Penyebab Punahnya Manusia Neanderthal Bukan karena Perang Tapi Kurang Seks

Merdeka.com - Merdeka.com - Ilmuwan kini yakin penyebab punahnya manusia Neanderthal bukan terjadi karena peperangan antar sesama Neanderthal atau karena dihabisi binatang-binatang buas. Melainkan kepunahan manusia Neanderthal dipicu karena mereka kurang melakukan hubungan badan atau seks sesama Neanderthal.

Penelitian yang dipublikasi dalam Jurnal Paleo Anthropology itu menyatakan kawin silang manusia Neanderthal dengan Homo Sapiens dapat mengakibatkan kepunahan. Manusia Neanderthal yang kurang berhubungan badan dengan sesama Neanderthal diyakini ilmuwan sebagai penyebab kepunahan.

"Pengetahuan kita tentang interaksi antara Homo Sapiens dan Neanderthal menjadi lebih kompleks dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masih sulit untuk melihat diskusi ilmiah tentang bagaimana perkawinan antar kelompok terjadi," ujar Profesor Chris Stringer, Pemimpin Riset Museum Evolusi Manusia.

"Kami mengusulkan bahwa perilaku ini dapat menyebabkan kepunahan Neanderthal jika mereka secara teratur berkembang biak dengan Homo Sapiens, yang dapat mengikis populasi mereka sampai mereka menghilang," lanjutnya, dikutip dari Interesting Engineering, Kamis (3/11).

Menurut data genetik, dua spesies manusia Neanderthal dan manusia Homo Sapiens pertama kali saling berhubungan ketika manusia Homo Sapiens keluar dari Afrika sekitar 250.000 tahun lalu.

Berbagai kerangka manusia Homo Sapiens dapat ditemukan di Eropa dan Asia. Benua Afrika sendiri diyakini ilmuwan sebagai lingkungan evolusi manusia Homo Sapiens selama 400.000 tahun.

“Tanpa mengetahui persis seperti apa rupa atau perilaku Neanderthal, kita hanya bisa berspekulasi apa yang Homo Sapiens pikirkan tentang kerabat mereka (Homo Sapiens). Perbedaan bahasa mungkin lebih besar dari yang bisa kita bayangkan, mengingat kedalaman waktu pemisahan, dan akan jauh lebih besar daripada yang ada di antara bahasa modern mana pun,” jelas Stringer.

Meski berasal dari lingkungan yang berbeda, namun ilmuwan yakin manusia Neanderthal berkomunikasi kepada manusia Homo Sapiens melalui raut mukanya, terutama menggunakan alisnya yang menonjol.

Melalui raut muka, Neanderthal dan Homo Sapiens dapat berkomunikasi hingga melakukan hubungan badan.

Hingga kini ilmuwan masih bertanya-tanya mengenai tingkat kesuksesan kawin silang manusia Neanderthal dan Homo Sapiens. Sebab tanda-tanda genetik Homo Sapiens tidak ditemukan pada genetik-genetik manusia Neanderthal dari 40 – 60.000 tahun lalu.

Ilmuwan tetap yakin jika nenek moyang manusia dulu melakukan kawin silang dengan Neanderthal. Bahkan temuan menarik lain mengenai kurangnya DNA mitokondria menunjukkan hanya manusia Neanderthal jantan dan Homo Sapiens betina yang dapat kawin.

“Karena semakin banyak genom Neanderthal yang diurutkan, kita harus dapat melihat apakah ada DNA utama dari Homo Sapiens yang diteruskan ke Neanderthal dan menunjukkan apakah ide ini akurat atau tidak,” jelas Stringer.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]