Penyebab Umum Bau Kaki dan 7 Cara Mengatasi Bau yang Mengganggu

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Aroma tak sedap dari tubuh kerap menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu orang-orang di sekitar. Mulai dari bau mulut, ketiak hingga kaki, yang kalau dibiarkan bisa merusak citra dan kepercayaan diri seseorang.

Bila bau mulut bisa diatasi salah satunya dengan rajin menyikat gigi, sementara untuk ketiak dengan memakai deodorant, bagaimana dengan kaki?

Dikutip dari KlikDokter, dalam dunia medis, bau kaki bromodosis. Keluhan satu ini tak hanya perkara aroma tak sedap dari kaki, namun juga dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan, seperti infeksi jamur di kaki.

Secara fisiologis, kaki dapat memproduksi keringat dalam jumlah banyak. Hal ini disebabkan karena kulit kaki memiliki jumlah kelenjar keringat yang lebih banyak dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Memang, keringat diperlukan untuk menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi, di kulit kaki juga terdapat beberapa bakteri normal yang membantu menyingkirkan minyak dan sel kulit mati, sehingga bisa menimbulkan bau kaki. Ketika keringat dan bakteri bercampur, bau kaki yang terjadi akan semakin parah.

Penyebab Bau Kaki

Selain masalah infeksi jamur dan gangguan kesehatan tertentu, penyebab lain dari bau kaki adalah kuku yang dipotong terlalu pendek atau dibiarkan terlalu panjang. Bau kaki juga bisa bersumber dari sepatu dan kaus kaki kotor serta lembap.

Cara Mengatasi Bau Kaki

1. Cuci Kaki dan Keringkan dengan Benar

Cuci kaki kamu dengan air dan sabun anti bakteri sekali dalam sehari. Gosok telapak kaki sampai kulit matinya hilang. Bisa dilakukan saat mandi pagi atau sore hari. Setelah selesai dicuci, pastikan mengeringkan dengan benar setiap bagiannya, termasuk sela jari-jari kaki. Bisa gunakan handuk khusus untuk keringkan kaki yang basah.

2. Potong Kuku Secara Rutin

Potong kuku kaki kamu dengan benar, jangan terlalu pendek. Bersihkan secara rutin, jangan sampai ada kotoran yang masuk ke sela-sela kuku. Membiarkan kotoran sama bisa memicu bakteri berkembang.

3. Ganti Kaus Kaki Bersih Setiap Hari

Pastikan kamu mengganti kaus kaki yang digunakan setiap hari. Bila sedang berada di lingkungan yang panas sehingga produksi keringat meningkat, sebaiknya ganti kaus kaki beberapa kali dalam sehari. Selain itu, pilihlah kaus kaki yang bahannya menyerap keringat dan memiliki kemampuan antibakteri.

Cara Mengatasi Bau Kaki

4. Gunakan Sepatu yang Pas dan Ganti Secara Berkala

Gunakan sepatu dengan ukuran yang tidak terlalu ketat. Pastikan sepatu kamu memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga menjaga kelembapan kaki.

Selain itu, usahakan untuk tidak menggunakan sepatu yang sama dua atau tiga hari berturut-turut. Hal ini agar sepatu yang sebelumnya dipakai bisa mengering dan bebas dari kelembapan tinggi. Pada proses ini, kamu bisa mengeluarkan alas sepatu bagian dalam agar proses pengeringan berlangsung sempurna.

5. Cuci Sepatu secara Berkala

Sepatu pas dan nyaman saja tak cukup, kamu perlu memastikan bahwa sepatu telah dicuci bersih secara berkala. Agar kuman dan bakteri untuk menumpuk dan berkembangbiak.

6. Batasi Penggunaan Sepatu Dalam Sehari

Bila memungkinkan batasi penggunaan satu sepatu yang sama dalam sehari. Misalnya, kamu dapat melepas sepatu sementara dan menggunakan sandal. Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi kaki Anda untuk mengering, sehingga kemungkinan timbul bau kaki juga lebih kecil.

7. Rendam Kaki dengan Air Garam

Merendam kaki di air garam dapat membantu proses pembuangan sel-sel lama dan kotoran di kaki. Oleh karena itu, tindakan ini dapat membantu mengatasi bau kaki. Caranya, larutkan setengah cangkir garam Inggris dalam semangkuk air. Pastikan ukuran mangkuk sesuai untuk ukuran kaki kamu. Rendam kaki dalam air garam selama 10–20 menit.

Jika cara di atas masih belum mampu mengatasi bau kaki yang kamu alami, sebaiknya segera berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Ada kemungkinan bahwa bau kaki yang kamu alami disebabkan oleh masalah kesehatan lain, yang membutuhkan penanganan medis.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel