Penyelam Temukan Puing Sriwijaya Air, Seng hingga Masker Udara

Siti Ruqoyah, Ridwansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebagian serpihan pesawat Sriwijaya Air yang ditemukan anggota Intai Amfibi TNI AL diserahkan ke KRI Tjiptadi, Minggu 10 Januari 2021.

Serpihan tersebut berupa bahan terluar pesawat yang sekilas terlihat seperti seng, kemudian masker udara dalam pesawat yang berwarna kuning, tabung oksigen berukuran kecil dan beberapa potong pakaian termasuk pakaian salat.

Komandan KRI Tjiptadi, Letkol Laut Ricky I mengatakan, sesuai perintah, KRI Tjiptadi akan bersiaga di tengah laut Kepulauan Seribu hingga pukul 17.00 WIB untuk menunggu serpihan yang didapat oleh tim pencari dan tim penyelam.

"Kita akan stand by di sini hingga pukul 17.00 WIB," ujar Ricky.

Selanjutnya menurut perwira berpangkat melati dua ini seluruh serpihan yang didapat hari ini akan dibawa ke JICT untuk dilakukan penelitian.

"Seluruh serpihan pesawat ataupun temuan baru hari ini akan didrop ke KRI Tjiptadi untuk selanjutnya diserahkan ke tim yang siaga di JICT," tuturnya.

KRI Tjiptadi menjadi kapal terakhir yang diberangkatkan dari Jakarta International Countainer Terminal (JICT) menuju lokasi pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Beberapa KRI yang sudah tiba terlebih dahulu terlihat menurunkan para penyelam menggunakan perahu karet untuk mendekat ke lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat. Hal serupa juga dilakukan kapal Basarnas.

Pantauan di lokasi belasan kapal baik dari basarnas, TNI AL maupun kementerian perhubungan sengaja menaruh jangkar dengan jarak 500 meter antar KRI. Di sela sela jarak tersebut terdapat para penyelam untuk mencari puing puing pesawat maupun korban.

Komandan KRI Tjiptadi Letkol Laut, Ricky mengatakan, keberadaan di sana untuk melaksanakan perintah, sejauh ini perintah diterima untuk siaga di lokasi yang diduga sebagai tempat jatuhnya pesawat.

Selanjutnya pihaknya juga akan ikut melakukan pencarian bersama para penyelam. Selanjutnya, apapun yang ditemukan akan dikumpulkan di salah satu KRI untuk selanjutnya dibawa ke JICT.

"Pada dasarnya kami hanya memback up tim pencarian yang sudah ada," ujar Letkol Ricky.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak kehilangan kontak setelah lepas landas selama 9 menit. Hingga kini masih dilakukan penyelidikan terkait bencana ini.