Penyebaran Berita Palsu Memicu Ketegangan di Huzurabad India

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polisi di kota Huzurabad, India menghadapi maraknya berita palsu dan hoaks. Banyaknya temuan berita palsu tersebut tak lepas dari pemilu di wilayah tersebut.

Dikuti dari laporan thehindu.com Rabu (27/10/2021), orang-orang ini membuat berita palsu dengan mencatut saluran berita atau koran televisi Telugu. Dalam satu kesempatan, mereka mengunggah pernyataan atas nama anggota parlemen Nizamabad Aravind Dharampuri dengan logo surat kabar Telugu.

"Orang yang melihat ini akan salah mengira dan berpotensi memicu ketegangan komunal," kata Komisaris Polisi Karimnagar V Satyanarayana.

Tidak hanya itu, sebuah berita palsu mengatasnamakan saluran berita TV di India juga muncul untuk memberitakan seorang politisi digrebek polisi dan ditemuan uang dalam jumlah besar. Nyatanya, tidak ada uang yang disita.

Dalam kasus lain, sebuah berita palsu beredar yang menyatakan bahwa Menteri Gangula Kamalakar akan menaikkan tarif pajak lebih banyak pajak atas tabung gas.

Para pelaku sengaja menyebarkan berita palsu di media sosial agar warga tertarik mempelajari perkembangan politik yang salah.

"Dengan pemungutan suara seminggu lagi, orang secara alami akan tertarik untuk mempelajari perkembangan politik. Memanfaatkan hal ini, pelanggar menyebarkan informasi palsu yang menciptakan perbedaan," ungkap Karimnagar V Satyanarayana.

Biasanya, para pelaku menggunakan aplikasi seperti Breaking News Photo Editor, News Paper Photo Frame, Breaking News Reporter Photo and Video, dan Breaking News Video Maker.

"Beberapa orang menggunakan aplikasi ini untuk membuat lelucon untuk hiburan. Tapi hal yang sama digunakan untuk menciptakan ketegangan sekarang," kata Satyanarayana.

Polisi terus mendalami kasus penyebaran berita palsu tersebut. Tercatat, baru satu pelaku yang sudah ditahan pihak berwajib. Satyanarayana mengatakan bahwa tim teknis dilibatkan untuk mengidentifikasi, melacak dan menangkap orang-orang tersebut.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel