Penyebab Pecahnya Pipa Air Perumda Tirtawening Bandung

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Direktur Utama Perumda Tirtawening Bandung Sonny Salimi mengungkapkan penyebab pecahnya pipa transmisi air Cisangkuy lama di Jalan L.L.R.E Martadinata (Riau), Kota Bandung, yang terjadi pada Sabtu (21/8/2021) pekan lalu.

Menurut Sonny, penyebab kebocoran pipa dapat disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya kerusakan pipa karena korosi atau sejenisnya. Termasuk adanya getaran akibat gempa.

Kemudian, disebabkan water hammer yakni aliran atau tekanan balik karena turbulensi air ataupun karena ada udara terjebak. Pipa yang tertanam sedalam 1,5 meter di bawah jalan ini juga bisa pecah karena ada tekanan dari atas jalan.

Berdasarkan hasil temuan secara visual dan data teknis di lapangan, Sonny tengah mengumpulkan informasi terkait penyebab terjadinya kebocoran pipa transmisi air baku tersebut. Disinyalir, kemungkinan terbesarnya karena ada tekanan cukup kuat dari bagian atas.

"Ini sedang dicoba kami telusuri di kantor-kantor di sekitar lokasi. Barangkali ada rekaman CCTV untuk melihat kemungkinan ada kendaraan berat yang melintas dan menyebabkan tekanan kuat dari atas sehingga membuat kondisi pipa pecah," kata dia, Kamis (26/8/2021).

Sambil memantau kondisi pipa transmisi air baku yang diperbaiki, Sonny menyatakan pihaknya juga harus kembali menyetel ulang sistem distribusi pelanggan yang sebelumnya sempat terganggu.

Untuk itu, Sonny menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan air yang beberapa waktu lalu terganggu. Sekaligus berterima kasih karena sudah memahami situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan.

"Jadi terganggu itu bukan langsung terhenti. Tapi jumlah kuantitas air yang didistribusikannya saja yang terganggu sekitar 25 persennya. Mudah-mudahan di tengah malam ini sudah bisa mendapatkan air giliran seperti biasanya," ujarnya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Diupayakan Normal Kembali

Sonny menyatakan pihaknya tengah berusaha keras agar semua layanan air kembali normal pada Kamis (26/8/2021) ini. Sebab, untuk normalisasi distribusi air harus dilakukan bertahap agar tidak berpotensi kembali menyebabkan kebocoran.

Sonny mengaku bergerak cepat memperbaiki kebocoran dan sudah selesai pada Senin (23/8/2021). Kemudian dilanjutkan proses pengaliran air secara bertahap.

Saat ini, pihak Perumda Tirtawening Bandung sedang melakukan penstabilan aliran distribusi kepada pelanggan. Proses penyetelan jaringan sudah dilakukan sejak Selasa (24/8/2021). Tujuannya agar pendistribusian air dari penampungan di Badaksinga bisa menjangkau ke seluruh pelanggan.

"Karena pada saat pipa air baku yang pecah diperbaiki, maka proses pengolahan air terganggu sebesar 450 liter per detik. Sehingga menimbulkan ruang kosong pada sistem distribusi yang akan kita perbaiki dengan air yang normal di Badaksinga," tutur Sonny.

Sonny memaparkan, setelah kebocoran pipa diperbaiki maka proses mengalirkan air dari Cikalong, Pangalengan sampai ke Badaksinga, Kota Bandung dengan jarak sepanjang 36 km harus dilakukan secara bertahap.

Dengan kondisi normal, kata dia, memerlukan waktu antara 4-6 jam untuk mengisi pipa kosong. Itupun, tidak bisa langsung diisi debit air seperti biasanya yang mencapai 750 liter per detik.

"Kami urut dari 300, 400, sampai 500 liter dan kita bertahap di 500 beberapa jam. Sampai dipastikan pipa yang kosong terisi penuh dan tidak terjebak udara," bebernya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel