Penyebab OCD dan Gejala Awal yang Harus Diwaspadai

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta OCD adalah singkatan dari obsessive compulsive disorder, yang merupakan gangguan kesehatan mental yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala OCD ini ditandai dengan kondisi saat seseorang melakukan kegiatan secara berulang-ulang dan tertalu berobsesi atas hal yang tidak diinginkan.

OCD adalah gangguan kesehatan mental yang berkaitan dengan pola pikir dan perilaku, yang bisa menyebabkan seseorang menjadi kelelahan dan stres berat, akibat melakukan sesuatu secara berulang kali tanpa diinginkan.

Biasanya OCD ini muncul saat anak-anak atau usia remaja. Tetapi OCD ini jarang muncul di usia setelah 40tahunan. Mengetahui gejala dan penyebab OCD ini sangat penting, agar dokter bisa mendiagnosa kondisi dari pasien dan memberikan penanganan yang tepat.

Untuk mewaspadai tentang OCD, berikut penyebab OCD dan gejala awal yang sering terjadi, dilansir dari Liputan6.com:

Mengenal OCD

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Pormezz
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Pormezz

Dilansir dari International OCD Foundation, OCD adalah gangguan kesehatan mental atau gangguan obsesif kompulsif, yang bisa terjadi disegala usia dan lapisan masyarakat. Hal ini terjadi saat seseorang terjebak dalam siklus obsesi dan kompulsi.

Obsesi yang dimaksud merupakan pikiran, gambaran dan dorongan yang tidak diinginkan, tetapi hal ini justru mengganggu dan memicu adanya perasaan yang tertekan secara intens. Sedangkan kompulsi adalah sebuah perilaku yang dilakukan seseorang, untuk berusaha menyingkirkan obsesinya agar terhindar dari kesulitan.

Walaupun banyak orang yang memiliki obsesi atau perilaku kompulsif, tetapi tidak semua orang memiliki gangguan OCD. Orang yang mengalami OCD ini akan melakukan siklus obsesi dan kompulsi, dengan waktu yang sering, sangat ekstrem sehingga kelelahan, serta susah beraktivitas penting dalam menjalani kehidupan.

Penyebab OCD

Kenali Emotional Eating Sebagai Pelarian di Kala Stres (Unsplash.com/Nick Karvounis)
Kenali Emotional Eating Sebagai Pelarian di Kala Stres (Unsplash.com/Nick Karvounis)

Penyebab OCD masih diteliti oleh para peniliti. Para peneliti ini percaya, bahwa penyebab OCD adalah otak tidak merespon sinyak secara normal, terhadap serotonin yang merupakan zat kimia untuk membuat sel saraf saling berkomunikasi. Tetapi ada juga penyebab umum yang bisa menyebabkan OCD. Berikut penyebab OCD:

Riwayat keluarga

Salah satu penyebab OCD adalah adanya riwayat keluarga, yang mana salah satu anggota keluarga pernah mengalami gangguan OCD. Namun para ahli belum menemukan gen spesifik yang bisa menyebabkan OCD ini.

Penyebab Biologis

Selain itu, OCD juga bisa disebabkan karena adanya penyebab biologis, karena di bagian otak memiliki masalah dengan transmisi bahan kimia otak tertentu. Contohnya adalah serotonin dan norepinefrin yang menyebabkan OCD.

Faktor lingkungan

Faktor lingkungan juga bisa menjadi faktor penyebab seseorang mengalami gangguan kesehatan mental, seperti terkena OCD ini. Hal ini disebabkan karena seseorang trauma, pernah mengalami pelecehan atau mengalami peristiwa yang membuat stres, sehingga kondisi kesehatan mental menjadi terganggu.

Gejala OCD

Ilustrasi Depresi Credit: pexels.com/EnginA
Ilustrasi Depresi Credit: pexels.com/EnginA

OCD adalah obsesi yang meliputi pikiran terus menerus, yang pikiran dan aktivitasnya tidak diinginkan, lalu mengganggu pikiran dan menyebabkan stres. Gejala OCD ini tidak terlalu mudah untuk diketahui, sehingga harus dikonsultasikan dengan dokter, untuk mengetahui gangguan kesehatan mental yang dialaminya. Berikut gejala OCD yang bisa diwaspadai:

  1. Terlalu takut jika terkontaminasi atau kotoran

  2. Meragukan orang lain dan susah menoleransi ketidakpastian

  3. Butuh melakukan hal yang teratur dan simetris

  4. Memiliki pikiran yang agresif atau mengerikan, sehingga kehilangan kendali dan merugikan diri sendiri atau orang lain.

  5. Memiliki pikiran yang tidak diinginkan, termasuk agresi atau subjek seksual atau agama.

Jenis OCD

(c) Shutterstock
(c) Shutterstock

Memeriksa Berulang

Jenis OCD yang pertama adalah memeriksa berulang. Ada sebagian orang yang perlu untuk memeriksa sebuah masalah secara berulang, contohnya:

  1. Berulang kali memeriksa keran, alarm, kunci pintu, lampu rumah dan peralatan untuk mencegah kebocoran, kerusakan atau kebakaran.

  2. Berulang kali memeriksa tubuh mereka untuk mencari tanda-tanda penyakit

  3. Berulang kali mengkonfirmasikan keaslian ingatan

  4. Berulang kali memeriksa komunikasi, seperti email, karena takut telah melakukan kesalahan atau menyinggung penerima

Ketakutan Akan Kontaminasi

Sebagian orang yang mengalami OCD, akan terus menerus melakukan suatu hal dan berlebihan, seperti halnya mencuci tangan. Jenis OCD ini termasuk ketakutan akan terkontaminasi suatu kotoran, sehingga orang tersebut memastikan tangannya bersih. Berikut contohnya:

  1. Sering menyikat gigi atau mencuci tangan secara berlebihan

  2. Berulang kali membersihkan kamar mandi, dapur dan ruangan lainnya

  3. Selalu menghindari keramaian karena takut tertular kuman

Penimbunan

Jenis OCD yang selanjutnya adalah melakukan penimbunan. Ada sebagian orang yang tidak bisa membuang barang bekas. Walaupun sebenarnya mereka tidak ingin melakukannya, tetapi orang yang mengidap OCD akan mengumpulkan dan menyimpan barang tersebut karena pikiran obsesif atau kompulsif.

Pikiran yang Mengganggu

Jenis yang selanjutnya adalah memiliki pikiran yang mengganggu, yang bisa melibatkan sebuah perasaan yang tidak mampu mencegah pikiran tidak diinginkan berulang. Sehingga hal ini bisa menyebabkan kekerasan, bunuh diri atau melukai orang lain.

Simetri dan Keteraturan

Jenis OCD yang terakhir adalah simetri dan keteraturan. Hal ini dilakukan karena mereka perlu mengatur sebuah objek dalam urutan tertentu, yang dilakukan untuk menghindari ketidaknyamanan atau bahaya. Contohnya seperti mengatur ulang buku di rak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel