Penyebab Paru-Paru Basah yang Perlu Diwaspadai Serta Gejala dan Pencegahannya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab paru-paru basah dapat terjadi karena beberapa faktor. Paru-paru basah adalah kondisi yang terjadi akibat peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru. Paru-paru basah ini biasanya terjadi akibat infeksi pada paru-paru. Istilah paru-paru basah dalam bahasa medis disebut sebagai pneumonia.

Paru-paru basah sebenarnya adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan adanya peradangan pada paru yang menyebabkan terbentuknya timbunan cairan di jaringan paru. Kondisi ini bisa menggambarkan beberapa penyakit, seperti pneumonia akibat infeksi bakteri atau virus (termasuk infeksi virus Corona atau COVID-19), karena kantung udara di paru-paru dipenuhi oleh cairan atau nanah. Penyakit ini bisa berakibat serius jika diderita oleh bayi, anak kecil, lansia, dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Banyak orang selama ini mungkin berpikir penyebab paru-paru basah atau pneumonia adalah faktor gaya hidup tertentu. Misalnya, sering berkendara sepeda motor larut malam atau tidak memakai jaket, mandi malam hari, tidur dengan kipas angin, tidur di lantai, termasuk juga merokok. Padahal, asumsi tersebut keliru. Pneumonia yang merupakan penyakit peradangan pada paru-paru ini melainkan disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur.

Untuk lebih rinci, berikut ini penjelasan mengenai penyebab paru-paru basah yang perlu diwaspadai saat pandemi seperti ini beserta gejala dan cara pencegahnnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (22/8/2021).

Penyebab Paru-Paru Basah

Ilustrasi bakteri. (Sumber: microbiologyresearch.org)
Ilustrasi bakteri. (Sumber: microbiologyresearch.org)

Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri, virus, dan jamur di udara yang kita hirup. Mengidentifikasi penyebab paru-paru basah ini bisa menjadi langkah penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Berikut ini ada beberapa penyebab paru-paru basah yang perlu Anda ketahui, diantaranya:

1. Bakteri

Penyebab paru-paru basah karena bakteri merupakan yang paling umum disebut pneumonia pneumokokus. Pneumonia pneumokokus disebabkan oleh kuman Streptococcus pneumoniae yang biasanya hidup di saluran pernafasan bagian atas. Bakteri ini dilaporkan menginfeksi lebih dari 900.000 orang Amerika setiap tahun. Pneumonia bakteri dapat terjadi dengan sendirinya atau berkembang setelah Anda terserang pilek (salesma) atau flu. Pneumonia bakteri sering menyerang hanya satu bagian (lobus) paru-paru. Ketika ini terjadi, kondisi tersebut disebut pneumonia lobar. Mereka yang berisiko terbesar terkena pneumonia bakterial termasuk orang yang baru pulih dari operasi, orang dengan penyakit pernapasan atau infeksi virus, dan orang yang sistem kekebalannya lemah. Beberapa jenis bakteri menyebabkan apa yang disebut pneumonia "atipikal", termasuk :

a. Mycoplasma pneumoniae, yakni bakteri yang biasanya menginfeksi orang yang berusia di bawah 40 tahun, terutama yang tinggal dan bekerja dalam kondisi ramai. Penyakit ini seringkali cukup ringan untuk tidak terdeteksi dan kadang-kadang disebut sebagai pneumonia berjalan.

b. Chlamydophila pneumoniae, yakni biasanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas sepanjang tahun, tetapi juga dapat menyebabkan pneumonia ringan.

c. Legionella pneumophila yang menyebabkan jenis pneumonia berbahaya yang disebut penyakit Legionnaire. Tidak seperti pneumonia bakteri lainnya, Legionella tidak ditularkan dari orang ke orang. Wabah penyakit telah dikaitkan dengan paparan air yang terkontaminasi.

Bakteri ini disebut sebagai "atipikal" karena pneumonia yang disebabkan oleh organisme ini mungkin memiliki gejala yang sedikit berbeda, yaitu tampak berbeda pada hasil rontgen dada, atau merespons antibiotik yang berbeda dengan bakteri biasa yang menjadi penyebab pneumonia. Meskipun disebut "atipikal", infeksi ini tidak jarang terjadi.

2. Virus

Virus yang menginfeksi saluran pernapasan bagian atas juga dapat menyebabkan pneumonia. Virus influenza adalah penyebab paru-paru basa paling umum dari virus pneumonia pada orang dewasa. Respiratory syncytial virus (RSV) adalah penyebab paru-paru basah paling umum dari pneumonia virus pada anak kecil. Kebanyakan pneumonia virus tidak serius dan berlangsung lebih singkat daripada pneumonia bakteri. Pneumonia virus biasanya dapat membaik dalam satu hingga tiga minggu tanpa pengobatan. Namun, pneumonia virus yang disebabkan oleh virus influenza (flu) bisa parah dan terkadang berakibat fatal. Virus ini menyerang paru-paru dan berkembang biak, tapi hampir tidak ada tanda fisik jaringan paru-paru yang terisi cairan. Pneumonia virus paling serius pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau paru-paru dan wanita hamil.

