Penyebab Penyakit Herpes, Penularan, Faktor Risiko, dan Jenisnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab penyakit herpes perlu diwaspadai. Herpes adalah salah satu penyakit kulit yang bisa menyerang bagian tubuh manapun. Penyebab penyakit herpes bisa terjadi di kulit badan, mulut, wajah, hingga organ vital.

Ada berbagai macam jenis penyakit herpes. Jenis herpes yang paling umum adalah herpes simpleks. Ada juga herpes zoster yang dikenal sebagai cacar air. Penyebab penyakit herpes ini bisa disebabkan oleh jenis virus yang berbeda.

Penyebab penyakit herpes termasuk kondisi yang menular. Penyakit herpes berkembang sebagai akibat dari kontak langsung dengan penyebab penyakit herpes. Oleh sebab itu penting menghindari penyebab penyakit herpes.

Berikut penyebab penyakit herpes, faktor risiko, dan jenisnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (15/9/2021).

Penyebab penyakit herpes secara umum

ilustrasi kulit gatal (istockphoto)
ilustrasi kulit gatal (istockphoto)

Secara umum, penyebab penyakit herpes adalah virus herpes. Virus ini terbagi menjadi beberapa jenis yang bisa menjadi penyebab penyakit herpes yang berbeda. Virus penyebab penyakit herpes yang umum adalah herpes simplex virus (HSV).

Virus herpes simpleks masuk melalui kulit dan berjalan ke saraf, di mana mereka umumnya tidak menimbulkan masalah. Herpes dapat menyebabkan luka kulit, namun, ketika virus menjadi aktif.

Ada dua jenis virus herpes simpleks, HSV-1 yang sering menginfeksi mulut dan bibir, serta HSV-2 yang biasanya dikaitkan dengan infeksi genital.

Penularan virus herpes

Ilustrasi Kulit Tangan | Istockphoto/ipopba
Ilustrasi Kulit Tangan | Istockphoto/ipopba

Ketika HSV hadir di kulit, ia dapat dengan mudah menular dari orang ke orang. Penularan ini terjadi melalui kontak dengan kulit lembap di mulut dan alat kelamin, termasuk anus. Virus herpes juga menyebar ketika mereka bersentuhan dengan kulit yang rusak atau luka. Penyebab penyakit herpes juga dapat menyebar melalui kontak dengan area lain pada kulit dan mata.

Penyebab penyakit herpes bisa menimbulkan gejala gangguan kulit seperti gatal, rasa terbakar, dan lepuh. Sama seperti infeksi virus kebanyakan, tidak ada obat untuk herpes. Namun, herpes bisa membaik dengan mengatasi gejala dan mengurangi kemungkinan kambuh.

Faktor penyebab penyakit herpes

Ilustrasi handuk (dok.unsplash/ Jon Tyson )
Ilustrasi handuk (dok.unsplash/ Jon Tyson )

Berbagi barang pribadi

Barang pribadi seperti handuk, sikat gigi, alat makan, alat rias, bisa menjadi perantara penularan penyebab penyakit herpes. Seprai dan sarung bantal juga bisa menjadi perantara penyebar virus. Barang-barang ini secara inheren lembab, yang memungkinkan virus menempel dengan mudah. Sebaiknya hindari berbagi barang pribadi.

Berciuman

Berciuman atau kontak mulut lainnya adalah salah satu penyebab umum penularan HSV-1.

Seks tanpa kondom

Herpes genital yang disebabkan oleh HSV-2 paling sering ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui seks, termasuk seks oral. HSV-1 juga dapat ditularkan melalui aktivitas seksual, meskipun tidak umum. Memiliki banyak pasangan seksual dan melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang dapat terinfeksi meningkatkan risiko penularan herpes.

Kekebalan lemah

Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat tubuh rentan terinfeksi penyebab virus herpes. Jika sistem kekebalan kurang karena alasan apa pun, seseorang berisiko lebih besar mengalami infeksi herpes yang lebih serius atau persisten. Kekebalan yang lemah juga bisa membuat penyakit herpes sering kambuh.

Sistem kekebalan bisa melemah karena sejumlah alasan, termasuk kondisi autoimun, HIV, penyakit IgA, penyakit seperti kanker sumsum tulang, pengobatan kemoterapi, atau transplantasi organ.

