSAIDs, dalam jangka panjang.

- Lakukan teknik relaksasi untuk mengendalikan stres.

Untuk mencegah komplikasi lebih jauh dari muntah darah, dibutuhkan penanganan medis yang tepat sesegera mungkin. Apalagi, muntah darah dapat membuat penderitanya kehilangan kesadaran, berisiko gagal jantung, dan berpotensi mengancam nyawa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel