Penyebab Turun Peranakan dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menjaga saluran reproduksi adalah hal yang wajib dilakukan seumur hidup. Bagi wanita pada khususnya, saluran reproduksi bukan sekadar untuk mempertahankan kehamilan saja, tapi untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan.

Nah, salah satu masalah kesehatan yang berkaitan dengan organ reproduksi pada wanita adalah turun peranakan atau prolaps uteri. Masalah kesehatan ini umumnya dialami oleh wanita yang memasuki usia menopause, dengan keluhan adanya benjolan yang keluar di sekitar muara vagina.

Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan Konsultan, sub spesialis Fertility & Hormon Reproduksi, dr Caroline Tirtajasa, Sp.OG(K) dari OMNI Hospital Pulomas menjelaskan, penyebab turun peranakan karena melemahnya otot dasar panggul.

"Pada orang yang sudah tua dan jaringan kolagen berkurang, dapat mengalami kelemahan otot dasar panggul. Selain itu penyebab turun peranakan juga dapat terjadi dengan riwayat mengejan keras, wanita yang memiliki banyak anak dengan persalinan normal," jelas dr Caroline seperti dijelaskan di akun Instagram @drcarolinespogk.

Ada beberapa hal, lanjut dr Caroline yang dapat melemahkan otot panggul. Mulai dari sistokel atau turunnya kandung kemih ke vagina hingga menyebabkan lubang vagina tampak menonjol. Kemudian rektokel, adanya tonjolan di muara vagina yang disebabkan karena turunnya usus buangan kotoran.

"Biasanya kondisi yang disebabkan karena sistokel dan rektokel disertai dengan turunnya rahim karena letaknya berdekatan. Jadi kalau salah satu turun yang lain ikut tertarik turun," katanya.

Nah yang dinamakan prolaps uteri dalam medis adalah turunnya rahim. Biasanya ketika rahim turun, akan menarik usus buangan kotoran dan kandung kemih. Lalu ketika kondisi ini terjadi, apa yang harus dilakukan atau terapi seperti apa yang akan diterapkan?

Bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu terapi konservatif dan operatif. Jika dilakukan terapi konservatif, dokter akan melakukan pemasangan ring pesarium yang dimasukkan melalui area vagina.

"Nantinya akan dimasukkan sedalam mungkin, agar bagian yang turun tidak ke bawah. Pilihan lain dengan operatif atau operasi lewat vagina, yaitu dengan mengangkat rahim yang turun. Namanya histerektomi transvaginal dan ini nggak perlu membedah perut dan dilakukan lebih nyaman," kata dr Caroline.

Dua pilihan itu, kata dr Caroline adalah pilihan. Jika memilih terapi konvensional dengan memasukkan ring pesarium, otomatis pasien harus membersihkan ring maksimal tiga bulan sekali.

Namun jika memilih histerektomi transvaginal, tindakan yang dilakukan lebih nyaman dan pinggul vagina tidak turun lagi ke bawah.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel