Penyebab Penyakit HIV AIDS dan Faktor Risiko Penularannya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab penyakit HIV AIDS bisa ditularkan melalui beberapa cara. HIV dan AIDS merupakan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Di Indonesia, menurut Departemen Kesehatan RI, jumlah kumulatif infeksi HIV sampai Juni 2018 mencapai 301.959 jiwa.

Penyebab penyakit HIV AIDS ini melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh kesulitan melawan kuman, virus, jamur, dan penyerbu lainnya. Tidak ada obat untuk HIV AIDS, tetapi ada obat yang secara dramatis dapat memperlambat perkembangan penyebab penyakit HIV AIDS.

Penyebab penyakit HIV AIDS ini perlu diwaspadai oleh semua orang. Ini karena penyebab penyakit HIV AIDS dapat ditularkan melalui sejumlah faktor. Mengetahui faktor risiko penuralannya juga penting untuk menghindari penyebab penyakit HIV AIDS.

Berikut ulasan mengenai penyebab penyakit HIV AIDS dan faktor risiko penularannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (15/11/2019).

Asal usul penyakit HIV

Asal usul penyakit HIV (Likestudio/Shutterstock)

HIV disebabkan oleh virus. Human immunodeficiency virus (HIV) adalah variasi dari virus yang menginfeksi simpanse Afrika. Para ilmuwan menduga simian immunodeficiency virus (SIV) melompat dari simpanse ke manusia ketika orang mengonsumsi daging simpanse yang terinfeksi.

Virus yang masuk ke tubuh manusia kemudian bermutasi sebagai HIV. Kasus HIV tercatat mulai ada sejak tahun 1920-an. Virus kemudian menyebar hampir ke seluruh dunia hingga saat ini. Di Indonesia, kasus HIV pertama ditemukan pada 1985-an.

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sel kekebalan yang disebut sel CD4, yang merupakan jenis sel T. Ini adalah sel darah putih yang bergerak di sekitar tubuh, mendeteksi kesalahan dan anomali dalam sel serta infeksi. Ketika HIV menargetkan dan menginfiltrasi sel-sel ini, ia mengurangi kemampuan tubuh untuk memerangi penyakit lain.

Penyebab AIDS

Penyebab AIDS

AIDS merupakan tingkat lanjutan dari HIV di mana ketika sistem kekebalan tubuh berhenti bekerja karena HIV. Seseorang tidak dapat tertular AIDS jika mereka tidak tertular HIV.

Setelah infeksi HIV berkembang menjadi AIDS, infeksi dan kanker menimbulkan risiko yang lebih besar. Orang sehat memiliki jumlah CD4 500 hingga 1.500 per milimeter kubik. Tanpa pengobatan, HIV terus bertambah banyak dan menghancurkan sel CD4. Jika jumlah CD4 seseorang turun di bawah 200, ia akan menderita AIDS.

Juga, jika seseorang dengan HIV mengembangkan infeksi oportunistik yang terkait dengan HIV, mereka dapat didiagnosis dengan AIDS, bahkan jika jumlah CD4 mereka di atas 200.

Faktor risiko penularan HIV AIDS

Faktor risiko penularan HIV AIDS (Desinger491/Shutterstock)

Penting diketahui bahwa seseorang tidak dapat terinfeksi penyebab penyakit HIV AIDS melalui kontak sehari-hari seperti mencium, berpelukan, berjabat tangan, berbagi benda pribadi, makanan, atau air. HIV tidak menyebar melalui udara, air atau gigitan serangga.

Penularan HIV AIDS hanya dapat terjadi melalui pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Berikut faktor risikonya:

Hubungan Seks

Hubungan seks baik vaginal, anal atau oral dengan pasangan yang terinfeksi dapat menyebarkan HIV. Ini disebabkan oleh darah, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi masuk ke tubuh individu lain. Virus juga dapat masuk melalui luka mulut atau cairan yang kadang-kadang berkembang di dubur atau vagina selama aktivitas seksual.

Transfusi darah

Dalam beberapa kasus, virus dapat ditularkan melalui transfusi darah. Ini bisa disebakan oleh penggunaan alat transfusi darah berulang atau tidak steril.

Jarum suntik

Berbagi peralatan obat intravena (jarum dan jarum suntik) yang terkontaminasi membuat seseorang berisiko tinggi terhadap HIV dan penyakit menular lainnya, seperti hepatitis.

Selama kehamilan, persalinan atau menyusui

Ibu yang terinfeksi dapat menularkan virus ke bayinya. Ibu HIV-positif yang mendapatkan pengobatan untuk infeksi selama kehamilan dapat secara signifikan menurunkan risiko pada

Cara mencegah penyakit HIV

HIV/AIDS (iStockphoto)

Melakukan seks aman

Cara paling umum untuk HIV menyebar adalah melalui hubungan seks anal atau vaginal tanpa kondom. Risiko ini tidak dapat sepenuhnya dihilangkan kecuali jika seks dihindari sepenuhnya, tetapi risiko dapat diturunkan secara signifikan dengan mengambil beberapa tindakan pencegahan.

Penting untuk mengetahui status kesehatan pasangan apakah mereka memiliki HIV atau infeksi menular seksual lainnya. Gunakan kondom etiap kali berhubungan seks. Hindari seks bebas dan perilaku bergonta-ganti pasangan seksual.

Hindari berbagi jarum suntik dan jauhi narkoba

Penggunaan obat intravena adalah faktor krusial untuk penularan HIV di negara maju. Berbagi jarum dan peralatan obat-obatan lainnya dapat membuat pengguna terpapar HIV dan virus lain, seperti hepatitis C.

Orang yang menggunakan jarum untuk minum obat harus menggunakan jarum yang bersih, tidak digunakan sebelumnya, dan tidak dipakai bersama. Hindari berbagi jarum atau peralatan obat-obatan lainnya. HIV ditularkan melalui darah.

Penularan dari ibu ke bayi

Antiretroviral tertentu dapat membahayakan janin yang belum lahir selama kehamilan. Rencana perawatan yang efektif dan dikelola dengan baik dapat mencegah penularan HIV dari ibu ke janin. Wanita HIV juga bisa menularkan virus melalui ASI. Namun, jika secara teratur mengonsumsi rejimen obat yang benar, risko penularan virus akan menurun.

Jangan takut melakukan tes

Tes untuk HIV dan IMS lainnya sangat disarankan untuk semua orang yang terpapar pada salah satu faktor risiko. Ini memungkinkan orang untuk mengetahui status HIV mereka sendiri dan mengakses layanan pencegahan dan pengobatan yang diperlukan tanpa penundaan.