Penyebab Pasukan TNI Kopassus Ditakuti Tentara Asing Terbongkar

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat memiliki satuan elit yang tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia, yaitu Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Satuan elit Kopassus yang memiliki khas Baret Merah itu dikenal sebagai pasukan elit TNI yang memiliki kelebihan di atas rata-rata. Setiap personel prajurit Korps Baret Merah dilatih dan digembleng secara khusus. Konon katanya satu orang prajurit Kopassus mampu menghadapi 10 orang musuh dengan gerakan cepat demi menuntaskan setiap misinya.

Bahkan, militer asing seperti tentara Amerika Serikat pun sangat takut dengan prajurit Korps Baret Merah yang memiliki kemampuan lebih dan diatas rata-rata para prajurit TNI lainnya itu. Bagaimana tidak, dalam sekian kali latihan bersama US Army, Kopassus telah menunjukkan kemampuannya yang membuat tentara Amerika Serikat geleng-geleng kepala. Prajurit Kopassus TNI AD mampu penghancurkan tumpukan batu atau benda keras lainnya seperti besi dengan tangan kosong.

Nah, kira-kira apa kunci pasukan elit TNI AD itu sehingga mereka ditakuti dan disegani oleh militer Internasional?

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI Mohammad Hasan baru-baru ini telah mengungkapkan kunci salah satu penyebab Korps Baret Merah memiliki kemampuan di atas rata-rata pasukan lainnya.

Selain sering berlatih secara khusus, Danjen Kopassus mengatakan, pasukan Korps Baret Merah memiliki ilmu beladiri yang menjadi pegangan setiap prajurit tempur Kopassus, yaitu beladiri pencak silat Merpati Putih.

Danjen Kopassus menegaskan, pencak silat Merpati Putih adalah salah satu beladiri yang melatih gerakan cepat dalam melindungi para prajurit dalam menjalankan tugas.

Tidak hanya itu, mantan Komandan Paspampres itu juga mengatakan, Kopassus juga telah menggunakan teknik getaran Merpati Putih dalam operasi pencarian korban bencana alam yang tertimbun longsoran tanah.

"Manfaat beladiri ini sudah banyak dirasakan oleh Satuan Kopassus, selain untuk kesehatan dan kebugaran bagi prajurit, Merpati Putih ini juga dapat digunakan dalam pelaksanaan tugas, salah satunya teknik getaran Merpati Putih telah digunakan untuk membantu pencarian korban tanah longsor di beberapa daerah bencana," kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohammad Hasan dikutip VIVA Militer, Rabu, 18 April 2021.

Bahkan, pada moment peringatan Hari Ulang Tahun Kopassus yang ke-69 tahun ini, pasukan Korps Baret Merah itu telah berhasil memecahkan rekor MURI mematahkan terbanyak dengan mata tertutup. Aksi mematahkan benda keras sebanyak 69 batang besi itu dilakukan dengan teknik getaran tenaga dalam ilmu beladiri Merpati Putih yang selama ini menjadi pegangan personel pasukan elit TNI AD itu.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohammad Hasan pun menegaskan, dirinya akan tetap menjaga dan mengembangkan pencak silat Merpati Putih di lingkungan Kopassus demi terus mewujudkan Kopassus sebagai pasukan elit yang memang memiliki kemampuan khusus dan disegani oleh militer internasional.

"Saya Mayor Jenderal TNI Mohammad Hasan akan terus melestarikan dan mengembangkan kemampuan beladiri Merpati Putih di lingkungan Kopassus, sebagai upaya untuk terus menjaga beladiri pencak silat yang merupakan beladiri kebanggaan bangsa ini. Maju terus Merpati Putih, maju terus pencak silat Indonesia. Kopassus untuk Indonesia Maju, Komando..." tegas Danjen Kopassus.