Penyebab penyakit herpes simpleks

Ilustrasi Luka Credit: pexels.com/Cona
Ilustrasi Luka Credit: pexels.com/Cona

Penyakit herpes simplex merupakan infeksi Herpes simpleks virus 1 dan herpes simplex virus 2. Virus herpes simpleks (HSV) adalah infeksi yang sangat umum di dunia. Penyebab penyakit herpes ini menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan orang yang membawa HSV.

Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) adalah bentuk paling umum dari penyakit herpes simpleks. HSV-1 biasanya mengarah ke herpes oral, karena sebagian besar kasus HSV-1 memengaruhi mulut dan daerah sekitarnya. HSV-1 juga bisa memengaruhi area tubuh lainnya, seperti alat kelamin. Penyakit kulit ini dapat menyebar melalui kontak non-seksual dengan air liur, seperti berciuman.

Herpes genital

Ilustrasi herpes genital (iStockphoto)
Ilustrasi herpes genital (iStockphoto)

Herpes genital merupakan jenis herpes simpleks yang lebih sering menyerang area genital. Herpes genital disebabkan oleh HSV-1 dan paling banyak oleh HSV-2.

Penyebab virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2) menyebar melalui kontak seksual dan merupakan jenis infeksi menular seksual (IMS). Herpes genital ditandai dengan rasa sakit atau gatal, bintik merah, lepuh, hingga bisul. Gejala dapat mulai muncul sekitar dua hingga 12 hari setelah terpapar virus.

Penyakit lain yang disebabkan oleh virus herpes

Ilustrasi cacar air (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi cacar air (sumber: iStockphoto)

Selain herpes simpleks dan genital ada sejumlah penyakit yang juga disebabkan oleh virus herpes yang berbeda. Penyakit ini menimbulkan gejala dan kondisi berbeda. Berikut penyakit lain yang disebabkan oleh virus herpes:

Herpes zoster

Penyakit herpes zoster disebabkan oleh virus Human herpes virus 3 (HHV-3). Virus penyebab penyakit herpes zoster ini juga disebut dengan varicella-zoster virus. Herpes zoster merupakan virus yang menyebabkan penyakit cacar air dan cacar api.

Penyakit herpes zoster disebabkan oleh virus Human herpes virus 3 (HHV-3). Virus ini juga disebut dengan varicella-zoster virus. Herpes zoster merupakan virus yang menyebabkan penyakit cacar air dan cacar api.

Epstein-Barr virus (Mononukleosis)

Virus Epstein-Barr atau Human herpes virus 4 (HHV-4) paling sering dikaitkan dengan infeksi mononukleosis. Penyebab penyakit herpes ini menyebar melalui air liur dan dikenal oleh banyak orang sebagai "virus berciuman." Virus ini juga bisa menyebar dengan berbagi barang-barang pribadi, seperti sikat gigi atau peralatan makan.

Gejala mononukleosis di antaranya seperti kelelahan, sakit tenggorokan, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, pembengkakan amandel, sakit kepala, dan ruam kulit. Gejala-gejala HHV-4 biasanya hilang dengan sendirinya selama dua sampai tiga minggu.

Penyakit lain yang disebabkan oleh virus herpes

Cara mengatasi kaki gatal (Foto: Ilustrasi kaki/ Unsplash)
Cara mengatasi kaki gatal (Foto: Ilustrasi kaki/ Unsplash)

Infeksi cytomegalovirus

Cytomegalovirus (CMV) atau human herpes virus 5 (HHV-5) adalah virus umum yang dapat menyerang orang dari semua jenis kelamin dan usia. Kebanyakan orang tidak tahu mereka memiliki CMV karena jarang menyebabkan masalah pada orang sehat. Namun, bagi orang dengan kekebalan rendah atau ibu hamil, virus ini bisa menimbulkan masalah.

Setelah tertular CMV, banyak orang mengalami gejala mirip flu, walaupun banyak orang dengan virus tidak menunjukkan gejala. CMV menyebar dari orang ke orang melalui cairan tubuh, seperti darah, air liur, air seni, air mani dan ASI.

Roseola

Roseola merupakan jenis penyakit herpes yang disebabkan oleh Human herpes virus 6 (HHV-6). HHV-6 sangat umum pada anak-anak. Penyebab penyakit herpes ini juga umum pada orang yang menerima transplantasi organ. Roseola juga bisa disebabkan oleh Human herpes virus 7 (HHV-7).

Roseola ditandai dengan gejala ruam dan demam. Seperti penyakit virus lainnya, roseola menyebar dari orang ke orang melalui kontak dengan sekresi pernapasan atau air liur orang yang terinfeksi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel