Penyebab Terjadinya Hujan Asam yang Perlu Diketahui Beserta Dampak dan Pencegahannya

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang memiliki banyak manfaat bagi makhluk hidup. Beberapa manfaat hujan bagi makhluk hidup di antaranya, sebagai persediaan air, menyuburkan tanaman, menunjang keberhasilan bercocok tanam, menjaga kelangsungan hidup manusia, dan masih banyak lagi.

Hujan dibagi menjadi beberapa jenis. Salah satu jenis hujan jika dilihat dari bentuknya yaitu hujan asam. Menurut kamus Cambridge, hujan asam adalah hujan yang mengandung sejumlah besar bahan kimia berbahaya sebagai hasil dari pembakaran bahan-bahan seperti batu bara dan minyak.

TERKAIT: Mulai Sering Hujan, Waspadai Fenomena Alam La Nina

TERKAIT: 3 Koleksi Sepatu Boots yang Cocok Saat Musim Hujan

TERKAIT: Nyali Kecil, Ini 5 Zodiak Gampang Ketakutan saat Hujan Badai

Curah hujan tidak selalu cair, hujan bisa dalam bentuk debu, gas, hujan, salju, kabut dan hujan es. Jenis hujan asam yang mengandung air disebut deposisi basah. Hujan asam yang terbentuk dengan debu atau gas disebut endapan kering.

Untuk lebih jelasnya, berikut Fimela.com akan mengulas penyebab terjadinya hujan asam yang perlu diketahui beserta dampak dan pencegahannya.

Penyebab Hujan Asam

Ilustrasi Hujan Asam Credit: pexels.com/Sitthan
Ilustrasi Hujan Asam Credit: pexels.com/Sitthan

Hujan asam disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini penyebab terjadinya hujan asam.

1. Karbondioksida dan Karbon Monoksida. Karbondioksida dan karbon monoksida adalah suatu gas hasil dari pembakaran yang bertemu dengan uap air.

Apabila kedua gas ini bertemu, maka akan dihasilkan asam karbonat yang masuk ke dalam kategori asam lemah.

2. Hidrogen Sulfida, Sulfur Dioksida yang bertemu dengan uap air nantinya akan membentuk asam sulfat. Asam sulfat ini masuk dalam kategori asam yang kuat.

Proses Terjadinya Hujan Asam

Ilustrasi Hujan Asam Credit: pexels.com/Max
Ilustrasi Hujan Asam Credit: pexels.com/Max

Hujan asam terbentuk dari beberapa tahapan atau proses. Berikut ini proses terjadinya hujan asam.

1. Terdapat banyak aktivitas manusia di bumi yang memicu berbagai gas penyebab hujan asam, seperti karbondioksida, karbon monoksida, hidrogen sulfur dan sulfur dioksida.

2. Kemudian terjadi penguapan berbagai macam sumber air di bumi yang disebabkan oleh pemanasan sinar matahari. Proses ini menghasilkan uap air yang banyak.

3. Uap air yang timbul dari pengembunan akan bertemu dengan gas-gas penyebab hujan asam, yaitu karbondioksida dan karbon monoksida dengan uap air, serta hidrogen sulfur dan sulfur oksida dengan uap air.

4. Terjadinya pertemuan uap air dengan karbondioksida atau karbon monoksida tersebut menghasilkan asam yang sifatnya lemah. Sedangkan pertemuan hidrogen oksida dan sulfur dioksida dengan uap air akan menghasilkan asam yang sifatnya kuat.

5. Kandungan yang bertemu tadi akhirnya terbawa oleh angin dan menuju tempat yang jauh dari sumbernya dan makin ke atas.

6. Saat sudah sampai di atas, gas-gas yang sudah bercampur dnegan uap air tadi akan mengalami kejenuhan. Hal inilah yang menyebabkan jatuhnya titik-titik hujan yang disebut hujan asam.

Dampak Negatif Hujan Asam

Ilustrasi Hujan Asam Credit: pexels.com/Jack
Ilustrasi Hujan Asam Credit: pexels.com/Jack

Hujan asam memiliki beberapa dampak negatif bagi kehidupan makhluk hidup. Beberapa dampak negatif hujan asam di antaranya:

1. Membuat besi lebih mudah berkarat.

2. Menyebabkan pertumbuhan akar tanaman menjadi lambat.

3. Menyebabkan manusia mudah terkena penyakit, salah satunya penyakit kulit.

4. Menyebabkan jumlah ikan di laut mengalami penurunan.

5. Menyebabkan rusaknya lapisan lilin yang ada di daun.

6. Menyebabkan hilangnya beragam nutrisi yang dimiliki oleh tumbuhan.

Cara Mencegah Terjadinya Hujan Asam

Ilustrasi Cara Mencegah Terjadinya Hujan Asam Credit: pexels.com/Vlada
Ilustrasi Cara Mencegah Terjadinya Hujan Asam Credit: pexels.com/Vlada

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hujan asam, di antaranya sebagai berikut.

1. Menggunakan bahan bakar yang mengandung belerang yang rendah

Cara mencegah terjadinya hujan asam yang pertama yaitu dengan menggunakan bahan bakar yang mengandung belerang yang rendah. Perlu diketahui, bahan bakar yang memiliki kandungan belerang tinggi dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.

Salah satu bahan bakar yang memiliki kandungan belerang tinggi yaitu minyak bumi. Kamu dapat mencoba mengurangi penggunaan minyak bumi dengan cara mengganti dengan bahan alternatif bahan bakar, seperti gas alam. Kamu juga dapat menggunakan bahan bakar non belerang seperti etanol, hidrogen atau methanol.

2. Menerapkan prinsip Reuse, Recycle dan Reduce

Cara mencegah terjadinya hujan asam yang kedua yaitu dengan menerapkan prinsip reuse, recycle dan reduce. Cara ingin sangat efektif jika dilakukan.

Reuse yaitu menggunakan barang-barang dengan hemat. Recycle yaitu mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat dimanfaatkan. Sedangkan reduce yaitu mengurangi penggunaan barang-barang tertentu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel