Penyebab Tergerusnya Pemain Jepang dan Korea Selatan di Shopee Liga 1 2020

Jakarta- Jumlah pemain Jepang dan Korea Selatan mengalami penurunan drastis di Shopee Liga 1 2020. Praktis kini cuma ada tiga pemain yang bermain di kasta tertinggi Indonesia itu.

Para klub Shopee Liga 1 2020 yang masih menggunakan jasa pemain Jepang dan Korea Selatan adalah Arema FC, Bhayangkara FC, dan Persipura Jayapura.

Arema FC menggunakan jasa Oh In-kyun (Korea Selatan), Bhayangkara FC merekrut Lee Won-jae (Korea Selatan), dan Persipura Jayapura mendatangkan Takuya Matsunaga (Jepang). Adapun klub-klub Indonesia lainnya lebih memilih menggunakan pemain asal Asia Tengah atau Timur Tengah.

Jumlah tersebut menjadi yang terendah di era Liga 1. Padahal pada 2017, tercatat sebanyak 12 pemain asal Korea Selatan dan Jepang yang tersebar di klub-klub elite Indonesia.

Pada 2018, terjadi penurunan signifikan menjadi menyisakan enam pemain saja. Semusim berselang ada kenaikan menjadi tujuh pemain asal Korea Selatan dan Jepang yang bermain di Indonesia, namun pada 2020 kembali menurun tajam.

Fenomena ini terjadi sesuai dengan perubahan gaya permainan klub-klub Indonesia. Pada 2017, banyak pelatih yang mengandalkan skema permainan agresif dan cepat.

Karakter inilah yang membuat pemain asal Jepang dan Korea Selatan laris manis. Seperti diketahui, mereka memiliki ciri khas yang lincah dan memiliki kecepatan sehingga sesuai dengan skema permainan agresif.

Tren tersebut kemudian berubah dalam dua musim terakhir. Para pelatih di Shopee Liga 1 2020 memainkan skema dengan transisi stabil, yakni kukuh saat bertahan dan tajam saat menyereng sehingga ketangguhan fisik pemain lebih dibutuhkan ketimbang kelincahan.

Tergerus oleh Asia Tengah dan Timur Tengah

Mahmoud Eid - Pemain asal Palestina keturunan Swedia ini bergabung dengan Persebaya pada 2020 setelah meninggalkan klub Liga Swedia, Kalmar FF. (Bola.com/Yoppy Renato)

Karakter fisik tangguh cenderung dimiliki cenderung dimiliki pemain asal Asia Tengah dan Timur Tengah. Wajar bila jumlah pemain dari negara-negara tersebut meningkat drastis di Shopee Liga 1 2020.

Saat ini, banyak klub lebih menyukai karakter fisik dan kualitas pemain asal Asia Tengah dan Timur Tengah. Contohnya adalah pemain-pemain dari Irak, Lebanon, Palestina, Kirgistan, dan Uzbekistan.

Selain ketangguhan fisik, para pemain tersebut juga memiliki postur tubuh tinggi. Mayoritas pemain Asia Tengah dan Timur Tengah yang berada di Indonesia saat ini memiliki postur di atas 180 cm.

Kondisi tersebut tentu berguna untuk klub Shopee Liga 1 2020. Terutama dalam eksekusi bola-bola udara. Wajar bila para pemain tersebut menghuni posisi bek dan gelandang.

Selain itu, para pemain yang berasal dari Australia juga sedang laris manis. Sebanyak tiga nama merumput di klub-klub Indonesia saat ini dan menjadi jumlah terbanyak sejak era Liga 1.

Disadur dari Bola.com (penulis Zulfirdaus Harahap/ Editor Benediktus Gerendo, Published 22/3/2020)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini