Penyekatan dan Tes Antigen di Suramadu Ditiadakan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pos penyekatan dan tes usap antigen di Jembatan Suramadu, Jawa Timur, ditiadakan, Rabu, 23 Juni 2021, baik di sisi Surabaya maupun Bangkalan, Madura. Penyekatan kini digeser ke desa-desa zona merah COVID-19 di Kabupaten Bangkalan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko menyatakan, penyekatan di Suramadu dicabut setelah dianalisis terjadi penurunan jumlah kasus COVID-19. Angka penurunan ini hasil dari penyekatan dibandingkan awal-awal kegiatan 14 hari lalu.

Namun, Gatot tak menjelaskan apakah pencabutan posko penyekatan karena protes dari sebagian warga Bangkalan atau bukan.

"Penyekatan di Suramadu kan sudah 14 hari dan kita analisa terus sudah ada penurunan masyarakat yang positif COVID-19," ujar Gatot kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur.

Gatot mengatakan, penyekatan kini bergeser di delapan desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Bangkalan, yang masuk kategori zona merah COVID-19. Dia bilang, di sejumag wilayah itu didirikan posko-posko PPKM Mikro.

Pun, warga yang pulang-pergi bekerja di Surabaya hanya diperiksa soal Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Pemeriksaan SIKM pun langsung dilakukan di penyekatan PPKM Mikro dan beberapa titik penyekatan lainnya di Bangkalan dan beberapa wilayah lain di Madura. Masing-masing titik penyekatan akan dijaga personel Kepolisian RI, TNI, dan petugas dari unsur lainnya. Brimob dari Polda Jatim juga akan diperbantukan.

Gatot berharap penyebaran COVID-19 di delapan desa berzona merah yang ada di lima kecamatan Bangkalan bisa segera diatasi.

"Harapan ke depannya delapan zona merah ini bisa menjadi zona oranye, kuning, bahkan bisa hijau," tuturnya.

Sebelumnya, kericuhan sempat terjadi kembali di pos penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa pagi, 22 Juni 2021. Video peristiwa itu menyebar dengan cepat di jejaring aplikasi WhatsApp dan media sosial.

Tapi, polisi menjelaskan kericuhan terjadi hanya sebentar dan situasi berhasil dikendalikan. Berdasarkan data diperoleh, peristiwa itu terjadi sekira pukul 04.30-05.30 WIB.

Saat itu, penumpukan terjadi karena kendaraan roda dua di dekat pintu gerbang Jembatan Suramadu sisi timur. Massa pengendara motor itu kemudian menjebol pagar pembatas.

Lalu, setelah pagar jebol, para pemotor itu keluar dari jalur Suramadu. Mereka mengambil jalan alternatif dengan berputar melewati sisi bawah Jembatan Suramadu kemudian melewati jalur lambat depan BPWS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel