Penyebar Selebaran Isu SARA Jadi Tersangka

TEMPO.CO, Jakarta--Polisi menetapkan Pandapotan Lubis dan Joki Simbolon sebagai tersangka dalam kasus penyebaran isu SARA (suku, agama, dan ras).  Keduanya adalah anggota  BAKAR BAJA (Barisan Laskar Bumi Putera Jakarta) yang tertangkap basah menyebarkan selebaran berisi hasutan.  "PL dan JS statusnya tersangka mulai sore ini dan ditahan di Polda Metro Jaya," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Rabu 19 September 2012.

Menurut Rikwanto, dua tersangka itu dijerat dengan pasal 156, 157 dan 160 KUHP tentang pelecehan terhadap segolongan masyarakat dan penghasutan. Ancaman hukumannya di atas enam tahun penjara. "Barang bukti yang diamankan 24 lembar selebaran berjudul 'Rakyat Menggugat Suara Nurani Rakyat Pinggiran Ibu Kota'," ujarnya.

Rikwanto menjelaskan, kejadian ini terjadi pada Selasa 18 September 2012, pukul 17.45, Supardi (pelapor) mendapati Lubis sedang membagikan selebaran. Selebaran tersebut berisi pernyataan untuk memusuhi warga keturunan Cina.

Selebaran dibagikan kepada para pengguna jalan di perempatan jalan raya di samping Polsek Matraman, Jaktim. "Pada saat Supardi melapokan Lubis ke Polsek Matraman, telah dilapokan juga Joki Simbolon oleh Pramono salah satu timses Jokowi dengan kasus yang sama," ujar Rikwanto.

AFRILIA SURYANIS

Berita Terpopuler: 

"Haiya Ahok" Bikin Nachrowi Populer di Internet

Jokowi: Ada Kejutan di Pilkada Putaran Kedua

Ke Gereja dan Klenteng Foke Redam Efek Haiya Ahok

Bantah Selebaran, MUI Akui Kesepakatan untuk Foke

Produser Film Anti Islam Juga Tipu Aktivis Kristen

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.