3. Jamur

Jamur dari tanah atau kotoran burung bisa menjadi penyebab paru-paru basah. Jamur ini paling sering menjadi penyebab paru-paru basah pada orang dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan yang lemah. Pneumocystis pneumonia adalah infeksi jamur serius yang disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii. Pneumocystis pneumonia terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah karena HIV/AIDS atau penggunaan obat-obatan jangka panjang yang menekan sistem kekebalan mereka, seperti yang digunakan untuk mengobati kanker atau mengelola transplantasi organ. Jenis jamur lain yang dapat menyebabkan pneumonia, yakni:

a. Spesies Cryptococcus

b. Spesies histoplasmosis.

Faktor Risiko Paru-Paru Basah

Paru-paru Basah.(iStockphoto)
Paru-paru Basah.(iStockphoto)

Siapa pun bisa terkena pneumonia, tetapi banyak faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda sakit dan menderita penyakit yang lebih parah. Berikut ini adalah kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi terjangkit paru-paru basah atau pneumonia, diantaranya:

a. Bayi sejak lahir sampai usia 2 tahun.

b. Orang berusia 65 tahun ke atas.

c. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena penyakit atau penggunaan obat-obatan, seperti steroid atau obat kanker tertentu.

d. Orang dengan kondisi medis kronis tertentu, seperti asma, fibrosis kistik, diabetes, atau gagal jantung.

e. Orang yang baru saja mengalami infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu.

f. Orang yang baru saja atau sedang dirawat di rumah sakit, terutama jika mereka sedang atau menggunakan ventilator.

g. Orang yang pernah mengalami stroke, kesulitan menelan, atau memiliki kondisi yang menyebabkan imobilitas.

h. Orang yang merokok, menggunakan jenis obat tertentu, atau minum alkohol dalam jumlah berlebihan.

i. Orang yang pernah terpapar iritasi paru-paru, seperti polusi, asap, dan bahan kimia tertentu.

Cara Mencegah Paru-Paru Basah

Ilustrasi vaksin. | pexels.com/@gustavo-fring
Ilustrasi vaksin. | pexels.com/@gustavo-fring

Dalam banyak kasus, pneumonia dapat dicegah. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah pneumonia atau paru-paru basah, diantranya:

1. Vaksinasi

Garis pertahanan pertama melawan pneumonia adalah mendapatkan vaksinasi. Ada beberapa vaksin yang dapat membantu mencegah pneumonia, diantranya:

a. Prevnar 13 and Pneumovax 23

Kedua vaksin pneumonia ini membantu melindungi dari pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus. Dokter dapat memberi tahu Anda mana yang lebih baik untuk Anda. Prevnar 13 efektif melawan 13 jenis bakteri pneumokokus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan vaksin ini untuk:

1) Anak di bawah usia 2 tahun.

2) Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.

3) Orang berusia antara 2 dan 64 tahun dengan kondisi kronis yang meningkatkan risiko pneumonia.

Sementara itu, pneumovax 23 efektif melawan 23 jenis bakteri pneumokokus. CDC merekomendasikan vaksin ini untuk:

1) Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.

2) Dewasa usia 19 sampai 64 tahun yang merokok.

3) Orang berusia antara 2 dan 64 tahun dengan kondisi kronis yang meningkatkan risiko pneumonia.

b. Vaksin flu

Pneumonia sering kali merupakan komplikasi dari flu, jadi pastikan juga untuk mendapatkan vaksinasi flu tahunan. CDC merekomendasikan bahwa setiap orang yang berusia 6 bulan ke atas perlu mendapatkan vaksinasi, terutama mereka yang mungkin berisiko mengalami komplikasi flu.

c. Vaksin Hib

Vaksin ini melindungi dari Haemophilus influenzae tipe b (Hib), sejenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia dan meningitis. CDC merekomendasikan vaksin ini untuk:

1) Semua anak di bawah 5 tahun.

2) Anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa yang tidak divaksinasi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

3) Individu yang mendapatkan transplantasi sumsum tulang

Menurut National Institutes of Health (NIH), vaksin pneumonia tidak akan mencegah semua kasus kondisi tersebut. Tetapi jika Anda divaksinasi, Anda cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan dan lebih pendek serta risiko komplikasi yang lebih rendah. Selain vaksinasi, ada hal lain yang bisa Anda lakukan untuk menghindari pneumonia. Berikut yang baik dilakukan, yaitu :

1) Jika Anda merokok, cobalah berhenti. Merokok membuat Anda lebih rentan terkena infeksi saluran pernafasan, terutama pneumonia.

2) Cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun dan air.

3) Tutupi batuk dan bersin Anda. Segera buang tisu bekas.

4) Pertahankan gaya hidup sehat untuk memperkuat sistem kekebalan Anda. Istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat, dan olahraga teratur.

Bersama dengan vaksinasi dan langkah-langkah pencegahan tambahan, Anda dapat membantu mengurangi risiko terkena pneumonia atau paru-paru basah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel